
" Syukurlah Nona Ling In Chuaan berhasil! Aku ikut senang, nona Ling!" ucap tulus Lung Niu kepada gadis cantik itu.
" Selamat Nona Ling ln Chuan! Akhirnya tak lama lagi anda bakal bisa berjalan! Bukankah Nona Ling Ling bilang 7 hari atau 5 hari Anda bisa menggerakkan badan!" Kata Ling Niu dengan gembira.
Ling In Chuan pun berkata, " Aku sudah tidak sabar menanti saat itu! Aku sudah bosan terus- terusan berbaring di atas ranjang."
" Saya akan membersihkan tubuh Nona Ling! Tunggu sebentar, saya akan menyiapkan segala keperluan mandi Nona Ling!"
Ling in Chuan menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan pelayannya, karena badannya memang sangat lengket dan hantunya juga sudah basah, memang seharusnya segera diganti.
**************
Paviliun Homeling
Ling Ling hari ini sudah memutuskan untuk mencari tahu, aura gelap dari salah satu penjaga yang direkomendasikan oleh Ling Ba Tin.
Dilihatnya seekor belalang hinggap pada sebuah batang bunga krisan yang tak jauh dari jendela kamarnya.
" Hehe...Bagus, aku bisa memanfaatkan belalang untuk bisa mengetahui siapa sebenarnya pemilik dari aura gelap itu! Dan apa tujuannya sebenarnya datang ke kediaman keluarga Ling ini?"
Segera saja Ling Ling menggunakan teknik yang ia dapatkan dari warisan burung Pheonix, jurusan yang kedua yaitu pengendalian serta berbagi penglihatan dengan binatang.
Sekarang ini, Belalang semba itu hinggap pada ranting daun pohon Gingko. karena orang yang sedang di incar dan akan di korek informasinya ada di bawa pohon Gingko untuk berteduh dari panasnya sinar matahari sekalian untuk istirahat. Pohon Gingko cukup besar dan dapat mencapai ketinggian 20-35 meter. Gingko memiliki daun berbentuk kipas yang biasanya panjangnya 5- 10 cm. Pohon yang sering juga di gunakan dalam hidangan mau pun pengobatan tradisional. Pohon Gingko ini memiliki umur yang panjang.
Lelaki itu bersandar pada batang pohon Gingko dan tak lama kemudian dia mengeluarkan sebuah benda dari dalam kantong penyimpanannya. Sebuah Giok kecil dengan warna putih pucat dan berbentuk telinga. Giok kecil itu adalah sebuah Giok komunikasi.
Segera saja Belalang Semba yang di kendalikan oleh Ling Ling melompat turun dan hinggap pada batang pohon tepat di atas kepala lelaki tampang kasar itu, yang tak lain adalah Tang Talun, anggota Bandit Tengkorak Hitam yang di sewa oleh Ling Ba Tin.
Tak lama kemudian terdengar suara Tang Talun, "Bos! Saya mau melaporkan, kalau Tuan Ling Ba Tin ingin kita segera bertindak. Dia tidak mau menunggu terlalu lama."
"Ohh... Jadi dia ingin mempercepatnya. Haha..., itu justru yang aku inginkan. Bagaimana dengan tugas khusus yang aku berikan padamu?" Terdengar suara dari Giok komunikasi.
"Beres Bos! Tidak ada kendala sama sekali! Aku sudah mengetahui seluk- beluk kediaman keluarga Ling ini dengan detail."
"Haha.... Bagus. Tidak salah aku mempercayaimu menjalankan tugas ini! Aku tahu, kau tidak akan mengecewakanku!" ucap pimpinan Bandit Tengkorak Hitam.
"Bos, targetnya sangat cantik sekali...! Rasanya sayang kalau langsung di bunuh. Bagaimana kalau kita jadikan dia dan beberapa pelayan cantik kediaman Ling sebagai hadiah bergilir untuk para anggota yang lainnya. Hehe... Mereka pasti senang sekali Bos!"
"Hemm... Usulmu boleh juga. Selain kita rampok dan kuras seluruh kekayaan keluarga Ling. Kita juga akan membawa sebanyak mungkin selimut hidup! Hihi... " tawa senang Pimpinan Bandit.