
Setelah mendapatkan tugas dari kepala keluarga Ling. Saat ini di dalam batin Ling In Chuan terjadi kemelut.
Ling In Chuan berterima kasih pada Ling Ling yang telah menolongnya dari cengkraman tabib Hang dan kepala pelayan Ling Ba Tin. Tapi dia juga sadar peristiwa yang terjadi itu karena dirinya kena racun Ling Ling.
Apa lagi Ling Ling adalah penyebab dari kakak perempuan kesayanyanya mati. Ayahnya jadi bunga ranjang juga di sebabkan Ling Ling.
Masih ada sedikit dari bagian dirinya yang ingin menuntut balas dendam pada Ling Ling. Ia merasa tak berguna dan tidak berbakti bila diam saja tanpa membuat perhitungan. Karena tidak bisa di pungkiri, kehancuran dari keluarganya memang di sebabkan oleh gadis yang semula di anggapnya sampah itu.
"Uhh, aku akan melakukan apa kemauan dari kepala keluarga , memberi Ling Ling racun Pelebur Mana. Dan aku juga akan memberitahu tentang racun ini padanya setelah tiga hari aku meracuninya. Dengan begini aku tidak merasa bersalah padanya, bisa tidaknya Ling Ling menetralkan racun." Gumam Ling In Chuan.
Sudah tidak ada jalan untuk mundur dan harus maju kedepan. Dia sudah bertekad, keputusan telah di buat dan pasti akan di jalankan oleh Ling In Chuan.
Untuk segera melancarkan aksinya, Ling In Chuan menuju dapur Paviliun Anggrek. Disana saat ini Ling Chi dan Ling Yun berkutat lebih dari satu jam dengan aneka bahan makanan yang akan dipersiapkan untuk makan malam Ling Ling.
"Saudari Yun, semua masakan sudah hampir siap tinggal sup ikan saja yang belum. Tatalah segera hidangan itu di atas meja, sup ikan nanti biar aku yang bawa."
Tepat pada saat itu Ling In Chuan masuk dan mendengar apa yang di ucapkan Ling Chi. Segera saja Ling In Chuan mengambil tindakan.
"Sini... Aku bantu membawanya." Ling In Chuan langsung mengangkat ayam panggang dan acar lobak.
" Emm... Aku tidak akan menyia-nyiakannya, ini adalah kesempatanku, makanan ini akan aku beri racun. Dengan begini aku sudah menjalankan perintah kepala keluarga Ling. Sekaligus sedikit membalas dendam." ucap Ling In Chuan dalam hati.
Dengan cepat Ling In Chuan menuang isi botol pada Acar lobak dan bumbu ayam panggang, diaduknya sebentar agar racun berbaur dalam masakan itu.
Gadis itu segera membawa hidangan yang mengandung racun itu menyusul Ling Yun. Ternyata di meja makan sudah ada Ling Ling yang menungguh.
Di taruhnya acar lobak dan ayam panggang itu di hadapan Ling Ling. Bahkan Ling In Chuan masih bisa menunjukkan senyumnya pada Nona Muda utama keluarga Ling itu. Tak sampai 5 menit Ling Chi datang dengan membawa sup ikan.
Mereka bertiga langsung pergi, karena Ling Ling hanya mau makan berdua saja dengan Yuan Long, sejak pemuda itu kembali.
"Emm,, kelihatannya sangat enak! Perutku jadi laper. Tapi mana Yuan Long, kenapa belum datang juga? Siaaal, apa aku harus makan sendiri?" gerutu Ling Ling.
Karena sudah lapar Ling Ling langsung menyantap hidangan yang tersaji. Dengan lahap Ling Ling memakan kepala ikan. Dan saat mau memakan acar lobak, langsung di taruhnya lagi. Hidungnya yang sangat sensitif mencium adanya racun dalam acar lobak.
" Brengseeek! Jadi, dia telah menentukan pilihan rupanya. Ohh... lebih memilih lawanku. Baiklah bila itu pilihanmu... Jangan salahkan aku."
Ling Ling menyeringai tatapan matanya begitu dingin. Hawa membunuh terasa pekat di sekitarnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...