Ling Ling

Ling Ling
Bab 136



Tabib tua Tabib Hang seketika itu juga langsung mendorong tubuh Ling In Chuan. Tubuh itu kini terlentang di atas ranjang dan tabib tua Hang segera menekan tubuh gadis cantik itu dengan menahan kedua tangannya di atas kepala.


" Tidak! Jangan! Aku tidak mau! Aku mohon, tolong lepaskan aku?"


Tentu saja Ling In Chuan tidak tinggal diam, dia melawan tindakkan tabib tua Hang. Mana mungkin dia rela tubuhnya kembali di jamah oleh tabib tua Tabib Hang.


"Aku benar- benar kangen Nona Ling In Chuan! Senjata ajaibku ini, sangat menginginkan guanya, yang dulu sering di masukinya!"


Tabib Hang berusaha mencium bibir tipis gadis cantik itu. Ling In Chuan menghindar dengan mengatukkan kepalanya pada kepala tabib tua.


DUUUUK AAHHH...


Terdengar bunyi kepala beradu. Secara spontan keluar pekian tertahan dari tabib tua Hang dan Ling In Chuan. Sekali lagi Tabib tua Hang menyerang bibir gadis cantik itu. Dan Ling In Chuan berusaha kembali menghindar, tapi tidak bisa menggunakan trik yang sama, karena rambutnya sedikit ditarik kebelakang, yang bisa di lakukannya adalah merapatkan bibirnya dengan kuat agar kekenyalannya tidak bisa di rasakan oleh lelaki tua itu.


Tabib tua Hang tidak tinggal diam, dia langsung menggigit bibir bawah Ling In Chuan sehingga bibir itu terbuka dan dengan leluasa lidah tabib tua Hang menerobos dan mengonbrak- abrik mulut gadis cantik itu.


Setelah puas di mulut lelaki tua itu, pindah ke leher jenjang Gadis cantik itu. Dia mencium, menggigit dan menghisapnya. Memberikan beberapa bekas tanda kepemilikannya.


" Emm...Enak bukan...! Aku tahu, kau pun sebenarnya merindukan dan menginginkan kejantananku ini! Hehe..."


Ucap Tabib Hang dengan lirih sambil bibirnya tidak berhenti memberikan rangsangan kepada Ling In Chuan. Sebelah tangan Tabib tua yang bebas itu mulai menarik tali hanfu yang di kenakan Ling In Chuan. Dengan sekali tarik, tubuh yang tertutup hanfu itu mulai terlihatan. Walau ini bukan pertama kalinya tabib tua Hang melihatnya, tetapi tetap saja dia terpesona.


SLUUUP


Dengan cepat tabib tua Tabib Hang segera menyambar biji kelengkeng yang ada di pujuk salah satu gunung kembar itu. Dia menghisapnya dengan kuat dan rakus, sehingga Ling In Chuan yang sekuat tenaga melawan, tidak kuasa lagi menahan hasratnya sendiri.


Emm... Umm ...


Rintihan serta de-sa-han akhirnya keluar begitu saja dari bibir tipisnya. Padahal dirinya sudah berusaha, agar rintian laknat itu tidak sampai keluar dari mulutnya dan di dengar oleh Tabib Tua Hang. Tapi apa boleh buat, suara itu telah tertangkap oleh pendengaran tabib tua Hang. Dan hal itu justru membuat tabib tua Tabib Hang menjadi semakin bersemangat. Nafsu dirinya telah tersambut oleh Ling In Chuan.


Ohh... Emm Umm....


Ling In Chuan sedikit meracau ketika tabib tua Hang mulai menggigit kecil- kecil bergantian kedua biji kelengkengnya. Badahal sekarang ini kedua tangan Ling in chuan telah di bebaskan dari kuncian tabib tua Hang. Sedangakan ke dua tangan tabib tua Hang telah bergerilya pada tubuh putih nan mulus. Tangan itu membelai, meraba, mencubit dan meremas tiap jengkal badan gadis cantik itu.


" Ohh... Kau makin binal! Aku sangat suka itu! Tubuhmu begitu memabukkanku!"


Dengan tidak sabar lelaki tua bayah itu mulai melucuti hanfu yang di kenakannya. Dia juga menyingkirkan hanfu Ling In Chuan. Kini kedua orang berlainan jenis dan juga beda usia itu sama- sama polosnya tak ada benang yang menutupi tubuh keduanya.


Tabib tua Hang tersenyum penuh kemenangan, karena gadis yang di jarah tubuhnya itu, kini sudah sepenuhnya terbakar birahi dan pasrah kepada dirinya.


"Ling In Chuan, sayang! Bolehkan aku memasukinya? Memasukkan senjata ajaibku ini kedalam lubang kenikmatanmu?"


Ling In Chuan secara refleks menganggukkan kepalanya, memberi ijin lelaki tua itu untuk segera menjamah dan menikmati tubuhnya. Nafsu telah sepenuhnya mengambil alih kewarasannya. Karena dia tidak sabar ingin merasakan lebih, dan lebih lagi dari sentuhan yang telah di berikan oleh Tabib tua tabib Hang.


"Hehe.... Aku akan membawamu ke surga! Aku akan membuatmu menyerit keenakkan! Sudah aku bilang, beginian itu sangat enak! Malah teramat nikmat! Kau pasti akan ketagihan!"


Selesai berucap langsung saja tabib tua Hang mengeksekusi Ling In Chuan. Senjata ajaib kebanggaannya, telah sempurna memasuki lubang kenikmatan gadis cantik itu yang sempit.


AAHHH......


Rintihan lirih terucap dari bibir Ling In Chuan begitu benda asing berada di dalam gua kenikmatannya. Matanya terbuka dan tertutup saat senjata ajaib lelaki tua itu keluar masuk di dalam guanya.


Emm... Umm.... AAhh...


De-sa-han serta rintihan mulai silih berganti dari keduanya, baik itu Ling In Chuan mau pun Tabib tua Hang. Dan di saat pelepasannya, sih tabib tua Hang menancapkan benihnya sedalam mungki di dalam rahim Ling In Chuan. Seperti keinginannya yang memang ingin memiliki anak dengan Ling In Chuan. Itu impian yang ingin di wujudkan dan di raihnya. Percintaan panas itu mereka lakukan selama satu jam.


"Aku puaaas! Sangat puas! Kau memang wanita yang sangat luar biasa! tubuhmu nikmat sekali! Terima kasih Ling In Chuan, sayang!" ucap tabib tua tabib Hang sambil mengecup kening gadis cantik itu, kemudian dia merebahkan tubuhnya di samping tubuh Ling In Chuan yang lemah dan mengkilat penuh keringat.


"Hehe... Setelah tenaga kita pulih! Kita akan mengulanginya lagi! Uhh.. sungguh tubuhmu itu membuatku ketagihan, pinginnya lagi dan lagi!" Sambil berbicara tangannya menekan kedua gunung kembar Ling In Chuan.


Gadis cantik yang ada di sampingnya itu diam saja, tidak menanggapi ucapan lelaki tua itu. Dia juga tidak menepis tangan nakal yang tidak mau diam itu.


(" Ck, Setelah tenagaku pulih, aku pasti akan menyerangmu dan menghabisimu! Mana mungkin aku mau mengulanginya lagi! Tapi.. , biarlah dia berbuat semaunya dulu. Baru setelah dia lengah, akan sangat mudah membunuhnya. Untung saja obat penundah kehamilan masih ada, aku tinggal memgkomsumsinya setelah membunuh tua bangka ini.") ucap Ling In Chuan dalam hati.


Tiba - tiba saja tabib tua Tabib Hang yang semula terbaring di samping kini kembali berada di atas tubuh Ling In Chuan. Hal ini tentu saja sangat mengejutnyannya karena waktunya teramat cepat.


" Kau mau apa? Apa yang mau kau lakukan?" ucap Ling In Chuan pada lelaki tua itu.


"Aku ingin menunjukkan kepandaianku dan keperkasaanku di atas ranjang padamu! Uhh... Senjata ajaibku beraksi kembali! Haha... Mau gimana lagi? Sebelum masuk kamar ini, Aku lebih dulu meminum ramuan obat kuat! Akukan memang berencana menghabiskan malam denganmu! Hehe..."