Ling Ling

Ling Ling
Bab 112



Saat asap yang tebal itu, perlahan -lahan mulai memudar, terlihat jalas dua saudara Tang masih berdiri tegak. Kondisinya juga masih segar bugar, tidak ada luka akibat serangan dari Ling Ling.


" Brengseeek! Ternyata seranganku mampu dipatahkan dengan sangat gemilang! Pantas saja dia jumawa, ternyata dia menggunakan Jimat." gumam Ling Ling setelah tahu senjata rahasia yang menjadi andala dari dua bersaudara Tang.


" Haha.... Haha... Kau tidak akan pernah bisa mengalahkan kami! Selama kami memiliki Jimat pertahanan ini, kami tidak akan kenaapa- napa? Semua usahamu akan sia - sia! Hehe.."


Tang Chuli tertawa senang karena mampu membuat lawannya sangat terkejut. Tang Chuli pun sangat yakin bakal bisa memenangkan pertarungan ini karena adanya jimat pertahanan.


Tang Chuli berpikir, " Aku harus mampu untuk menguras semua tenaga yang dimiliki oleh wanita target kami itu. Aku harus membiarkannya menyerang terus menerus berbenturan dengan jimat pertahanan yang aku miliki ini!"


Tang Chuli benar -benar menganggap Ling Ling sebelah mata. Baginya Ling Ling tidak ubahnya Nona manja yang tidak memiliki pengetahuan. Sehingga tidak mungkin memikirkan cara mematahkan jimat Pertahanan.


" Aih... Harus mematahkan jimat pertahanan dulu baru bisa mengajar dua orang brengsek ini! Haha... Tidak masalah! Aku akan coba mematahkannya!" gumam Ling Ling mulai memasang kembali kuda- kudanya.


("Hehe...Beruntung di duniaku dulu aku telah belajar Array dan juga jimat serta segel walau sedikit agak bermalas -malasan tapi siapa yang menyangka di kesempatan kehidupan kedua aku ini sangat di butuhkan. Dan sebentar lagi aku akan menggunakan kemampuanku yang ikut kebawa kedunia ini. Jimat pertahana yang di miliki kedua bajingan ini menjadi tidak masalah lagi! Hihi... ") ucap Ling Ling dalam hati.


"Nona Ling, apa tidak sebaiknya Nona segera saja pergi dari sini? Saya akan berusaha mengalihkan perhatiannya kepada saya setelah itu berhasil, cepat - cepat Nona Ling lari dari sini!"


Ling Chi sudah bertekad untuk menyelamatkan Nona Majikannya dengan mengorbankan dirinya sendiri sebagai umpan.


Ling Chi tidak rela bila Nona majikannya yang selama ini selalu memperlakukan dirinya dan juga Ling Yun dengan baik bakhan Nona majikannya menganggap dirinya dan Juga Ling Yun sebagai keluarga dan sahabat. Akan mengalami hal yang buruk.


"Aih.. Kenapa harus lari? Menghadapi mereka berdua, kau jangan kuatir aku masih mampu dan bisa menghajar mereka bahkan mungkin menghabisi mereka pun aku masih sanggup." ucap Ling Ling kepada Ling Chi.


Usai berbicara sama Ling Chi langsung saja Ling Ling mengedarkan Aura dalam jumlah yang sangat besar. Dan Aura itu perlahan - lahan berubah menjadi burung Phoenix.


Sementara Tang Huli badannya gemetaran dengan sendirinya. " Celaka, kita terlalu menganggap remeh target! Siapa yang menyangka kalau target kita ini, ternyata memiliki kemampuan sangat , sangat, sangat tinggi!"


Ling Ling menggerakkan tangannya. Angin berhembus dengan sangat kencang menerjang Ke dua Tang bersaudara.


WHUUUUUS


Begitu melihat serangan datang langsung saja Tang Chuli segera saja mengaktifkan Jimat pertahanannya.


BRAAAAAAK


Bunyi benturan yang terjadi saat angin kencang bertemu dengan Jimat pertahanan. Dan Jimat pertahanan itu membentuk sebuah sangkar yang mampu memantulkan serangan lawan.


Jimat pertahanan yang berbentuk sangkar itu cukup lama bergetarnya. Sampai ada bias cahaya yang menyinari Jimat yang berwujud sangkar itu kemudian kembali tenang.


" Huh... Hampir saja Jimat pertahanan tidak mampu menahan serangan yang di lancarkan oleh target kita." ucap Tang Huli menarik nafas panjang dan masih ada sedikit kepanikan terlihat jelas di wajahnya.


"Aih... Ternyata belum cukup untuk bisa dan mampu menghancurkan jimat pertahanan itu. Haha... Saatnya merebut Aura yang ada di sekeliling. Yang akan digunakan sebagai senjata untuk menghancurkan jimat pertahanan. Apakah bisa melindungi orang yang ada di dalamnya?." ucap Ling Ling dengan seringai yang tak lepas dari wajah cantiknya itu.


Ling Ling langsung menghentakkan tangannya dengan lebih kuat dan cepat.


WHUUUUS


Angin yang sangat kencang langsung menyerang Tang bersaudara.