
" Woi... Melihat kami datang dalam keadaan terluka. Kenapa kalian diam dan hanya melihat saja, tidak adakah satupun di antara kalian yang mau menolong kami berdua?" ucap Tang Chuli kepada rekan -rekannya itu.
" Kalian benar-benar kelewatan! Sungguh terlalu! Jangan lihat saja, ayo tolonglah teman kamu ini! Bisa-bisanya kalian menonton kami! Kami berdua ini bukan penghibur yang bisa menghibur kalian semua."
Protes Tang Huli pada rekan- rekannya sesama anggota Bandit Tengkorak Hitam. Rasanya sakit hati sekali. Sudah kalah, jadi tontonan dan tidak ada yang mau menolong walau pun itu hanya basa basi saja.
Sementara rekan-rekannya yang lain hanya tersenyum masam padanya. Mereka tak habis pikir, bagaimana bisa gagal menjalankan tugas, lebih parahnya di kalahkan oleh seorang wanita yang menjadi target buruan. Seorang gadis yang terkenal sebagai sampah keluarga Ling.
" Hehe.. saudara Tang Huli, Maaaaaf! Bukannya kami tidak mau menolong ataupun membantu,.! Hanya saja kami semua ini dalam kondisi shock."
"Bener- bener itu, jangan suka marah-marah masa sama teman sendiri sakit hati sich ! Khan sial kalau beneran tidak ada yang peduli! Hehe...." ucap Tang Tangyo berusaha menenangkan keadaan.
"Hihi ... Bukankah dari awal kalian berdua memang tidak menginginkan batuan dari kami, bisa mengatasinya. Hehe..., sekarang jadi salah kami, ANEH..."
Mendengar ucapan dari rekannya, Tang Hulu dan Tang Chuli makin menggelap matanya. Keduanya jelas saja tidak terima di jadikan bahan sindiran.
"Apa kalian tidak sadar? Situasi kita ini tidak sesuai dengan prediksi? Kami berdua kalah telak! Kami di pecundangi! Target kita itu kekuatan dan kemampuannya sangat tinggi!!"
"Ohh..., benarkah! Bukannya kalian kalah karena menganggap lawan lemah! Mentang -mentang punya jimat! Uluran tangan dari teman kalian berdua tidak sudi! Sekarang minta bantuan.... Woi sadar sudah telaaaaat!"
"Brengsek... Tutup mulutmu! Kau jangan membuat aku tambah marah! Aku ini lagi sakit hati kau malah mau mencari masalah denganku!" Ucap Tang Huli mulai emosi kepada rekannya yang berbaju hijau itu.
"Cukup...! Tidak usah di teruskan! Kalian berdua istirahatlah!" ucap lelaki paruh bayah berjubah kuning dan kemudian dia menelunjuk orang yang ada di sebelah kanannya. " Dan Kau.. cepat panggilkan tabib untuk mengobati luka keduanya! Aku akan melaporkan peristiwa ini pada pimpinan."
Begitu suara orang ini terdengar kondisi langsung tenang, tak ada satupun yang bicara. Tang Huli dan Tang Chuli langsung masuk kamarnya masing - masing. Begitu juga dengan orang yang di tunjuk langsung bergegas pergi mencari tabib.
Paviliun Homeling
Akhirnya Ling Ling dan Ling Chi tiba di kediaman Ling. Mereka berdua langsung saja menuju Paviliun Homeling.
Saat masuk Paviliun Homeling, mereka berdua langsung di suguhi pemandangan yang mengunggah selerah. Dimana di sana telah tertata beberapa jenis makanan siap untuk di santap.
Seorang pemuda tampan duduk dengan elegan di depan meja makan. Dan seorang gadis muda yang cantik sedang meletakkan hidangan yang ada di tangannya di atas meja makan.
"Ohh... Baguslah kalian sudah kembali! Tepat waktu! Dudukkah...! Mumpung makanan ini masih pada hangat!" ucap Yuan Long setelah melihat kedatangan Ling Ling dan Ling Chi.
Ling Ling tersenyum dan melangkah mendekat kemudian duduk di hadapan Yuan Long. " Aih... Tahu aja kalau cacing dalam perutku pada kelaparan! Kau memang yang terbaik! Hehe... Baguslah, semua makanan ini adalah makanan kesukaanku!"
"Hem... Bagaimana puas tidak hari ini jalan jalannya?"
"Sedikit ...! Tapi tidak masalah yang penting apa yang aku butuhkan sudah di dapatkan!"
"Aih.... Tadi Nona Ling terlibat pertarungan! Seharusnya tadi Tuan Yuan Long Ikut!"
Mereka berempat berbincang - bincang sambil makan dengan Ling Chi menceritakan kembali kejadian yang tadi di alaminya di hadapan Yuan Long dan Ling Yun serta keputusan Ling Ling yang akan membimbing dan mengajari Kultivasi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...