
Sedangakan Ular piton kebanggaannya, berdiri tegak menantang siap untuk memasuki tempat yang sempit nan nikmat yang selama ini di jaga dan dirawat oleh Ling Nui. Dan Long Ki siap untuk menakhlukkannya.
Lelaki dekil itu langsung menubruk kembali tubuh Ling Nui, dia mulai mencium dan meremas kembali anggota badan gadis cantik itu, yang tadi sempat terjeda sesaat, guna melepaskan kain yang menempel pada tubuhnya.
AAUUHHHH... BRAAAK
Pada saat Long Ki mau memasukkan ular piton kebanggannya pada area inti Ling Nui, terdengar teriakan kesakitan dan sebuah benda jatuh tak jauh dari tempat mereka memadu kasih.
Lelaki dekil itu tidak memperdulikan apa yang terjadi di sekitarnya. Dia ingin menuntaskan hasrat yang tertunda ini, sebab ini adalah bagian akhir yang paling penting. Apa bila di tunda jelas akan lebih menyakitkan lagi. Dan pasti akan membuatnya sangat kecewa sekaligus menyesalinya.
Bagaimana tidak akan menyesal kalau gagal mendapatkan keperawanan seorang gadis, dia lelaki pertama yang merasakan kehangatan tubuhnya. Mendapatkan yang tersegel tidak bisa di pungkirinya juga sebagai sebuah kebanggaan.
Beda halnya dengan Ling Nui, ketika mendengar sebuah benda jatuh tidak jauh dari tempatnya di ajak ke surga dunia. Peristiwa itu membuatnya tersadar, gairah yang sempat mengendalikan jiwa dan raganya langsung pupus dan raib begitu saja.
Karena Ling Nui sudah tersadar, kesempatan itu tidak akan dia sia- siakan. Begitu Long Ki memposisikan ular pitonnya tepat pada area intinya, secepat kilat gadis itu bangun dari posisi terlentangnya, Ling Nui menggunakan kedua tangannya langsung mendorong sekuat tenaga tubuh lelaki dekil itu menjauh dari tubuhnya.
Mana mungkin dia membiarkan lelaki brengsek itu mendapatkan hartanya yang paling berharga, harta yang selama ini telah dirawat dan dijaga dengan baik. Harta yang akan dia persembahkan untuk orang yang menjadi suaminya. Orang yang lebih berhak untuk mendapatkannya.
"Tidak... Kau tidak boleh! Kau tidak berhak atas hal itu! Itu bukan untuk dirimu!"
WHUUUUUS
Begitu kuatnya dorongan Ling Nui, tubuh Long Ki pun terdorong jatuh sehingga gagal memasukkan ular pitonnya. Lelaki dekil itu terkejut, tiba-tiba saja gadis yang berada dalam kungkungannya itu kembali melawan dirinya. Menolak penyatuan jiwa dan raga dengan dirinya.
Dengan segera gadis cantik itu menggeser tubuhnya kesamping dan berusaha untuk berdiri. Ling Nui harus membawa tubuhnya yang masih telanjang itu menjauh, sejauh mungkin dari jangkauan lelaki dekil sih bandit Long Ki.
Ling Nui melirik sekilas benda yang jatuh, yang membuatnya tersadar akan situasi dirinya. "Nona Ling In Chuan.." Gadis cantik itu terkejut, matanya terbelalak saat menyadari benda yang jatuh itu ternyata tubuh Ling In Chuan.
Ling Nui dapat melihat dua orang lelaki tinggi dempal menyeringai mendekati tubuh Ling In Chuan yang terkapar. Begitu ada di hadapan Ling In Chuan, salah seorang lelaki dempal itu langsung merobek hanfu yang melekat pada tubuh gadis cantik itu.
HAHA HAHA HAHA
Ling Nui dapat mendengar dengan jelas tawa gembira dan kebahagiaan dari dua lelaki gempal itu. Bagaimana mungkin dua orang itu tidak senang bila wanita yang paling cantik dari tiga wanita yang ada di tempat itu akan mereka nikmati.
" Tidaaak... Tidaak..... Tidak! Aku tidak mau! Jauhkan tangan kotor kalian dari tubuhku, bajingaaaan!"
Teriakan tidak terima Ling In Chuan terdengar saat kedua lelaki gempal mulai merabai tubuh putih mulusnya secara bersama- sama.
" Siaal! Beraninya kau ja- lang!" ucap Long Ki setelah tubuhnya terhempas dan dia pun baru tersadar. "Haha... Apa katamu? Aku tidak peduli sama sekali! Yang pasti kau harus melayani gairahku ini, sekarang..."
Dengan cepat Long Ki segera bangun, dia langsung bergerak untuk meraih tubuh telanjang Ling Nui yang saat ini sudah berdiri dan berjalan agak jauh dari Long Ki. Begitu cepatnya gerakan Long Ki, sehingga Ling Nui tidak bisa menghindar saat kedua tangan kekar itu dapat menyentuh kembali pinggang rampingnya.
Ling Nui terkejut dan panik saat tangan kasar lelaki dekil berada di pinggangnya. Dia tidak tinggal diam, langsung saja melawan berusaha melepaskan cengkraman tangan itu, tapi usahanya tidak membawakan hasil.
WHUUUS BRUUUUUK
Long Ki langsung menarik tubuh ramping itu mendekat kepada dirinya, kemudian Ling Nui di dorongnya dan kemudian di hempaskannya kembali terlentang di lantai kamar Ling In Chuan.
"Haha... Kau pikir bisa menolak gairahku! Bisa lepas dari genggamanku. Ck, jangan bermimpi hal itu tidak akan pernah terjadi!" sarkas Ling Ki penuh dengan keyakinan. Karena lelaki dekil itu tahu gadis ini bukan seorang kultivator jadi bagaimana bisa dia melawannya.
Dengan bringas lelaki dekil itu kembali menindih tubuh Ling Nui. Dia melancarkan kembali aksinya mencium dan merabai sekujur tubuh gadis cantik itu dan meremas dengan kasar apa yang bisa diremas dari tubuh molek yang indah itu.
"Brengseeek cukup! Jangan! Aku bilang hentikan! Aku tidak mau! "
Gadis cantik itu dengan begitu gigihnya berusaha untuk melawan perbuatan dan tindakan kasar yang dilakukan Long Ki, tapi tidak juga menunjukkan hasil bakal bisa terlepas, padahal dia sudah menggunakan tangannya untuk mendorong wajah jelek itu agar tidak bisa menciumi dirinya, dan ada kalahnya mencakar dan memukul- mukul badan lelaki dekil itu agar lelaki dekil itu bisa sedikit merasa kesakitan, dengan begitu bisa menghentikannya meremasi dan merabai anggota badannya.
"Tidak ada gunanya melawanku! Percuma saja! Rupanya kau lebih suka aku sentuh dengan kasar dan brutal daripada dengan kelembutan. Jadi jangan salahkan aku!" Ancaman telah di lontarkan Long Ki kapada Ling Nui yang tidak mau menurut.
PLAAAK PLAAAK AAHH..
DUUUK BUUUK AAHHH..
Karena sudah tidak sabar dan juga terbakar emosi dan amarah yang tinggi apa lagi gairah yang menuntut pelepasan, membuatnya Long Ki akhirya menampari wajah cantik Ling Nui. Lelaki dekil itu juga mulai memukuli tubuh indah gadis cantik itu.
Ling Nui menjerit kesakitan setiap tamparan dan pukulan mendarat pada tubuhnya. Begitu kuat tenaga yang di gunakannya Long Ki untuk memberi pelajaran kepada dirinya. Gadis itu sudah tidak kuat lagi melawan, sekujur tubuhnya merasakan rasa sakit. Dia sudah menyerah dan pasrah akan keadaannya.
AAUUHH OOHH
Jeritan kesakitan kembali terdengar dari bibir seksual Ling Nui saat dengan kasar dan brutal Lelaki dekil itu memaksa memasukkan ular pitonnya pada inti gadis itu.
Air mata Ling Nui kembali lagi berderai saat menyadari sesuatu itu sekarang ini ada dalam dirinya. Kesuciannya kini telah resmi di ambil orang yang tak di kenalnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...