
" Uhh.... Bing' er bukankah aku sudah jadi milikmu sejak kau mempersembahkan darah suci keperawananmu padaku."
Pangeran Li Sau Yi membopong tubuh ramping Ling Yu Bing tanpa melepaskan cumbuhannya. Gadis cantuk itu dia turunkan hati- hati ke atas ranjang besar yang ada di sudut ruang. Pemuda itu mulai menarik tali hanfu yang di kenakan gadis cantik yang sudah memasrahkan diri padanya.
Ling Yu Bing yang sudah pasrah hanya diam dan membiarkan begitu saja, saat tangan nakal Pangeran Li Sau Yi menarik tali hanfu yang di kenakannya.
" Ohh... Bing 'er ijinkan aku mengulang kembali pengalaman yang indah itu. Aku sudah tidak kuat lagi." Ucap Pangeran Li Sau Yi yang mulai terbakar gairah.
Ling Yu Bing kini telah polos tanpa ada sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya. Keadaannya tak ubahnya seperti bayi. Gadis cantik itu telanjang bulat di depan pemuda pujaannya..
Dengan sangat tergesa-gesa pemuda tampan yang saat ini sedang mengurungnya, mulai tidak sabar menanggalkan jubah merah yang sedang dikenakannya. Tak berapa lama kemudian dua insan berbeda jenis itu sama- sama bisa melihat jelas lekuk tubuh lawannya.
" Ahhh.... Boleh ya Bing' er! Aku mohoooon! Emm... Apa kau tidak kasihan padaku...!"
Gadis cantik itu diam saja, tak lama kemudian dia menganggukkan kepalanya. Ling Yu Bing mengijinkan Pangeran Li Sau Yi mengulang kembali kenangan manis yang perna mereka rasakan.
Melihat Ling Yu Bing telah memberikannya izin, Pangeran Li Sau Yi kembali mencium bibir gadis cantik itu dengan intens, Yang semula lembut dan pelan makin lama makin ganas.
Apa lagi saat mulut Ling Yu Bing terbuka dengan cepat lidah pengeran menerobos dan mengobrak - abrik di dalamnya. Setelah puas mencium bibir gadis cantik itu, bibir pangeran mulai bergerak ke bawah pada leher jenjang yang memikat.
Sekali lagi Pangeran Li Sau Yi memberikan tanda kepemilikannya. Tak berapa lama kemudian ciuman itu makin turun ke bawah. Dan akhirnya berada pada salah satu puncak gunung kembar. Dan di hisapnya dengan kuat, bahkan karena gemes di gigitnya kecil- kecil biji buahnya.
EMM AHH UHH AMM
Bibir Ling Yu Bing tidak hentinya mengeluarkan suara merdu mendayu yang mampu semakin meningkatkan daya nafsu dari lawan mainnya.
Tak Lupa sebelah gunung kembar yang bukan dalam cengkraman bibir, dipermainkan oleh tangan ajaib Pangeran Li Sau Yi. Tangan itu begitu aktifnya *******- *****, bahkan sekali- kali juga memutar- mutar biji Puncak Gunungnya, juga dengan gemas mencubitnya.
Setelah puas mempermainkan dan menikmati area setengah badan ke atas mulai perlahan -lahan tangan dan juga bibir memulai aksinya ke area lembah Ling Yu Bing.
" Ohh... Bing'er! Kau telah membuat diriku menjadi seorang laki- laki paling beruntung di muka bumi ini. Kaau memang terbaiiiik!" Suara Pangeran Li Sau Yi makin serak karena terbawa nafsu gairah.
" Emm.... Pangeran anda telah membuat diriku ini menjadi seorang wanita. Dan itu sangat berarti."
Ling Yu Bing membalas setiap keromantisan yang diberi oleh Pangeran kerajaan Shan itu. Dia juga selalu memujinya agar Pangeran Li Sau Yi bisa makin tertarik dan terpikat dengan dirinya. Dengan begitu dia bisa menjadi wanita nomer satu di kerajaan Shan setelah menikah dengan putra mahkota itu.
AAUU EMMM UUUHH
Rintihan kenikmatan itu lolos terus dari bibir tipis Ling Yu Bing, saat area lembah itu di jelajahi oleh lidah lincah Pangeran. Jari tangannya pun tak kalah di manfaatkan, dengan menusuk rimbunnya lembah gua nikmat.
"Bing' eeer, boleh ya sekarang aku memasukinya! Aku sudah tidak kuat lagi!" Suara Pangeran Li Sau Yi makin serak.
"Uuuu....I- iya masukin saja, Pangeran!" Jawab gadis cantik itu sambil menggigit bibir bawahnya.
begitu mendapatkan persetujuan segera saja batang ajaibnya digesek-gesekan pada bibir lembah lebih dulu sebelum akhirnya menerobos masuk ke dalam gua nikmat milik Ling Yu Bing.
Terjadilah penyatuhan gairah birahi yang tersalurkan antara Ling Yu Bing dengan Pangeran Li Sau Yi di dalam salah satu kamar Pavilium itu.
PLOOOK PLOOOK
Bunyi yang terdengar saat gairah memuncak pada dua insan itu yang saling melepaskan hasrat. Rintihan kenikmatan dari dua orang yang memadu kasih, memenuhi kamar itu tanpa henti.
" Ohh.... Bing' er! Kau sungguh sangat nikmat! Uhh... Nikmat sekali tubuhmu ini!"
"Hehe... kalau memang benar tubuh Bing 'er seenak dan senikmat itu, sering -seringlah melakukan ini dengan Bing'er, Pangeran Li!"
Mendengar ucapan gadis yang ada di bawah tubuhnya, Pangeran Li Sau Yi tersenyum senang dan bahagia, dan itu tergambar jelas di wajah tampannya.
"Aih.. Bing' er, aku suka sekali dengan permintaan dan keinginanmu ini! Tentu saja aku mau.."
" Apa pun untuk Pangeran! Bing'er siap kapan saja! Dan di mana saja asal itu di lakukan sama Anda Pangeran Li."
Mereka berdua bermandi keringat. Bahkan udara siang yang panas tidak mampu mempengaruhi aktifitas panas yang dilakukan. Dan kedua orang itu makin liar dan ganas permainannya.
" Bing'er...! Aku sudah mau sampai, mau di keluarkan di mana ini!" Tanya Pangeran pada gadis cantik yang nikmatinya itu.
" Uhh.... Keluarkan saja di dalam Pangeran! Biarkan rahimku bermandikan air surgawimu!"
PLOOOK PLOOOK PLOOK
Pangeran Li Sau Yi makin mempercepat saja gerakannya menusuk dan menarik senjata ajaibnya dari area lembah nikmat Ling Yu Bing setelah mendapat kepastian.
AAAAAA....
Tak membutuhkan waktu lama akhirnya air surgawi Pangeran Li Sau Yi jebol dan tumpah di dalam rahim gadis cantik itu. Saat mau tumpah Pangeran Li Sau Yi membenamkan senjata ajaib sedalam mungkin.
Ling Yu Bing dan Pangeran Li Sau Yi melakukan aktifitas gairah nafsunya itu selama satu jam. Kini keduanya terkapar saling berpelukan. Terlihat jelas keletihan dan kecapean juga dengan kepuasan.
" Terima Kasih Bing' er!" Ucap Pangeran pada gadis cantiik yang masih terlentang tanpa baju. Tak lupa pemuda itu mengecup keningnya.
Respon Ling Yu Bing hanya menganggukkan kepalanya, setelah Pemuda tampan yang berbaring di sebelahnya mengucapkan terima kasih nya. " Jangan perna tinggalkan Bing'er ya Pangeran Li."
" Mana Mungkin aku akan meninggalkan dirimu! Kau tenang saja! Aku akan ada selalu untukmu." Ucap Pangeran Li berusaha meyakinkan gadis cantik yang ada dalam pelukannya itu.
Dilepaskannya tangan yang melingkar perutnya, Pemuda itu menggeser tubuhnya ke pinggir ranjang, kemudian turun dan mengambil hanfu yang berserahkan di lantai. Pangeran Li Sau Yi memberikan hanfu milik Ling Yu Bing dan segera memakai kembali hanfu miliknya.
" Ayo bangun Bing'er! Segeralah pakai hanfumu. Kita tidak bisa berlama- lama di sini. Aku akan mengantar kan kamu pulang!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...