
Setelah selesai bicara dengan tabib tua tabib Hang, Ling Ling pun melihat pelayan wanita yang telah selesai membersihkan kamar dan bergegas mau keluar, sebelum sampai pintu kamar terdengar suara Ling Ling.
"Pelayan kemari!" Pelayan wanita itu berbalik mendekat pada Ling Ling. "Siapa namamu?" Ling Ling menanyakan nama pelayan manis itu.
" Nama saya Ling Kayun, Nona Ling!" jawab pelayan itu sambil menundukkan kepalanya. Kembali terdengar suara dari Ling Ling, " Mulai hari ini, kau merawat Ling In Chuan. Ajaklah satu temanmu yang bisa membantumu untuk mengurusnya!"
"Saya Nona!" ucap Ling Kayun terkejut dan ingin memastikan kalau apa yang di dengarnya itu bener apa tidak. " Apa Nona Ling ingin saya yang merawat dan mengurus Nona Ling In Chuan?"
"Iya, Apakah kau keberatan? Aku tidak akan memaksamu bila kau tidak mau!" ucap Ling Ling kepada Ling Kayun dengan sungguh- sungguh.
" Saya bersedia Nona Ling! Saya mau tugas ini!" ucap Ling Kayun mantap. Dia pun segera meninggalkan kamar Ling In Chuan setelah tidak ada lagi yang di bicarakan dengan Ling Ling.
Sedangkan Ling Ling berjalan mendekati ranjang Ling In Chuan. Dan dirinya saat ini berdiri di samping Ling In Chuan.
"Kelihatannya hari ini wajahmu lebih cerah! Aku ingin memeriksa keadaanmu!" Tangan Ling Ling menyentuh pergelangan tangan Ling In Chuan.
"Cobalah kau berbicara? Awalnya akan terasa sakit! Tapi itu perlu di coba! Ayo..!" Perintah Ling Ling kepada Ling In Chuan.
Perlahan Ling In Chuan berusaha mengeluarkan suaranya, tapi tidak ada apa pun yang terjadi. Ling In Chuan tidak putus asa, dia mengulangnya berulang kali tapi hasilnya tetap sama.
Ling Ling kembali mengeluarkan satu lagi Pil Araus yang mampu memperbaiki pita suara yang telah rusak dari Cincin dimensinya. Dia tidak lupa membantu Ling In Chuan meminum pil itu.
"Setelah suaramu kembali baru aku bisa mengurus kelumpuhanmu! Karena obat yang kau minum barusan akan kehilangan kasiatnya bila di campur dengan yang lain!"
("Aku tidak percaya! Pasti kamu Ling Ling yang melakukannya. Aku bukan anak kecil yang bisa kau bodohi.") ucap Ling In Chuan dalam hati.
"Kalau kau tidak percaya apa yang telah aku katakan? Kau bisa bertanya langsung pada ayahmu? Mintalah dia bersumpah atas nyawamu, maka kau akan tahu kebenarannya!" Ling Ling kembali berkata kepada wanita cantik yang terbaring di ranjang itu.
("Eh...Apa bersumpah? Bersumpah atas nyawaku ini! Jadi... jadi benar- benar ulah saudariku! Tidaaak, tidak mungkin!") pikiran Ling In Chuan yang kalut setelah mendengar apa yang di ucapkan oleh Ling Ling Kepada dirinya.
Ling Ling yang melihat sekilas perubahan yang terjadi pada raut wajah Ling In Chuan hanya menarik sedikit ujung bibirnya.
("Aku tidak bodoh dengan menyembuhkan sepenuhnya dirimu Ling In Chuan! Karena bila kau sembuh, dirimu pasti membalaskan dendam kakakmu Ling Yuyu. Kapan saja kau akan menikamku bila lengah...") Ucap Ling Ling dalam hati. Ling Ling sadar kalau dirinya tidak akan bisa mempercayai Ling In Chuan.
"Karena kau sudah minum obatnya, aku akan kembali besok!" Ling Ling melihat dua orang pelayan wanita masuk. "Yang merawat dan mengurus keperluanmu sudah datang! Kau tidak sendirian lagi dalam kamar."
Ling Ling memberi isyarat kepada dua pelayan yang baru masuk itu. " Iya Nona Ling, Apa yang harus kami lakukan?" ucap pelayan cantik itu.
"Kalian rawat dan jaga dia! Jangan ijinkan tabib Hang memberi ramuan obat lagi, karena Ling In Chuan sudah minum obat untuk hari ini." perintah Ling Ling kepada kedua pelayan cantik itu.
Keduanya menganggukkan kepala tanda mereka mengerti dan akan menjalankan tugasnya sesuai dengan perintah yang Ling Ling berikan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...