Ling Ling

Ling Ling
Bab 14



Dua pelayan laki - laki membopong Ling In Chuan masuk ke dalam kamarnya. Dengan hati - hati mereka menaruh tubuhnya. Sedangkan Ling In Wurong mengekor di belakang para pelayan yang membopong anak gadisnya.


Tak berapa lama seorang pelayan masuk ke ruangan kamar Ling In Chuan dengan membawa seorang tabib muda.


Ling In Wurong segera saja berbicara, "Tabib segera kamu periksa keadaan Ling In Chuan? Aku kwatir kondisinya makin parah? "


Tabib segera memeriksa keadaan dari Ling In Chuan. Dia menghela nafas panjang dan mempersiapkan mentalnya untuk menyampaikan kabar pada ayah dari gadis ini.


"Tuan, keadaan Nona Ling In Chuan sangat parah? Maaf saya tidak mampu dan sanggup untuk mengobatinya! Carilah tabib lain yang lebih dari saya!" ucap Tabib muda kepada Ling In Wurong.


"Apa katamu? Beraninya kamu tidak mau menyembuhkan Ling In Chuan? Aku bisa membayarmu sebanyak yang kau minta? Kau belom mencobanya? Sembuhkan dia?" ucap Ling In Wurong kepada tabib.


Tabib muda kembali bersuara, "Saya benar - benar tidak bisa menyembuhkannya! Bukannya tidak mau tetapi tidak mampu menyembuhkan! Nona Ling In Chuan telah cacat. Tidak bisa bicara dan juga tidak bisa berjalan lagi seumur hidup!"


Bagaikan disambar petir Ling In Wurong jatuh terduduk setelah mengetahui keadaan yang menimpah Ling In Chuan. Sakit hati dan dendamnya sama Ling Ling makin besar karena tiap saat makin bertambah.


"Ling Ling dendam ini pasti akan aku balas Cepat atau lambat! Kau telah membuat anakku Ling In Chuan cacat, kau langsung mati terlalu enak buatmu! Aku akan menyiksamu dengan siksaan yang tak akan perna bisa kau lupakan seumur hidup!" Ucap Ling In Wurong dalam hati.


*******


Kedai Makan Selera Kami


Ling Ling yang berada di luar kediaman Ling sekarang berada di kedai makan Selera Kami. Kedai makan Selera Kami tidak perna sepi pengunjung. Karena menyediakan makanan murah meria yang enak di lidah.


Tanpa sengaja Ling Ling mendengarkan pembicaraan para pengunjung yang berada tepat di belakangnya.


"Saudara Bin, apakah anda akan datang ke tempat pelelangan Sun Shan! Ada banyak Batu Spiritual yang di jual disana?" tanya temannya.


"Tentu saja saudara, Lan! Setelah selesai makan aku langsung mau ke sana! Siapa tahu mujur dapat Batu Spritual terbaik dan langkah," ucap Bin kepada temannya. Dan kemudian kembali berkata, "Ayo kita berbarengan berangkatnya kesana! Bukannya kamu juga mau berburu Batu Spiritual! Untuk menunjang kultivasimu yang macetkan?"


"Saudara Bin dan Saudara Lan kesempatan ini jangan dilewatkan! Kita mungkin mengandalkan keberuntungan untuk bisa mengenali Batu Spiritual murni karena batu itu ada di lapisan terdalam dari aneka batu yang ada!" ucap lelaki gemuk teman mereka.


"Kau benar Saudara Cau!" ucap kedua temannya kompak.


Ling Ling yang mengetahui info ini jadi bersemangat karena dia memang lagi membutuhkan Batu Spiritual untuk meningkatkan kultivasinya.


Segera saja hidangan yang ada di depan mata dihabiskan. Kemudian memanggil pelayan kedai untuk membayar hidangan yang telah selesai dia makan. Ling Ling langsung meninggalkan kedai menuju ke Pelelangan Sun Shan.


*********


Pelelangan Sun Shan


Cuaca panas tidak mengurangi jumlah dari pengunjung di pelelangan Sun Shan. Makin Siang makin banyak pengunjung yang datang. Tua, muda, perempuan dan laki - laki semuanya mempunyai tujuan yang sama yaitu mendapatkan Batu Spirutual.


"Bingung milihnya diantara ratusan batu besar dan kecil yang mana itu Batu Spiritual? " ucap pengunjung satu.


"Aku tidak tahu metode apa yang dipakai untuk mengetahiu Batu Spiritual? Selama ini yang aku tahu adalah membeli yang sudah jelas itu batu spiritual walau harga sedikit lebih mahal!" ucap pengunjung dua.


Ling Ling tiba di pelelangan Sun Shan dengan bersamaan ke datangan gadis yang perna di tolongnya. Gadis itu melihatnya dan kemudian mendekat menyapanya.


"Nona Ling Ling sungguh saya tidak menduga bila bisa bertemu anda kembali secepat ini," ucap Tang Ta Ting.


"Eh... Kau! Bagaimana dengan keadaanmu? Apakah sudah lebih baik lagi?" tanya Ling Ling pada gadis cantik itu.


"Lebih baik lagi dan ini semua karena bantuan dari Nona Ling! Ohya... Apakah Nona Ling datang ke pelelangan Sun Shan mau berburu Batu Spiritual juga?"


"Kami juga berburu Batu Spiritual? Ayo Nona Ling ikut saya masuk ke dalam pelelangan, disana ada kakak saya juga! Kalau Nona Ling tidak kebetatan mau saya perkenalkan dengan dirinya?" ucap Tang Ta Ting sambil menarik tangan Ling Ling masuk.


Mereka memasuki lantai dua dan masuk bilik ke 3 di tempat itu duduk pemuda tampan sedang meminum segelas teh. Dan di mejanya ada aneka macam kue kecil.


"Gege Liang! Kenalkan ini Nona Ling Ling! Dia penyelamat saya, tadi tidak sengaja bertemu dengannya di bawa!" ucap Tang Ta Ting dengan mata yang berbinar bahagia.


"Kenalkan aku kakak dari gadis manja ini! Namakun Tang Ta Liang," ucapnya sambil membungkukkan badan sedikit dan mengepalkan tangan di dada sebagai penghormatan.


"Apakah Nona Ling tidak keberatan sekarang kita turun untuk melihat batu- batu itu! Saya akan mencoba metode saya untuk mengetahui yang mana saja batu yang ada Batu Spiritualnya di dalamnya"


Mereka pun akhirnya turun ke lantai dasar tempat di mana batu - batu itu berada.


*********