
Fang Bi Kang yang mendengar suara Ling Ba Tin dari Giok komunikasi sangat kaget. Dia tidak tahu apa bila Ling Ba Tin saat ini sedang bersama anak buahnya itu. Dan kepala pelayan Ling Ba Tin telah mendengarkan semua pembicaraan dirinya dengan Tang Talun.
Untung saja dia tidak sampai menyinggung rencana sesungguhnya yang akan di lancarkan oleh Bandit tengkorak Hitam kepada kediaman keluarga Ling.
" Ohh... Tuan Ling Ba Tin. Haha... Saya tidak tahu kalau anda saat ini sedang bersama dengan Tang Talun. Emm..., masalah pembayaran! Bukankah anda sudah tahu, kalau kami Bandit Tengkorak Hitam hanya mau di sewa ataupun kerjasama apabila pembayarannya ada di muka. Itu sudah menjadi peraturan kami."
"Tidak bisakah ada pengecualian! Ayolah.., berilah kelonggaran dan keringanan! Anda tidak akan pernah menyesal!" Ling Ba Tin sedikit membujuk.
"Hehe.. , ketentuan kami tidak bisa ditawar lagi! Bayarlah di muka! Kalau tidak, maka berarti kesepakatan ini akan berakhir dan Jangan membuang waktu kami lagi.." ucap Pimpinan Bandit Tengkorak Hitam tak mau tawar menawar lagi.
Andaikan rencananya dengan kepala pelayan Ling Ba Tin gagal atau tidak jadi berlanjut, bukan berarti rencana Bandit tengkorak hitam akan berubah. Mereka tetap akan menyerang kediaman keluarga Ling, sebab seluk beluk dan kelemahan yang ada di dalam kediaman keluarga Ling sudah ada dalam genggaman Bandit Tengkorak Hitam.
"Uhh... Baiklah, bayarannya akan aku berikan pada Tang Talun, wakil anda yang ada di sini. Dan ingaaat jangan sampai gagal!"
Ling Ba Tin akhirnya setuju membayar jasa pembunuhan Ling Ling di bayar dimuka. Karena tidak berhasil atau gagal membujuk serta mempengaruhi Fang Bi Kang.
Tang Talun langsung menutup komunikasinya dengan Pimpinan saat Ling Ba Tin setuju. Dia langsung menyimpan Giok komunikasi di dalam kantong penyimpanannya.
"Hehe... Tuan Ling Ba Tin, saatnya Anda membayarnya!" ucap Tang Talun mengingatkan Kepala pelayan Ling Ba Tin.
" Uhh... Akan aku bayar! Tunggulah! Akan aku ambilkan!" ucap Ling Ba Tin kemudian bergegas meninggalkan Barak Penjaga.
"Ck, sekarang ataupun nanti tetap saja aku akan membayarnya dua kali lipat. Untungnya Kunci gudang penyimpanan sudah ada di tanganku. Sekarang aku tinggal mengambil koin emas yang tersimpan di sana. Hehe... , aku tidak perlu mengeluarkan uang pribadi! Karena semuanya akan ditanggung dan dibiayai oleh pengeluaran kediaman keluarga Ling." ucap Ling Ba Tin dalam hati.
Tak membutuhkan waktu yang lama, Kepala pelayan Ling Ba Tin sudah kembali lagi ke Barak Penjaga. Dimana di situ sudah ada tang Talun yang menunggu dirinya.
"Terimalah kantong penyimpanan ini! Di dalam ada koin emas sebesar 300.000. Kau bisa menghitungnya." ucap Ling Ba Tin sambil melempar kantong penyimpanan kepada Tang Talun.
"Haha... Tidak perlu menghitungnya! Saya sangat percaya dengan Anda, Tuan Ling Ba Tin! Sungguh, senang sekali kerja sama dengan Anda!"
Tang Talun tersenyum semrik. Bagaimana dia tidak senang bekerja sama dengan Ling Ba Tin. Karena kebodohan dan keteledoran dari kepala pelayan keluarga Ling, yang akan membuat kelompok Bandit tengkorak hitam makin berjaya dan berkuasa nantinya di kota Shan Shan.
*
*
Secara diam- diam selama 7 hari, beberapa Bandit Tengkorak Hitam di susupkan oleh Tang Talun ke dalam kediaman kuarga Ling. Mereka telah menyebar di berbagai tempat. Karena mereka menyamar sebagai pelayan, penjaga, sais kuda, dan koki.
Penyamaran para Bandit Tengkorak Hitam itu tanpa sepengetahuan oleh Ling Ba Tin. Kepala pelayan keluarga Ling itu terlalu percaya dengan kesepakatan kerjasama diantara mereka. Dia hanya fokus untuk membalas dendam pada Ling Ling. Dan mengurangi kewaspadaannya pada orang luar, yang di bawanya masuk dalam kediaman Ling. Badahal orang luar itu adalah anggota Bandit Tengkorak Hitam yang terkenal akan kejahatan dan kesadisannya.
Tiap Anggota Bandit Tengkorak Hitam yang menyamar di bekali oleh giok komunikasi, agar memudahkan mereka dalam menjalankan rencana.
" Bagaimana saudara Tang Talun? Apakah perlu kita menggunakan racun untuk meracuni makanan mereka?" tanya bandit yang menyamar menjadi pelayan. Dia berbicara secara diam - diam dengan Tang Talun menggunakan giok komunikasi.
"Gunakan saja! Kita harus melemahkan kekuatan mereka. Kita harus menaklukkan kediaman Keluarga Ling ini! Jangan lupa untuk memberitahu rekan-rekan kita yang lain, agar jangan sampai mereka juga ikut memakan makanan yang beracun!"
Suara Tang Talun yang terdengar dari giok komunikasi yang di pegang Bandit Pelayan. Dan Bandit Pelayan akan berpura-pura mengerjakan sesuatu apa bila ada pelayan lain di dekatnya.
"Tentu saja, aku pasti akan memberitahu mereka! Aku benar-benar sudah tidak sabar menunggu hari menjelang malam! Apa lagi dengan para gadis yang ada di kediaman Keluarga Ling ini cantik-cantik sekali dan masih murni! Hehe..." kata Bandit Pelayan dengan mata bersinar.
" Jangan memikirkan perempuan saja, fokuslah sama tugasmu! Awas jangan sampai membuat kesalahan!" Tang Talun menegur keras Bandit Pelayan.
Bandit Pelayan segera mengakhiri komunikasinya dengan Tang Talun. Dia kembali melakukan tugasnya membuat aneka makanan untuk penghuni kediaman Ling. Makanan yang nantinya bakal dia taburi dengan racun.
Di dalam kediaman keluarga Ling ini hanya ada satu dapur. Dapur itu berada di belakang Paviliun Homeling. Dan dapur inilah yang menangani semua makanan untuk semua penghuni kediaman keluarga Ling.
Bandit pelayan bukan sendirian saat membuat makanan tapi di bantu dengan 5 orang koki. Dia harus mencari kesempatan untuk melancarkan aksinya.
" Siaaaal! Ternyata tidak gampang menaburkan racun! Aih... Kalau kesempatan tidak juga datang maka aku harus bisa menciptakan kesempatan dan peluang itu. Huh... Aku harus bisa mengecoh mereka!" ucap Bandit Pelayan dalam hatinya.
Bandit pelayan penuh dengan tekad. Tugasnya harus mampu dikerjakan dan selesaikan. Dia tidak boleh membuat kecewa rekan Bandit Tengkorak Hitam-nya.
" Tuan Ling Fei, biarkan aku yang membuat tumis kangkung dan Sup ikan sidat. Hehe... Aku sangat hebat dalam masakan ini! Saya jamin siapapun bakal ketagihan!" ucap Bandit Palayan merayu kepala koki kediaman Ling.
"Baiklah, aku serahkan kedua menu hidangan itu kepadamu! Buatlah porsi yang banyak!" ucap Ling Fei sambil menyetahkan seember ikan sidat.
Bandit Pelayan langsung tersenyum gembira, menciptakan peluang telah dirinya dapatkan. Sekarang akan sangat mudah bagi Bandit Pelayan untuk menjalankan tugasnya, menaburkan racun pada dua masakan yang khusus dibuat dari tangan trampilnya.
Satu jam lamanya waktu yang di butuhkan oleh Bandit pelayan membuat Tumis kangkung dan Sup ikan sidat.