
"Masa-masalah bi-biaya, kali-kalian jang-jangan kua-kuatir, a-aku yang a-akan mem-ba-yar-nya!" Ling In Wurong berucap kepada dua orang tua yang ada di hadapannya itu.
Agar kedua orang itu tidak mengkuatirkan ongkos menyewa orang yang bisa bikin Ling Ling merasakan akibat dari tindakannya selama ini yang sewenang- wenang terhadap putrinya.
"Ohh... Syukurlah kalau begitu, dengan begini urusan biaya tidak akan jadi masalah lagi! Ini semakin memudahkan kami berdua menyusun sebuah rencana menghadapinya." Kata tabib tua Tabib Hang senang sekali. Dengan Ling In Wurong turun tangan, maka dia tidak perlu lagi mengeluarkan uang pribadinya untuk menutupi kekurangan.
" Di saat seperti ini, Anda Tuan Ling In Wurong, memang bisa selalu diandalkan! Tak salah bila saya memberikan kesetiaan kepada Anda."
ucap Ling Ba Tin dengan sengaja memberikan sebuah pujian dan sanjungan kepada Kepala keluarga Ling cabang Shan Shan itu.
"Am-bil-lah ko-kotak ke-kecil di la-laci me-meja itu." Ling In Wurong menyuruh Ling Ba Tin, dengan segera kepala pelayan keluarga Ling itu mengambil sebuah kotak kecil berwarna hitam yang di maksud. Di bawanya kotak kecil itu di hadapan Ling In Wurong.
"Bu-ka-lah ko-kotak i-itu! Di da-lam-nya a-ada kun-ci ru-ruang pen-yim-pa-nan! A-aku se-rah-kan kun-kunci i-itu pa-da-mu!"
Ling Ba Tin tersenyum simpul mendengar perkataan dari Ling In Chuan. Di bukanya kotak kecil warna hitam itu, ia pun melihat sebuah kunci, mata Ling Ba Tin bersinar menatapnya.
Apa yang di harapkan dan diinginkannya kini ada di dalam genggamannya. Dengan memanfaatkan kepercayaan Ling In Wurong, ia telah sepenuhnya menguasai gudang penyimpanan. Ini sama saja memberinya seluruh kekayaan kediaman Ling. Dia bisa berbuat seenaknya dan jalan untuk menguasai serta mengendalikan kediaman Keluarga Ling sudah terbuka.
"Terima kasih atas kepercayaan, Tuan! Saya akan menggunakannya dengan sebaik-baiknya."
Setelah mendapatkan apa yang di inginkannya segera saja Ling Ba Tin memberi isyarat kepada Tabib tua Tabib Hang untuk segera meninggalkan kamar Ling In Wurang dan keluar dari Paviliun Krisan Ling.
"Tuan Ling, istirahatlah! Saya tidak akan mengganggu Anda!" ucap Ling Ba Tin sambil mengajungkan tinju di depan dadanya sebelum berbalik dan melanglah pergi.
"Aku juga harus pergi! Menyiapkan obat baru, sebab obat yang Anda minum sudah habis persediaannya, akan saya tambahi lagi dosisnya, biar anda secepatnya bisa sembuh!" Kata Tabib tua Hang kemudian melangkahkan kakinya mengikuti Ling Ba Tin dari belakang.
KRIIIIEEET
Terdengar pintu kamar Ling In Wurong terbuka dan kedua orang yang tadi menemaniLing In Wurong kini melangkah keluar kamar dan segera menutup pintu.
BLEEEEM
"Haha... Selamat Tuan Ling Ba Tin! Sekarang anda tidak pusing lagi, dan segera bisa membayar para Bandit Tengkorak Hitam."
"Haha... orang itu tidak tahu saja, bahwa kita melakukan semua ini agar bisa menghadapi dan menyingkirkan Ling Ling. Karena kita berdua mana mau melepaskan putrinya Ling In Chuan, Gadis itu tidak boleh lepas dari genggaman kita. Aku sangat suka berada di atas tubuhnya, apa lagi saat mendengar racauannya saat aku sentuh."
"Kau benar, aku pun ketagihan dengan tubuhnya. Ohh... Ya, Kalau bisa Ling Ling jangan langsung di bunuh. Tapi, buat kondisinya sama dengan Ling In Chuan. Hehe... Bukankah itu akan menjadi pembalasan yang sangat menyenangkan! Kita juga bisa memakai tubuhnya sepuas hati.."
Tabib tua Tabib Hang memberi ide gila kepada Ling Ba Tin untuk menangani Ling Ling selain balas dendam mereka juga sekalian bersenang- senang.
Ling Ling selain sangat cantik, ia memiliki kemampuan yang cukup tinggi. Bahkan Ling In Chuan kalah jauh, tidak bisa di bandingkan dengannya. Tapi apa yang di ucapkan oleh Tabib tua Hang juga sangat menggiurkan.
("Benar kata tabib Hang! Sayang sekali kalau kecantikan seperti itu di biarkan tidak di manfaatkan! Hehe ..., aku jadi ingin mendengar rintihannya saat dia ada di bawa kungkunganku!")
"Hehe.... Baiklah! Sesuai pesananmu. Aku akan memberitahukan hal ini dengan para bandit!" ucap Ling Ba Tin akhirnya menyetujuhi usulan dari tabib tua Tabib Hang.
Setelah berada di luar Paviliun Krisan Ling. Mereka berdua akhirnya berpisah, Ling Ba Tin bergegas bertemu dengan Tang Talun wakil dari Bandit Tengkorak Hitam yang saat ini sudah ada di dalam kediaman keluarga Ling. Dia harus memberitahukan keputusannya tentang Ling Ling sekaligus membahas membayaran atas jasa mereka.
🌿🌿🌿
Paviliun Homeling
Yuan Long saat ini sedang memandang gadis cantik yang baru keluar dari kamarnya. Dia pun mendekat dan langsung menarik kuat tangan gadis itu sehingga menabrak dada bidangnya. Tangannya pun langsung pindah pada pinggang ramping gadis tersebut. Dia pun memeluk erat Ling Ling dan menyandarkan kepalanya di bahu sebelah kiri.
"Yuan Long...! Apaan sich? Lepaaaas!" Ling Ling berusaha melepaskan diri dari pelukan pemuda tampan itu.
"Biarkan aku seperti ini! Ijinkan aku memelukmu sebentar saja Ling Ling! Hanya sebentar!" Yuan Long berkata lirih dan memelas agar di perbolehkan menyentuh dirinya.
"Aku tidak mauuu!" Ling Ling berusaha sekuat tenaga mendorong Yuan Long tapi tak mampu. Tak habis pikir, dia pun langsung menggunakan giginya untuk menggigit pundak Yuan Long dengan keras.
"Auh... Sial!" Secara refleks Yuan Long melepaskan pelukkannya saat merasakan sakit di pundaknya.
Hal itu tidak di sia- siakan Ling Ling untuk menjaga jarak dari Yuan Long, dia mundur tiga dua langkah, keburu tangan Yuan Long kembali menarik tangannya, agar Ling Ling tidak menjauh.
Dengan gerakan yang tiba-tiba, Yuan Long langsung berada tepat di deoan ling Ling. Tangan satunya yang bebas langsung mencengkram rahang Ling Ling dan di arahkan keatas memandang wajahnya.
"Kau... Emm...!"
Seketika itu juga bibir tipis Ling Ling langsung tersumpal bibir tebal Yuan Long. Ling Ling tidak bisa lagi melanjutkan ucapannya. Dan Tangan Yuan Long yang semula memegang tangan Ling Ling pindah ke pinggang ramping memeluknya sangat erat.
Begitu juga dengan tangan yang mencengkram rahang juga telah pindah melewati leher jenjang ke tengkuk Ling Ling guna memperdalam lagi cumbuannya.
Yuan Long baru melepaskan tautannya pada bibir Ling Ling saat dia merasajan gadis cantik itu telah kesulitan bernafas.
AHH AHH AHH
"Kau mau membunuhku ya!" ucap Ling Ling kepada pemuda tampan itu sambil menghirup udara sebanyak mungkin. Mata gadis itu melototi Yuan Long yang tersenyum merekah.