Ling Ling

Ling Ling
Bab 45



"Aku tidak perduli dengan cara licik dan culas, asal bisa membunuh wanita keparaat ini! Melihatnya lama kelamaan makin menyesakkan dada saja!"


"Jangan gegabah kau bisa celaka sama seperti adikmu Ling In Chuan! Gabungkan kekuatan kita pasti bisa mencelakainya bahkan kemungkinan besar mampu membunuhnya?" ucap Ling In Wurong pada putrinya.


Ling Yuyu tidak mendengarkan saran yang di usulkan oleh ayahnya Ling In Wurong. Ling Yuyu sudah melesat menerjang Ling Ling dengan menggunakan pedang di tangannya.


"Aih... Akhirnya mau juga turun tangan! Kirain mau sembunyi terus di belakang ayahmu Ling In Wurong!" ucap Ling Ling menyindir sambil menghindari sabetan pedang Ling Yuyu.


"Bedebah. Kau telah berani menganggap rendah diriku! Brengseeeek kau Ling Ling!" ucap Ling Yuyu yang semakin tersulut emosi dan langsung menebaskan pedang dengan cepat.


Serangan Ling Yuyu dengan mudahnya di hindari oleh Ling Ling. Hal itu makin membuat Ling Yuyu murka sekaligus juga jengkel karena merasa tak berdaya menghadapi Ling Ling.


Ling Ling mempercepat serangannya dengan sengaja membenturkan pedangnya dengan pedang Ling Yuyu.


TAAAANG


Akibat benturan ke dua senjata yang penuh aura di udara membuat Ling Yuyu merasakan tangannya kesemutan dan serangan susulan tiba- tiba dari Ling Ling tak mampu Ling Yuyu hindari. Sehingga pegangannya pada pedang terlepas karena pergelangan tangannya terluka saat kurang cepat menghindar.


Ling Ling memanfaatkan kelengahan Ling Yuyu dengan cepat menendangnya ke arah tiang Pavilium Dreamling.


WHUUS BRAAAK AAHHH ...


"LING YUYUUUU!"


Begitu telaknya Ling Yuyu menabrak tiang Pavilium Dreamling sampai tubuh Ling In Wurong gemetar, dan berteriak menyebut nama anaknya denga lantang.


Ling Yuyu kini tergeletak tak bergerak sama sekali. Ling Yuyu telah pingsan. Ling In Wurong tertegun sejenak kemudian tersadar dan bermaksud mendekat serta memeriksa kondisi putrinya tapi...


AAUUHHH...


Tak lama kemudian Ling Yuyu tersadar dari pingsannya. Ling Yuyu berusaha bangun lagi dengan tubuh yang sempoyongan dan darah mengalir dari hidung dan di juga memuntahkan seteguk darah segar.


Ling Yuyu menyeka darah yang keluar dari hidungnya. Juga sisa darah yang ada di mulutnya. Ling Yuyu melotot melihat Ling Ling, kemudian mengambil sesuatu di kantong penyimpananya.


Sebuah bungkusan kecil dibukanya di hadapan ayahnya Ling In Wurong dan juga Ling Ling. Ternyata itu sebuah serbuk yang selanjutnya di lemparkan sekuat tenaga kepada Ling Ling.


Serbuk itu beterbangan terbawa angin. Ling Ling bisa menebak kalau yang barusan di lempar adalah serbuk racun.


" Ck, aku tidak membutuhkan ampun darimu! Begitu juga maaf darimu! Kau sampah buangan, tidak layak bergaya di hadapanku!" ucap Ling Yuyu.


Ling Ling berjalan mendekati Ling Yuyu. Pedang di tangan kanan kini menempel di leher putih jenjang Ling Yuyu.


" Ling... Ling Ling.... Beraninya Kamu..!" ucap Ling Yuyu mulai panik.


"Apa yang tidak berani aku lakukan? Apa yang tidak bisa aku kerjakan? Apa yang tidak mampu aku perbuat? Tidak ada yang membuat diriku takut?"


Usai berkata secepat kilat Ling Ling menikam dada Ling Yuyu. Seketika itu juga Ling Yuyu menjerit kemudian tak bergerak lagi.


AAHHH...


Ling Yuyu mati sambil matanya melolot. Tubuhnya perlahan amburuk di lantai Pavilium Dreamling.


"TIDAAAAAK! Bedebah! Orang rendahan aku akan membunuhmuuuu!"


"Hem... Kekuatan seperti apa lagi yang akan kau gunakan untuk melawan diriku? Masih adakah kekuatan yang tersimpan untuk menghadapi diriku? Aku jadi tidak sabar?" ucap Ling Ling.


Ling In Wurong matanya merah penuh dengan kemarahan yang meledak- ledak langsung menyeraang Ling Ling dengan sangat brutal.


Ling Ling menghindar sambil melancarkan serangan balasan dengan menggunakan pedangnya. Ling In Wurong menyerangnya kembali dengan membabi buta.


WHUUS BRAAK TANG


Pertarungan itu tidak lama hanya sebentar, sebab tanpa sepengetahuan Ling In Wurong sebuah jarum menembus lehernya.


"Oh... Jadi kau pun ikut terkena imbas racun yang di tebar oleh Ling Yuyu di udara! Dan tanpa di duga racun itu sekaramg mulai menggerogoti tubuhmu! Ck, Ka- si - han...!" ucap Ling Ling.


"Huuuh, seperti biasanya kau tidak perna membutuhkan bantuan dariku! Badahal aku menunggu dengan sabar, sangat sabar, kau meminta segera bantuanku!" ucap Yuan Long yang duduk bersandar di pohon besar yang ada di halaman Kediaman Keluarga Ling.


Yuan Long menarik nafas panjang kemudian menghilang dari pohon besar dan muncul kembali tidak jauh dari Ling Ling berdiri.


...****************...