Ling Ling

Ling Ling
Bab 17



Ling Ling akhirnya tiba di Pavilium Homeling. Dia masuk kedalam dan di sambut oleh dua pelayan yang bekerja padanya Ling Chi dan Ling Yen.


"Kalian siapkan mandi untukku? Badanku terasa lengket! Apa ada kabar dari Pavilium Roseling tentang kedatangan Ling Yuyu?" tanya Ling Ling kepada Ling Chi.


"Belum ada Nona! Kabarnya masih dalam perjalanan? Tapi... Nona Ling , tadi pengurus kediaman keluarga membawa tabib dari luar kota! Kemungkinan sekarang ini dia sedang memeriksa keadaan dari Ling In Chuan!" ucap Ling Chi.


" Tabibnya kelihatannya sudah cukup berpengalaman karena usianya sekitar 60 tahunan, Nona!" ucap Ling Yen ikut juga menambahkan informasi.


Ling Ling tersenyum mendengar kabar ini. Karena dia tahu obat untuk menyembuhkan Ling In Chuan hanya dia yang bisa membuatnya. Tapi sampai kapanpun dia tidak akan perna mau memberikan obat penawar itu.


"Sekarang kalian kesana cari tahu bagaimana cara tabib itu mengobati Ling In Chuan? Tapi kalian jangan sampai ketahuan bila memata - matai," Ling Ling berkata kepada keduanya.


Ling Chi dan Ling Yen setelah mempersiapkan semua kebutuhan Ling Ling segera bergegas pergi ke pavilium Roseling.


"Apa salahnya sediah payung sebelum hujan! Ilmu farmasi selalu berkembang, ada banyak metode dan cara untuk menyembukan penyakit. Sumber daya pun juga ada yang bisa menyembukan kondisi Ling In Chuan tapi itu teramat sangat langkanya. Aku tak mau kalau sampai Ling In Chuan sembuh sekarang. Dia harus menderita dan kesakitan dulu !" Ucap Ling Ling dalam hati.


********


Pavilium Roseling


"Tabib periksalah dengan teliti kondisinya? Asal dia bisa sembuh saya akan membayar berapa pun yang kau minta?" Ucap Ling In Wurong Pada tabib itu.


"Panggil saya Tabib Hang. Saya akan mencoba sebisa dan semampu saya?" ucap tabib Hang.


Tak lama pengurus datang tergesah - gesah menghadap Tuannya. " Tuan maaf ada urusan yang memerlukan kehadiran Anda!" ujar Pengurus itu.


"Kamu bantu Tabib Hang disini merawat Ling In Chuan?" ucap Ling In Wurong merintah seorang pelayan wanita.


"Maaf, maaf saya suka berkerja sendiri! Kalau ada yang membantu saya merasa terganggu? Begitu juga bila ada yang menungguhi saat saya mengobati pasien jadi gugup dan grogi sehingga membuat banyak kesalahan!" ucap Tabib Hang kepada Ling In Wurong.


"Kau pergilah! Tabib Hang aku serahkan Ling In Chuan padamu!" Setelah berkata Ling In Wurong meninggalkan kamar anaknya.


Sekarang dalam kamar itu tinggal Tabib Hang dan Ling In Chuan. Begitu semua orang pergi dan pintu tertutup tabib Hang mendekat pada Ling In chuan. "Saatnya memeriksamu!" ucap tabib Hang sambil tangannya memegang tangan Ling In chuan. Tangan itu tidak hanya memegang tangan, muka, kaki, dan punggung dari Ling In Chuan. Tapi...


"Hentikan! Apa yang kau lakukan tabib! Jangan! Kau disini untuk menyembuhkan diriku!" pikiran Ling In chuan rasanya dia ingin menangis.


Karena hanfu yang dipakai Ling In Chuan bagian atas agak kebawa pada bagian di dada. Mengakibatkan dengan mudahnya tangan tabib menyusup pada bagian itu. Sehinggah tangan langsung menyentuh kulit dan mencubit biji kelengkeng. Kedua biji kelengkeng Ling In Chuan di cubit bergantian.


"Brengseeek! Kurang ajar! Tak tahu diri! Beraninya dia memperlakukan diriku seperti ini! Kalau aku sembuh orang pertama yang aku bunuh adalaah kauuu Tabib Hang! Baru setelah itu Ling Ling. Karena gara- gara Ling Ling aku mengalami pelecehan ini! Tubuhku yang tak perna di sentuh laki - laki! Aaach.." Ucap Ling In Wurong dalam hati sambil matanya melotot melihat dan merasakan yang di perbuat oleh Tabib Hang pada dirinya.


Setelah puas tabib Hang menghentikan aksinya. Tabib Hang yang melihat Ling In Chuan marah dan melototin dirinya hanya tersenyum kemudian dia mendekat ke telinga Ling In Chuan dan berbisik, "Itu bayaran khusus yang harus kamu bayar sendiri kepadaku untuk jasa pengobatan dariku! Dengan kata lain harta saja tidak cukup untuk mendapat jasaku harus ada kesenangan juga saat mengobati." usai berkata dia memegang kembali kedua aset Ling In Chuan dengan kedua tangannya dan meremasnya kuat.


"AUHH jauh- kan tanganmu dari asetku. Aku tidak sudi di sentuh oleh tangan kasarmu! Aku tidak rela di jamah oleh lelaki seumuran ayahku!" kata Ling In Chuan dalam hatinyĆ .


Kemudian Tabib Hang keluar menyiapkan semua obat yang harus diminum oleh Ling In Chuan tanpa di sadari oleh tabib Hang berbuatannya terhadap Ling In Chuan telah ketahui oleh seseorang yang bersembunyi dan mengintip dirinya dari awal hingga akhir.


Setelah dirasa cukup aman orang yang mengintip Tabib Hang dan Ling In Chuan segera keluar dari persembunyiannya baru saja dia mau melangkah, dia melihat Tabib Hang kembali lagi membawa obat. Terpaksa dia harus bersembunyi lagi bila tidak mau ketahuan.


Tabib masuk kamar Ling In Chuan dan menutup pintu.Ramuan sudah diseduh dalam gelas dan di bawa mendekat pada ranjang tempat gadis yang berbaring sakit.


"Saatnya minum obat!" Gelas yang berusi ramuan obat di dekatkan ke mulut Ling In Chuan dengan bantuan sendok di suapi kemulutnya. Tapi Ling In Chuan tidak mau membuka mulutnya.


"Karena kamu tidak mau minum obatnya! Aku punya cara sendiri agar kamu meminum obatnya!" usai berkata Tabib Hang meminum ramuan obat dan dan menekan rahang Ling In Chuan selanjutnya menciumnya dan menyalurkan obat dari mulut tabib Hang masuk ke mulut Ling In Chuan. Kejadian itu di ulang sebanyak tiga kali, dan ciuman yang terakhir setelah obat masuk sempurna dan tertelan oleh Ling In Chuan. Ciuman Tabib jadi ganas dan liar tangannya seperti punya pikiran sendiri kembali berada di dua aset milik Ling In Chuan dan memainkannya sesuka hati.


"Hentikan, hentikan, hentikaaaan! Jangan , jangaaan! Sudah cukup lelaki tua jelek!" ucap pikiran Ling In Chuan tidak terima diperlakukan seperti itu.


Tak berapa lama akhirnya Tabib Hang menghentikan perbuatannya dan dia melihat pintu. Kakinya melangkah ke pintu dan kemudian menguncinya. Dia balik ke tempat Ling In Chuan berada.


DEG


DEG


Diraihnya tengkuk Ling In Chuan dan Tabib Hang kembali menunduk mencium ganas gadis cantik itu. tanganya kembali bertengger di gunung dan menjelajahinya.


**********