
Yuan Long yang masih saja tidak di perdulikan oleh Ling Ling dengan terpaksa akhirnya pergi ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah Yuan Long pergi. Tak lama kemudian Ling Ling keluar dari kamar mandi. Dia memakai hanfu warna hijau muda.
" Saatnya aku mengunjungi Ling In Chuan! Pengobatannya harus segera di lanjutkan!"
Ling Ling langsung pergi ke Pavilium Roseling. Di pelataran Pavilium dia bertemu dengan tabib tua tabib Hang.
" Kenapa kau ada di Paviliun Roseling ini? Apa yang telah kau lakukan?" tanya Ling Ling kepada Tabib tua itu.
"Eh.... Nona Ling! Saya datang ke sini, tentu saja ingin bertemu dengan Nona Ling In Chuan!"
Tabib tua tabib Hang menjawab pertanyaan Ling Ling, tanpa ada rasa takut sama sekali. Padahal dirinya sudah dilarang oleh Ling Ling datang ke Pavilium Roseling.
"Rupanya kau tidak perduli dengan laranganku! Ohh.. Kau berani melawanku? Aku sudah ingatkan padamu untuk tidak menyentuh Ling In Chuan!"
("Brengseeek! Bagimana dia tahu kalau aku menyentuh kembali Ling In Chuan. Harapanku pada Ling Ba Tin. Semoga dia berhasil! Aku tidak sabar ingin menyingkirkan wanita yang ada di hadapanku ini!") pikiran tabib tua tabib Hang.
"Siapa yang melawan Nona Ling! Saya mana berani! Saya tahu diri! Tolong jangan salah sangka begitu kepada saya!"
"Saya datang ka pavilium Roseling, karena hari ini adalah Festival Bunga! Saya ingin Nona Ling In Chuan juga ikut merayakan festival ini" ucap Tabib tua Hang.
"Ck, merayakan! Itu buat kamu tapi tidak buat dia! Baginya kesengsaraan dan kehancuran yang datang! Tidak ada gunanya juga kamu menutupinya!" ucap kasar Ling Ling.
Ling Ling melihat ekspresi dari tabib tua Hang kemudian kembali berbicara, " Kau pikir aku anak kecil yang bisa kau perdaya! Yang tidak bisa menerka dengan pasti apa yang kau lakukan?"
Ling Ling bukannya memihak atau membela Ling In Chuan. Yang di lakukannya semata - mata hanya karena, Dia paling tidak suka orang yang tidak jujur, dan orang yang bermuka dua.
Tangan Tabib Hang terkepal kuat. Dia berusaha sekuat tenaga untuk menahan emosinya. Dan dirinya pun menyadari tidak ada gunanya juga berpura- pura.
" Baiklah, saya akui! Saya kembali menyentuh Ling In Chuan! Dan asal Nona Ling Tahu, Ling In Chuan juga menikmati sentuhan saya!"
"Kami sama- sama menikmatinya! Tidak ada yang memaksa! Justru Nona Ling yang mengganggu kesenangan kami! Dan saya rasa, Nona Ling tidak mungkin menolong ataupun membantu tanpa memiliki maksud tersembunyi!" ujar tabib tua tabib Hang kepada gadis cantik yang ada di hadapannya itu.
PLAAK .PLAAAK
Begitu kerasnya tamparan Yang Ling Ling berikan pada tabib tua Tabib Hang. Mengakibatkan tabib tua Hang menyemburkan darah segar.
Tabib tua Tabib Hang yang tidak menyangka bila mendapat tamparan di pipinya matanya melotot penuh amarah kepada Ling Ling. Di hapusnya sisa darah segar yang ada di bibirnya.
" Kau semakin lancang! Kau pun semakin melunjak! Orang sepertimu harus dibeli pelajaran, agar tahu di mana posisinya berada!"
Ling Ling menatap tajam tabib tua Hang. Pada saat itu dari terdengar suara orang di belakang Ling Ling.
" Seharusnya Nona Ling tidak bertindak semena- mena. Saya tahu Anda adalah Nona muda keluarga Ling pusat! Tapi tidak semestinya memperlakukan tamu keluarga Ling cabang dengan tidak hormat seperti itu!"
Orang itu adalah Ling Ba Tin. Dia mana bisa membiarka rekannya mendapatkan masalah. Dia tidak mungkin pangkuh tangan melihat hal itu, tanpa melakukan apa- apa.
"Ck, tamu! Yang tidak menghormati tuan rumah! Bukankah sudah sepantasnya di usir!"
Mendengar apa yang di ucapkan oleh Ling Ling tangan kedua orang yang ada di dapannya itu makin terkepal. Dan itu tidak luput dari mata Ling Ling.
"Mana mungkin kita mengusirnya? Kita masih membutuhkan bantuan dan pertolongan darinya! Apakah Nona Ling tidak ingat kalau dia yang merawat Tuan Ling In Wurong!"
"Haha... Memangnya kenapa kalau dia merawat Ling In Wurong? Bukankah sangat mudah! Cukup di ganti oleh tabib baru yang jauh lebih baik!" ucap sarkas Ling Ling.
"Apaaaaaa? " Teriak tabib tua Hang.
"Yang benar saja Nona Ling! Anda benar -benar kelewatan!"
"Ohh... tidak usah pakai alasan! Sebenarnya yang keberatan itu adalah kau Ling Ba Tin! Karena Tabib tua Hang adalah rekanmu!" ucap gadis cantik itu.
Ling Ba Tin terdiam, dia sampai tidak bisa berkata- kata menghadapi Ling Ling. Karena apa yang di ucapkan oleh Ling Ling adalah kebenaran yang tidak bisa dirinya sangkal.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...