Ling Ling

Ling Ling
Bab 51



Begitu tenaganya kembali fit , Ling Ba Tin mengulang kembali berbuatan bejatnya pada Ling In Chuan itu sampai pagi. Dia menaiki tubuh tak berdaya gadis cantik itu sebanyak 3 kali.


Kepuasan terpancar jelas pada wajahnya Ling Ba Tin. Beda halnya dengan Ling In Chuan, kesedihan nampak di wajahnya kusutnya. Badannya terlihat keletihan dan kecapean, pancaran matanya tidak bercahaya melainkan redup.


Sungguh ironis nasib Ling In Chuan, di saat ayahnya Lin In Wurong sakit parah, kakak perempuannya meninggal dan tidak bisa ikut dalam upacara kematiannya.


Ling In Chuan jusruh mengalami pemerkosaan dan pelecehan dari orang yang dipercaya oleh ayahnya. Satu orang yang seharusnya bertugas untuk merawat dan mengobatinya adalah Tabib Hang malah menjadikan dirinya budak nafsunya.


Dan satu lagi orang yang seharusnya menjaga dan melindungi dirinya yaitu Ling Ba Tin malah menjadikan Ling In Chuan sebagai boneka sexsnya.


"Terima kasih Nona Ling In Chuan! Semalam... sungguh melelahkan tapi...Hehe sangat indah! Kau telah memberiku pengalaman yang luar biasa!" ucap Ling Ba Tin sambil memunguti baju hanfunya yang berserahkan di bawah ranjang Ling In Chuan.


Setelah selesai memakai hanfunya, Ling Ba Tin mendekat dan mengecup kening Ling In Chuan. "Jangan marah apa lagi sakit hati, saat aku kembali datang ke kamar ini mengambil jatahku! Karena mulai sekarang kamu telah menjadi wanitaku, lebih tepatnya wanita simpananku!"


Ling In Chuan menggertakkan giginya mendengar apa yang telah di ucapkan oleh kepala pelayan Ling Ba Tin. Beraninya dia mengklam dirinya sebagai wanita simpanannya.


Siapa yang sudi menjadi simpanan lelaki tua, jelek dan bawahan ayahnya sendiri. Andaikan ada yang mau dan rela hidup seperti itu di dunia ini, yang jelas Ling In chuan tidak akan perna mau menjadi salah satunya.


Ling Ba Tin kembali berucap, "Terima saja lah keadaanmu ini dengan lapang dada. Kamu akan sering mandi keringatku begitu juga dengan rahimmu yang bertabur benih- benihku setiap saat."


" Lagian kalau aku melahapmu lagi, Tabib Hang bisa marah karena sekarang waktunya kamu bersamanya. Hihi... Kemungkinan sebentar lagi kamu juga akan mandi keringat lagi, tapi bukan denganku tapi bersama tabib Hang."


Pintu kamar terbuka dan seorang pelayan wanita masuk. Dia kaget melihat Ling Ba Tin sudah ada di dalam kamar Nona mudanya. Dia buru buru menunduk dan terkejut melihat ada hanfu tergeletak di lantai kamar.


Pelayan wanita itu melirik ke arah ranjang. Dari tempatnya berdiri, dia masih bisa melihat Ling In Chuan telanjang bulat tanpa ada selembar pun benang yang menutupi tubuhnya.


Ling Ba Tin memberi isyarat agar pelayan itu mendekati ke arahnya. "Tutup mulutmu! Jangan berani membocorkan hal ini pada siapa pun. Kalau sampai rahasia yang ada di dalam kamar ini sampai kedengaran orang lain. Maka saat itu juga aku akan mengirimmu bertemu dengan dewa kematian."


Ling Ba Tin pun mengintimidasi pelayan yang telah memergoki dirinya itu agar tidak berani membicorkan apa yang telah di lihatnya dalam kamar Ling In Chuan dan akan tetap menjadi rahasia.


"Sa...Saya tidak akan berani Tuan! Sa...Saya tidak akan melakukan itu! Per.. Percayalah kepada saya ! Ini... Ini akan menjadi rahasia."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.