Ling Ling

Ling Ling
Bab 127



Ling Ling menyerahkan Pil Sartot kepada Ling Niu. Agar di minumkan kepada Ling In Chuan. Pil Sartot adalah salah satu dari beberapa jenis Pil yang ada di dalam cincin dimensi yang berasal dari Zaman Modern yang ikut terbawa Ling Ling ke zaman ini.


Sebenarnya Ling Ling masih sedikit agak keberatan menggunakan Pil Sartot untuk Ling In Chuan, tapi keadaan yang membuat dirinya harus menggunakannya, sebab dia tidak bisa berlama - lama lagi di kota Shan Shan.


Setelah menyerahkan Pil Sartot, Ling Ling bergegas meninggalkan kamar Ling In Chuan tapi sebelum pintu itu tertutup kembali terdengar suara Ling Ling. "Efeknya luar biasa sakit tapi usahakan bertahan jangan sampai pingsan. Bila itu terjadi maka sia -sialah pengobatan yang kau jalani."


Ling In Chuan yang mendengar apa yang telah di ucapkan oleh Ling Ling menggigit bibirnya. Dia sudah bertekad untuk sembuh, jadi dirinya akan sekuat mungkin untuk bisa bertahan.


("Setelah minum obat ini aku bisa bergerak! Sesakit apa pun aku pasti bisa memghadapinya! Sebab bila aku tidak sembuh penderitaanku jauh lebih menyakitkan lagi. Ini adalah perjuanganku untuk bisa membalik keadaan, membalas sakit hatiku kepada kedua tua bangka brengsek itu. Berani-beraninya mereka berdua, menjadikan aku budak nafsunya. Dan kalau mereka berdua tidak mendapatkan balasan, sungguh tidak adil hidup ini!") ucap Ling In Chuan dalam hatinya.


"Segera bawa obat itu padaku? Aku ingin meminumnya! Aku tidak sabar ingin sekali bisa bergerak! Aku tidak mau selamanya menjadi bunga ranjang! Manusia tidak berguna yang hanya bisa dijadikan media untuk pelampiasan nafsu dua lelaki tua!"


Segera saja Ling Niu mengambilkan air kemudian berjalan mendekat pada Ling In Chuan. Ling Niu memasukkan Pil Sartot ke dalam mulut Ling In Chuan di susul kemudian segelas air untuk membantu menelannya.


Begitu Pil Sartot masuk kerongkongan Pil itu langsung memeleh dan bersamaan dengan itu Ling In Chuan merasakan tubuhnya bagaikan di sayat -sayat ribuan pisau kecil nan tajam.


"Nona Ling, kau harus kuat! Jangan kalah sama rasa sakit! Bertahanlah!" Suara Ling Hiu terdengar di telinga Ling In Chuan.


"Anda pasti bisa. Saya percaya Nona Ling mampu melewati ujian ini!" Suara Ling Niu juga terdengar sayup - sayup di telinganya.


Seketika itu juga Ling In Chuan jadi teringat akan ucapan Ling Ling. Kalau dia gagal, maka akan sia -sia pengobatan yang di jalaninya selama ini, membuatnya berjuang kembali, sekuat tenaga untuk berusaha tetap tersadar. Dirinya tidak boleh kalah harus bisa melawan dan berhasil tetap terjaga.


Setengah jam Ling In Chuan bergelut merasakan rasa sakit itu, tapi sekarang perlahan-lahan rasa sakit itu mulai berkurang dan akhirnya benar - benar menghilang.


Senyum terbit menghias di wajah cantiknya yang penuh dengan peluh keringat, terlihat jelas raut mukanya yang kelelahan. Tapi terlihat jelas dari bias sinar di matanya, kalau dia bahagia telah berhasil bertahan.


Itu berarti pengobatannya yang dijalaninya tidaklah sia-sia. Dan manfaat dari Pil Sartot juga berhasil di serap tubuhnya dengan gemilang.