Ling Ling

Ling Ling
Bab 35



Ling Ling segera mengajak mereka pergi meninggalkan kediaman Keluarga Ling. Di persimpangan jalan mereka berhenti, karena mereka akan menuju tujuan masing - masing.


"Ling Yen, sekarang antar dia pada temanmu yang akan meninggalkan Kota Shan Shan. Jangan lupa ceritakan semuanya pada temanmu agar dia bisa melindunginya. Kita akan kembali ke kediaman Keluarga Ling saat hari petang!"


" Baik Nona! Saya pasti memberitahunya!" ucap Ling Yen bersungguh - sungguh. Dia tidak pergi berdua dengan adik Raylan tapi pergi bertiga bersama dengan Ling Chi juga ikut.


Usai bicara dengan mereka bertiga, Ling Ling bergegas pergi ke pusat kota Shan Shan. Tujuan Ling Ling adalah ke Pavilium Bambu Kuning. Pavilium yang menjual aneka macam barang antik dan langka.


Satu jam kemudian Ling Ling baru sampai Pavilium Bambu Kuning. Ternyata Pavilium Bambu kuning banyak sekali pengunjungnya. Ling Ling langsung berbaur dengan Pengunjung yang lain yang datang untuk melihat- lihat maupun pengujung yang mau membeli juga aneka barang yang di pajang dan di pamerkan.


Di sini ketelitian dan kejelihan dalam menemukan dan mendapatkan barang sangat di perlukan apalagi banyak pesaing yang pasti tahu dan mengerti barang langka yang berharga.


Ling Ling memang sengaja datang ke Pavilium Bambu Kuning untuk membeli senjata kuno. Senjata yang kabarnya, dia dapatkan dari seekor burung yang sedang bergosip dengan temannya.


Ling Ling yang memang tidak memiliki senjata yang bagus memutuskan untuk mendapatkan dan memiliki senjata yang bagus yang akan membantu dan menunjang dirinya saat membela diri maupun di gunakan untuk bertarung.


Cukup lama Ling Ling melihat aneka barang itu sampai matanya melihat sepasang pedang. Ling Ling mendekat dari arah depan dan seseorang mendekat dari arah samping sehingga keduanya tepat barada di depan pedang kembar.


Keduanya bersamaan berkata, "Pelayan ambilkan pedang ini!" Kedua sama terkejutnya dan saling melihat dan keduanya langsung saling menelunjuk, " Kauuu!"


Ling Ling yang terlalu fokus sama pedang kembar sampai tidak sadar akan kehiadiran wanita ini. Begitu pula sebaliknya wanita itupun sampai tidak tahu ada Ling Ling di dekatnya.


"Ck, Kota Shan Shan ini begitu luas kenapa juga bisa ketemu gadis tak tahu malu?" ucap Ling Ling kepada gadis yang ada di depannya seketika wajahnya makin merah entah itu malu ataukah marah, Ling Ling tidak peduli.


"Apa katamu? Berani ya kamu berbicara seperti itu? Perempuan seperti dirimu memang perlu di beri pelajaran! Aku akan membunuhmu..." Ucap gadis itu penuh kebencian kepada Ling Ling.


"Haha... Haha ... Itu kalau kau mampu Xiao Xiao!" ucap Ling Ling sambil tertawa renyah.


Xiao Xiao langsung melompat melacarkan serangan teknik cakar harimau yang di kuasainya. Tangannya membentuk cakar dengan kukunya yang panjang dan runcing, Xiao Xiao mulai melancarkan serangannya dengan cara menebaskan cakar tangannya ke tubuh Ling Ling.


BLAAS STEERT


Ling Ling melompat kebelakang menghindar dan cakaran Xiao Xiao mengenai tempat kosong. Melihat lawan bisa menghindar dengan mudah membuat Xiao Xiao makin mempercepat gerakan dan serangannya kepada Ling Ling.


WHUUS STEERT BRAAK


Ling Ling kembali menghindar dengan melompat kesamping dan melancarkan tendangan balasan kepada Xiao Xiao. Tendangan yang di selimuti Aura yang tebal itu mengenai paha Xiao Xioa sehingga tubuhnya tidak stabil kemudian tubuhnya oleng ke samping dan cakarannya mengenai kayu etalase tempat barang di pajang.


"BERHENTI! APA YANG KALIAN LAKUKAN? KALIAN MEMBUAT PARA PENGUNJUNG KAMI TIDAK NYAMAN! KALAU MAU BERTARUNG KELUAAR! TEMPAT INI BUKAN ARENA TANDING!"


Seorang Manejer Pavilium Bambu Kuning berteriak menghentikan pertarungan keduanya. Lelaki paruh baya itu melihat Ling Ling dan juga Xiao Xiao secara bergantian.


"Maaf Tuan! Kedua Nona Muda ini bertengkar karena merebutkan pedang kembar ini!" ucap pelayan toko yang melihat pertikaian mereka di saat dirinya mau mengambilkan pedang kembar tersebut.


Para pengunjung yang melihat dan menonton pertikaian dua gadis cantik menjadi penasaran dan tertarik sama pedang kembar yang menjadi biang kerok kerusuhan di Pavilium Bambu Kuning.


"Apakah itu pedang yang sangat langka? Sampai di perebutkan seperti itu? Apakah itu pedang istimewah?" ucap Pengunjung Satu penasaran.


"Bukannya itu Nona Xiao Xiao dari keluarga Xiao! Waaah, ini pasti pedang langka dan pasti memiliki keistimewahan!" ucap Pengunjung Tiga yang mengenali salah satu dari wanita cantik yang berkelahi itu Nona Muda keluarga Xiao.


"Wah... Ada barang bagus! Kebetulan aku juga butuh senjata! Aku juga mau membelinya! Kita lelang saja pedang itu sekarang!" seru seorang pengunjung berbaju mewah.