Ling Ling

Ling Ling
Bab 55



PLAAK PLAAK


Tamparan yang Ling Ling layangkan pada penjaga yang kurang ajar, berani melarangnya itu, begitu keras dan kuat.


Sehingga cap Lima jari menghiasai kedua pipi penjaga itu. Dan bukan hanya cap Lima jari tapi juga mengalir darah segar dari sudut bibir penjaga.


"Itu hukuman yang pantas kamu terima akibat kelancangaanmu! Seorang penjaga berani melawan Nona majikannya? Seolah kamu itu tidak tahu aturan sama sekali! Atau mau menunjukkan seberapa bodohnya dirimu itu!" ucap sarkas Ling Ling.


Penjaga itu terdiam tanpa bisa membalas apa yang di ucapkan oleh Ling Ling. Sementara penjaga satunya hanya diam tidak membela temannya ataupun menghalangi Ling Ling.


Dia hanya melihat dan menonton kejadian itu. Seolah kejadian itu tidak perna terjadi dan tidak mengalaminya.


"Minggir, aku mau lewat! Jangan berani coba - coba menghalangi jalanku!" ucap Ling Ling terhadap kedua penjaga itu.


Tanpa di perintah untuk ke dua kalinya, kedua penjaga langsung mennyingkir dari hadapan Ling Ling. Dan membukakan jalan agar Ling Ling dan rombongannya bisa lewat.


Melihat hal itu Ling Ling cuman mencibir. Dan berlalu dari hadapan ke dua penjaga itu. Tak lama kemudian, Ling Ling kini ada di depan kamar Ling In Wurong.


TOK TOK TOK TOK


Ling Ling mengetuk pintu kamar Ling In Wurong. Dan tak perlu menunggu lama. Pintu itu telah terbuka dari dalam kamar. Tabib tua Tabib Hang yang telah membukakan pintu.


TabibTua itu kaget saat melihat siapa yang ada di depannya itu. Dia tidak menyangkah kalau Ling Ling ada dihadapannya dan mau ketemu sama Ling In Wurong.


"No ... Nona Ling Ling! Si... Silahkan masuk!" ucap tabib tua tabib Hang kepada Ling Ling dengan bergerak kesamping pintu, membuka jalan agar Ling Ling bisa masuk kedalam kamar.


Ling Ling langsung masuk ke dalam kamar Ling In Wurong. Diikuti oleh Yuan Long, Ling Chi dan Ling Yun dari belakang.


Ling Ling bertanya kepada tabib tua tabib Hang. "Bagaimana Keadaan Ling In Wurong? Apakah racun yang hinggap di tubuhnya berhasil di tawarkan?"


"Maaf Nona Ling! Kondisi Tuan Ling In Wurong masih parah! Bahan obat penawar untuk racun ini sangat langka dan mahal. Kami masih berusaha mengumpulkannya satu demi satu!" ujar tabib tua Tabib Hang kepada Ling Ling.


Tabib Hang kembali bersuara, "Nona Ling tidak usah kwatir, saya akan merawat dan mengobati Tuan Ling In Wurong. Saya akan mencurahkan segenap kemampuan yang saya miliki untuk mengobati dan menyembuhkan dirinya."


"Ohh... Jadi Tabib Hang hanya memberi obat menghilangkan rasa sakit dan nyeri saja. Sedangkan racunnya sama sekali belum terobati. ucap Ling Ling bersamaan dengan Ling In Wurong terbangun dari tidurnya.


Mata Ling In Wurong melotot melihat Ling Ling ada di dalam kamarnya. Dia tidak rela wanita yang telah menikam anak sulungnya Ling Yuyu hingga tewas ada di dekatnya.


Ling In Wurong berkata dengan pelan dan Lirih, "Usir wanita pembawa sial itu dari sini, tabib Hang! Aku tidak sudi, dia ada di kamarku! Aku tidak mau melihat wajahnya! Cepat lakukan perintahku!"


Tabib tua Hang mendengar dengan jelas apa yang di minta dan di inginkan oleh Ling In Wurong, dia melihat kepada Ling Ling tapi tidak berani mengusirnya.


" Ck, Aku datang untuk melihat keadaanmu! Aku pengen tahu perkembangan racun yang sedang hinggap di tubuhmu itu! Sudah sembuh apa belum?" ucap Ling Ling menanggapi ucapan Ling In Wurong.


"Ihh, Tidak usah berpura- pura peduli sama diriku! Aku tahu perhatianmu itu palsu! Aku tahu pasti kedatanganmu ini hanya untuk mentertawakan ketidakberdayaan diriku!" ucap sarkes Ling In wurong dengan sangat lirih.


Ling Ling tersenyum mendengar apa yang di ucapkan oleh Ling In Wurong. Masih dengan senyum yang menghias wajahnya Ling Ling menjawab ucapannya.


"Aih.. Kau telah berburuk sangkah! Aku tidak perna menyakiti kalau tidak di sakiti duluan! Yah, wajarlah bila aku membela diri! Siapa orang di dunia ini yang mau di sakiti? Lagian bukan aku yang meracunimu tapi Ling Yuyu!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...