
"Benar apa kata Wan'er, Nona Ling! Kami hanya memastikan saja! Kami baru tiba. Dan kondisi Kediaman Ling seperti ini. Harap di maklumi!" ucap Ling Daeng memperkuat ucapan anaknya.
Ling Ling menggerakkan badannya, gadis cantik itu bangun dari posisi tidurnya. Pandangannya memandang lekat kepada ayah dan anak yang berdiri di hadapannya itu.
"Ohh...! Jadi Paman Ling Daeng datang ingin mengetahui kondisiku?"
"Iya Nona Ling. Saya kuatir dengan anda! Karena kediaman kita telah diserang. Dengan begitu banyaknya korban yang jatuh!"
"Aih... Seperti yang Paman lihat aku baik-baik saja. Para Bandit itu tidak berhasil melukai dan mencelakai diriku. Mereka semua bisa kami kalahkan."
Ling Ling melangkah mendekati Ling Daeng. Gadis cantik itu seolah menepuk kantong penyimpanannya. Dan di tangannya tiba- tiba ada sebuah segel kepala keluarga Ling cabang. Pada hal barang itu dia ambil dari cincin dimensinya.
Ling Ling kembali lagi berbicara, "Dan tolong Paman Ling Daeng mengurus semuanya! Karena mulai sekarang Paman telah menggantikan Ling In Wurong yang telah tewas, sebagai kepala keluarga kediaman Ling kota Shan Shan." Di serahkannya segel kediaman cabang pada tangan Ling Daeng yang terkejut.
"A- Apa? Kenapa segel ini Nona serahkan kepada saya? Tolong Nona pikir kembali! Saya mana pantas menjadi kepala keluarga kediaman Ling ini."
" Tidak ada penolakan paman Ling Daeng! Ini sudah keputusanku! Kau layak mendapatkan jabatan ini!"
"Baik Nona Ling. Saya akan berusaha, semoga tidak mengecewakan."
Suka tidak suka, mau tidak mau Ling Daeng terpaksa harus menerima segel kediaman cabang Ling. Lelaki itu tersenyum dengan kaku.
Terdengar lagi suara Ling Ling di telinganya, "Satu minggu lagi aku akan kembali ke ibukota Shan City, utuslah Ling In Chuan pada kediaman Ling pusat untuk mengabari akan kedatanganku."
Ling Daeng tersentak kaget atas ucapan Ling Ling, lelaki itu tidak menyangkah kalau Ling Ling mau kembali kekeluarga Ling pusat padahal dia disini karena memang sengaja di singkirkan.
"A- apa Nona? Anda serius? Tapi No--- " Belum selesai Ling Daeng berucap gadis cantik yang ada di depannya itu langsung menyelanya.
" Baiklah, Nona Ling!"
Ling Ling memberikan gerakan menghibas - hibaskan tangannya kepada Ling Wan dan Ling Daeng untuk segera pergi dari hadapannya.
Ayah dan anak itu menangkupkan tangannya di depan dada sebelum pergi dari hadapan Ling Ling. Sedangkan gadis cantik itu kembali lagi ke peraduan, dia ingin melanjutkan kembali istirahatnya yang sempat terjedah.
********
Kediaman Keluarga Ling Pusat
Seorang wanita cantik berhanfu merah, dengan riasan tebal, dan memakai aksesoris yang mewah dan mahal di sekujur tubuhnya. Saat ini sedang duduk di gazebo taman di temani oleh dua orang kepercayaannya. Satu lelaki tinggi gagah dan satunya lagi perempuan berbadan tambun.
"Apakah ada kabar terbaru dari kota Shan Shan? " Tanya wanita cantik itu.
"Maaf Nyonya, belum ada kabar. Kita harus bersabar." Jawab wanita tambun yang berdiri di sebelah kanan wanita hanfu merah.
"Aku sudah tidak sabar! Aku juga tidak mau menunggu lagi! Ini sudah terlalu lama, tidak sesuai dengan rencanaku."
" Perlukah kita utus orang lain lagi, Nyonya? Kita terlalu meremehkannya." Ujar lelaki tinggi gagah.
"Hem... Aku mau masalah gadis sampah itu ber----" Wanita cantik hanfu merah itu tidak meneruskan ucapannya setelah dia mendengar langkah kaki dan suara orang sedang tertawa mendekat ke tempat dirinya berada.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...