
"Oh... Karena wanitaku hebat, kuat dan mandiri makanya kamu cukup berpangku tangan!" ucap Yuan Long sambil melolot pada bawahannya.
"Tentu saja tidak Tuan! Saya akan membereskan sisanya! Saya akan memblokir tempat ini sehingga tidak ada yang datang dan pergi dari tempat ini!" ucap Yuan Jing.
Usai berkata Yuan Jing langsung menggilang dari tempat itu meninggalkan Yuan Long sendirian melihat dan menyaksikan pertarungan Ling Ling.
"Ling Ling-ku memang luar biasa! Tapi... Apa kali ini dia akan meminta bantuanku?" Yuan Long tersenyum berharap sangat Ling Ling meminta bantuanya.
"Ayo sebutlah namaku? Panggillah aku? Tergantunglah sedikit padaku? Ingatlah pada diriku?" ucap Yuan Long dalam hatinya.
BRAAK BRAAK BLAAM
Ke tiga laki -laki berbadan besar itu tergeletak dan muntah darah. Wajahnya yang sangar semakin terlihat menakutkan karena babak belur di hajar oleh Ling Ling.
"Hanya itu kemampuan kalian? Ck, sungguh mengecewakan?" ucap Ling Ling.
Para penjaga kediaman Keluarga Dong yang semula hanya jadi penonton sekarang serentak maju bersamaan menyerang Ling Ling dengan menggunakan senjata tajam.
Ling Ling pun mengambil pedang dari cincin dimensinya maju menghadang serangan para penjaga keluarga Dong.
TANG TING JLEEP
JLEEP CLAAHS CLAAHS
Dengan tingkatan dan kultivasi yang berbeda jauh mengakibatkan terjadinya pembantaian sepihak. Semua penjaga tergeletak tak bernyawa.
Ling Ling pun maju mendekati tiga pengawal Keluarga Dong yang baru saja melompat berdiri dari posisi terlentangnya. Kembali serangan gabuangan dari tiga pengawal di lancarkan kepada Ling Ling yang sudah siap dengan pedangnya.
BLAAM CRAAAHS JLEEP
Ketiganya juga menyusul para penjaga dikirim oleh Ling Ling menemui dewa kematian. Melihat semua orang suruhannya tewas membuat para Tuan Muda itu kaget, kwatir dan takut.
Ling Ling berjalan santai mendekati mereka tapi membuat para Tuan Muda itu berkeringat dingin. "Jangan mendekat? Tetap disitu? Kau mau apa?" ucap Dong San panik karena tubuhnya kian melemah tak bertenaga.
"Wanita rendahan berikan obat penawarnya? Kita berduel secara adil?" ucap Dong Bing yang kini duduk bersimpu dilantai.
Dong Mang yang baru saja tersadar dari pingsan, matanya melotot penuh amarah, "Kau, Kau wanita iblis Keluarga Dong tidak akan melepaskanmu? Kau akan membayar atas apa yang kau lakukan kepada kami."
"Wanita rendahan kau berada disini atas persetujuan kerjasama Keluarga Dong dan Keluarga Ling! Keluarga Ling mengirimmu sebagai bentuk ucapan terima kasih! Seharusnya kau menyenangkan dan menghibur kami!" ucap Dong Jun kepada Ling Ling.
Ling Ling lanjut berbicara, "Aku tidak perduli dengan kerjasama antar keluarga! Bahkan Keluarga Ling hancurpun aku tak peduli."
"Bagiku siapapun yang menghinaku akan mendapat bayarannya! Siapapun yang menyakitiku akan menerima akibatnya! Siapapun yang berbuat jahat padaku pasti memeroleh hukumannya!"
"Ohya... Lupa memberi tahu kalian! Mulai saat ini kalian tidak akan perna bisa hidup normal lagi sebagai laki- laki? Mulai hari ini tidak ada bedanya kasim dengan kalian! Haha..."
Mendengar apa yang di ucapkan oleh Ling Ling para Tuan Muda serempak menggeleng kepala dan juga berucap, "Tidaaaaaak!"
"Kauuuu, kau pasti berbohong? Kau pasti bercanda? I...Itu tidak mungkin? Itu tidak boleh terjadi?" ucap Dong San makin panik.
"Apa? Kasim! Kamu mengngebiri kami? Bagaimana mungkin?" tanya heran dari raut wajah Dong Jun.
"Kenapa tidak mungkin? Aku mengebiri kalian dengan menggunakan ini? Satu tusukan seperti di gigit semut dan mengandung bahan kimia" ucap Ling Ling sambil menunjukkan jarum -jarum kecil pada ke sepuluh laki - laki yang matanya makin melotot.
Tak lama kemudian Lin Lin melempar tiga buah pil berwarna coklat tua ke atas sebuah meja di dekat para Tuan Muda.
"Itu pil yang bisa menghilangkan efek lemah saraf dan juga pil yang bisa membuat kalian menjadi laki - laki kembali tapi efek dari racun tidak boleh lebih dari 2 jam kalau tidak , pil itupun tidak ada gunanya!"
Kesepuluh Tuan Muda itu melihat pil seperti harta karun, tanpa ada yang komando secara naluriah mereka bergerak bersama merai ketiga pil sehingga mereka berebut dengan segenap tenaga.
"Kalian harus mengalah padaku, aku adalah Tuan Muda pertama jadi lebih berhak!" ucap Dong San pada yang lainnya.
"Enak saja! Aku juga berhak dan yang lainnya juga! Statusmu tidak berguna disini?" ucap pemuda gondrong Dong Wa Lan.
"Siapa yang cepat dia yang dapat!" ucap dua pemuda bersamanan.
"Lancang kalian berani melawan perintah dari Keluarga Utama? Kau tahu bukan hukuman apa yang bakal di terima!" ucap Dong Bing.
Tanpa ragu lagi mereka berkelahi saling tarik, saling cakar, saling pukul sampai pada akhirnya mereka mengeluarkan senjata dari kantong penyimpanannya masing- masing.
Mereka kini tak perduli lagi akan nama keluarga, persaudaraan dan pertemanan yang ada saling meyakiti satu sama lain untuk tujuan kepentingan pribadi yang paling mendasar dari seorang pria. Darah mulai berceceran dari pertarungan itu.
Ling Ling segera meninggalkan tempat itu tanpa seorang pun yang menyadari. Dan dia tidak mau melihat dan menonton lagi kelanjutan perkelahian itu.
*******