
Mendengar apa yang di sampaikan oleh Nona Hang pemuda tampan itu memandang pelayan yang berdiri tidak jauh dari tempatnya berdiri.
"Apa peraturan yang berlaku di tempat ini telah berubah? Sejak kapan orang rendahan bisa masuk bebas di tempat ini?" tanya Jiang Fuyan pada pelayan itu.
"Maaf Tuan! Saya tidak tahu! Kedua gadis ini masuk dengan Nona Mudanya. Bagaimana mungkin melarangnya? Saya tidak berani!" jawab pelayan Pavilium Bunga.
Mendengar jawaban dari pelayan Pavilium Bunga membuat Jiang Fuyan tidak puas dan juga tidak senang.
"Kenapa buang waktu? Cepat usir mereka! Kalau tidak mau, seret keluar saja! Aku tidak mau selera makanku jadi hilang!" perintah Jiang Fuyan.
Melihat pelayan itu ragu- ragu menjalankan perintah darinya Jiang Fuyan memberi isyarat tangan tak lama kemudian dua orang pengawal datang menghadapnya.
Sementara Ling Ling yang ada di bilik 5 mulai kwatir karena Ling Chi dan juga Ling Yun belum juga datang. Dia mendengar ada keributan di luar, dia pun keluar bilik untuk mengetahuinya.
Saat Ling Ling keluar bilik, Pemandangan yang di lihatnya adalah Ling Chi dan Ling Yun di tarik paksa, menuruni tangga menuju ke lantai satu oleh dua laki- laki tinggi besar.
Terdengar suara Ling Chi, "Lepaskan! Aku tidak mau pergi! Aku mau menemani Nonaku! Kau tidak bisa memaksaku! "
"Pergi.. Pergilah dari sini! AYO... Kau tak pantas berada di sini! Kau telah membuat Tuan Muda Fuyan terganggu!" ucap pengawalnya Jiang Fuyan.
Suara Ling Yun pun terdengar jelas dari adu mulut dengan pengawal itu, "Jangan pegang tanganku! Lepaskan...! Aku pergi bila Nona Mudaku yang memerintahkan! Kalian tidak berhak mengusir kami!"
"BERHENTIII!" Ling Ling berteriak keras sehingga menarik beberapa pengunjung. Dua pengawal itu pun berhenti menarik dan menyeret Ling Chi serta Ling Yun.
"LEPASKAN TANGANMU DARI ORANGKU! SEKARAAANG!" Ling Ling teriak dengan berkacak pinggang dan matanya menatap tajam kedua pengawal itu.
Kedua pengawal itu memandang intens Ling- Ling. Mereka berusaha mengingat siapa waniata muda di depannya itu. Cukup lama mereka berusaha, tapi tetap saja mereka tidak mengenal Ling- Ling. Kemungkinan Ling Ling bukan Nona Muda hebat dan terkenal juga dari keluarga yang terpandang. Sehingga...
"Haha... Kami minta maaf! Maaf katamu! Ck, Yang benar saja! Itu hal yang tidak akan perna terjadi! Mimpii!" ujar Pengawal 2 menanggapi ucapan Ling Ling. Dengan sangat kasar dia pun menghempaskan tangan Ling Chi dan sedikit mendorongnya.
BRUUK AAUUHHH..
Ling Chi yang tidak siap akhirnya terjatuh. Dia sempat merintih kesakitan. Ling Chi matanya melotot melihat pengawal yang telah mendorongnya sampai terjatuh.
Ling Ling yang melihat pelayannya di jatuhkan menjadi sangat murka. Tanpa basa-basi Ling Ling mengirim gelombang angin untuk menampar pengawal Jiang Fuyan.
PLAAAK PLAAAK
"Brengseeek! Beraninya Kau! Kurang ajar, aku tidak takut padamu!" ucap pengawal 2 sangat murka dan sakit hati.
Jiang Fuyan yang juga berdiri dengan teman- temannya di depan bilik 3 telah melihat semuanya. Apa lagi di belakang gadis cantik yang berteriak itu ada Nona Muda Tang Ta Thing. Dia sudah terlanjur melarang dan tidak mungkin untuk merubahnya. Karena itu akan merendahkan harga dirinya.
Jiang Fuyan mulai berbicara kembali. "Ke dua gadis itu adalah pelayan, Mereka berdua tidak seharusnya berada di sini! Tempat ini tak sesuai dengan mereka berdua!"
Ling Ling memalingkan mukanya ke samping kiri ke tempat suara berasal. "Ohh.. Begitukah! Jadi yang layak hanya para pelayanmu! Orang- orangmu saja! Sedangkan orang lain tidak boleh! Itukah pelaturannya!"
"Itu tidak benar! Semua orang bisa, tapi hanya untuk orang-orang kaya, yang memiliki martabat dan kedudukan. Bagi orang kelas rendah, ini bukan tempatnya, karena Paviliun Bunga khusus untuk orang seperti kita!" kata Jiang Fuyan begitu sombong dan angkuh.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...