Ling Ling

Ling Ling
Bab 111



Bagaimana Ling Chi tidak kuatir karena teman dari lelaki bertampang sangar mulai memasang kuda-kuda siap ikut terjun dalam pertarungan.


Ling Chi merasa kecewa pada dirinya sendiri, hanya bisa menjadi penonton saja. Kenapa dirinya tidak dari dulu juga belajar kultivasi, sehingga di saat seperti ini dia bisa membantu Nona majikannya bukan hanya menjadi bebannya saja.


"Aku akan membantumu saudaraku Tang Huli. Memberi pelajaran kepada wanita tak tahu di untung ini, sudah bagus disuruh pergi secara baik-baik tapi lebih memilih pergi dengan jalan menjadi cacat dari sini." ucap lelaki kekar tampang sangar 2 yang tak lain adalah Tang Chuli.


" Huh... Baguslah kalau kau mau bantu! Kenapa tidak sejak tadi kau ikut turun tangan?" ucap Tang Huli pada rekannya itu. "Apa kau sengaja? membiarkan wanita sialan ini menginjak-injak Harga Diri saudaramu ini!"


Tang Chuli bermaksud membalas ucapan dari rekannya itu, tapi baru saja mulutnya terbuka mau ngomong langsung terbungkam karena mendengar cuitan dari gadis cantik yang jadi lawan dari rekannya Tang Huli.


" Ohh... Mengusir itu bicara baik- baik! Wow... Aku baru tahu ada orang yang begitu bodohnya. Ternyata tampang orang bodoh dan tolol itu seperti ini!"


Ling Ling sengaja berbicara kepada kedua orang yang ada di hadapannya sambil matanya terus memandang keduanya secara bergantian dengan tatapan mata yang merendahkan dengan maksud makin memprovokasi.


"Brengseeeek! Wanita sialan! Kau benar-benar ya! Menguji kesabaran kami sampai pada batasnya!"


"Haha... Kau pikir dengan satu tambahan personil lagi untuk melawanku, bisa menghadapiku, bisa mengalahkan aku. Hehe... Kau terlalu percaya diri! Majulah! Bila ingin ikut pertarung melawan diriku! Aku tidak takut sama sekali! Lawan satu apa dua tidak ada bedanya bagiku! Hihi...." ucap Ling Ling semakin menambah bumbu kemarahan kedua saudara Tang itu.


Tang Chuli langsung saja melompat menerjang Ling Ling. Bersamaan dengan Tang Huli juga melayangkan tinjunya pada Ling Ling.


WHUUUUS WHUUUUS


Ling Ling yang melihat datangnya serangan langsung menghindarinya, ketika tinju Tang Huli mengincar perutnya Ling Ling segera mundur dua langkah ke belakang.


TAP-----


Serangan Tang Huli berhasil dihindari oleh Ling Ling, sehingga serangan itu mengenai ruangan kosong. Sementara itu serangan susulan yang datang dari Tang Chuli menerjang dari samping bersamaan dengan Ling Ling yang baru saja melangkah mundur. Sehingga...


BRAAAAK


BUUUK


Bunyi yang terdengar akibatnya Ling Ling tidak sempat menghindari serangan itu. Tubuh Ling Ling langsung terpental menabrak tubuh Ling Chi.


AAHHH...


Mata Ling Ling menjadi merah karena amarah yang sudah mulai bangkit, apalagi melihat kondisi pelayan cantiknya Ling Chi yang muntah seteguk darah segar.


"Keparat! Kalian berdua akan membayar dengan sangat mahal! Karena aku tidak akan pernah memaafkan ulah kalian ini! kalian telah berhutang luka dari pelayanku! Kalian pun pergi dari sini dalam keadaan luka parah sebagai bayarannya."


Selesai berkata Ling Ling langsung mengerahkan Aura dalam jumlah yang sangat besar yang meluap dari sekujur tubuhnya.


"Nona Ling, Anda tidak apa-apa khan! Jangan hiraukan keadaan saya! Nona Ling harus segera pergi dari sini!" ucap Ling Chi setelah berhasil berdiri dengan tegak, dia pun menghapus sisa darah yang ada di sudut bibirnya dengan telapak tangan kirinya.


Ling Chi tidak mau Nona majikannya sampai mengalami malah petaka. Ling Chi tidak rela bila Ling Ling sampai mengalami luka parah apabila tetap berada di kedai minum.


"Aku tidak apa-apa? Dan aku tidak akan pergi meninggalkan kedai minum ini! Aku masih sanggup mengatasi dua bajingan yang ada di hadapanku ini!"


Ling Ling langsung menghentakkan tangannya dan saat itu juga puluhan pisau Aura langsung menerjang dan menyerang Tang Chuli dan Tang Huli.


Melihat serangan datang dari gadis cantik yang telah berhasil di lukainya itu, tidak membuat dua saudara Tang gentar. Walau pun mereka berdua melihat serangan itu datang dengan sangat cepat dan ganas.


"Haha... Serangan seperti itu tidak membuat kami takut! Silakan serang kami berdua dari segala arah! Aku jamin tidak akan mampu menembus seujung jari pun tubuh kami ini!"


Tang Chuli menatang Ling Ling untuk bisa dan mampu melukai dirinya dan juga saudaranya Tang Huli. Apa yang di lakukan oleh Tang Chuli jelas sekali memprovokasi Ling Ling.


("Hem... Orang ini menantangku! Jelas dia memiliki sesuatu yang menjadi senjata Andalan yang bisa mematahkan dan menjatuhkan seranganku! Haha... Ini makin menarik! Aku makin tertantang untuk mengetahui , cara apa yang dipakai untuk melawan diriku!") ucap Ling Ling dalam hati.


"Ohya... Benarkah! Yakin mampu menghadang seranganku ini! Ck , Aku tidak butuh sekedar omongan. Aku dengan senang hati ingin membuktikan ucapanmu itu!"


BRAAAAK


BLAAAAAR


ucapan Ling Ling bersamaan dengan puluhan pisau Aura menghantam tubuh kedua saudara Tang. Terjadi benturan yang sangat keras yang memekakkan telinga.


Asap tebal menyelimuti tubuh kedua saudara Tang itu. Sehingga Ling Ling tidak bisa melihat dengan jelas, apa yang telah terjadi dan kekuatan apa yang dipakai untuk menghadang dan mematahkan serangannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...