
Yuan Long menarik nafas panjang dan menghempaskannya dengan sangat kasar. Mau tidak mau dia harus kompromi dengan keadaan, melawan terus juga percuma.
" Baiklah, aku akan menerimanya tapi aku juga memiliki syarat yang harus kalian kabulkan. Dan aku tidak mau ada penolakan atas usulku ini! Kita akan barter, saling bertukar yang sangat menguntungkan. Kalau kalian setuju aku pun akan setuju, bila tidak... Maaf saja, aku akan bertarung sampai mati."
Kelima orang tua itu saling pandang. Seolah memahami pikiran satu dengan yang lainnya, mereka berlima serentak menganggukkan kepalanya.
"Kami setuju...!" Yuan Low memakili saudaranya memberi jawaban pasti kepada Yuan Long. Mereka yakin kalau syarat itu pasti berhubungan dengan gadis alam bawah itu.
Mendengar jawaban yang di berikan oleh para pamannya, Yuan Long bertersenyum merekah, matanya memperlihatkan sinar kegembiraan.
🌿🌿🌿
Kediaman Keluarga Ling
Setelah meminum Pil Sartot yang mampu membuatnya bergerak, Ling In Chuan saat ini mulai fokus belajar berjalan di dalam kamarnya. Keinginannya untuk segera bisa berjalan, membuat Ling In Chuan tidak mengenal waktu. Pagi, siang, dan malam dia terus berlatih. Rasa sakit dan keringat yang membanjir tidak dia perdulikan.
"Nona Ling In Chuan, berhentiii ! Saya mohon istirahatlah sebentar !" ucap Ling Nui melihat kegigihan majikannya untuk bisa berjalan dengan lancar.
" Dari tadi Nona Ling In Chuan belum istirahat sama sekali! Kalau Nona seperti itu terus, saya khawatir akan jatuh sakit! Kalau itu sampai terjadi, bukankah akan sangat merugikan Nona Ling In Chuan sendiri." kata Ling Hui berusaha membujuk majikannya agar tenaganya tidak terlalu di paksakan.
"Hehe... Jangan kuatir, aku masih kuat! Aku masih Ingin berlatih lagi, tinggal sedikit lagi, aku bakal bisa berlari. Aku sungguh sudah tidak sabar." Ling In Chuan menjawab dengan penuh semangat. Kebahagian jelas terpancar dari wajah cantiknya.
" Baiklah Nona boleh terlatih lagi, tapi cuman sebentar saja! Setelah itu harus benar-benar istirahat! Apakah Nona lupa dengan apa yang diucapkan oleh Nona Ling Ling. Jangan memaksakan diri, Harus tahu porsinya kapan waktunya berlatih dan kapan waktunya berhenti. Maaf bukan maksud saya untuk mengatur Anda Nona Ling."
Tak lama kemudian gadis cantik yamg berlatih berjalan itu duduk selonjoran di lantai kamar sambil punggungnya bersandar pada dinding kamar.
"Uhh... Capek!" Ling in Chuan menghapus peluh yang ada di wajahnya. "Tapi aku senang akan hasilnya! Kemajuannya sangatlah cepat! Sekarang aku bisa melangkah tanpa bantuan, walau cuman bisa lima langkah."
"Bagaimana tidak capek, Nona berlatih terus tanpa mau berhenti. Jadi wajarlah kalau Nona Ling sekarang sudah bisa berjalan walau masih tertatih- tatih."
"Aih ... Rasanya lengket semua. Hehe, juga bau asam! Aku ingin membersihkan badanku! Tolong segera kalian persiapkan!" Perintah Ling In Chuan pada kedua pelayannya.
Ling Hui dan Ling Nui menganggukkan kepalanya, ke dua pelayan cantik itu segera menyiapkan segala keperluan mandi Ling In Chuan. Begitu persiapan sudah selesai, Ling Nui mendekat pada Ling In Chuan.
"Nona semua sudah beres! Mari saya bantu membersihkan tubuh Anda!" Ling Nui membantu Ling In Chuan berjalan menuju kamar mandi.
Karena sebentar lagi majikannya istirahaat, kedua pelayan cantik itu meninggalkan kamar Ling In Chuan. Gadis cantik itu di tinggalkan sendirian di dalam kamar. Tak berapa lama setelah kepergian kedua pelayan terdengar...
KRIIIIIIEEET BLAAAAM
Pintu kamar Ling In Chuan terbuka dari luar, Dan kemudian pintu itu langsung tertutup kembali. Tak lama kemudian terdengar langkah kaki pelan mendekati ranjang gadis cantik itu.
" Kau kembali? Syukurlah aku jadi ada yang menemani!" Ling In Chuan berbicara tanpa melihat siapa yang datang mendekat.
"Hehe... Aku pasti kembali! Jangan kuatir, aku akan menemanimu sampai pagi! Hihi..."
Ling In Chuan terkejut sekali ketika mendengar suara yang menjawab perkataannya. Dia tidak menyangka kalau yang datang adalah tabib tua Tabib Hang. Karena gadis cantik itu berfikir, yang datang kembali itu adalah salah satu dari ke dua pelayannya.
" Kau? Beraninya masuk kamarku! KELUAAR..." Ling In Chuan langsung bangun, tangannya menelunjuk pintu dan dia berteriak mengusir Tabib Tua Hang.
"Haha... Aku sudah datang! Mana mungkin aku pergi begitu saja! Tidakkah kau kangen padaku, seperti aku yang sangat merindukanmu! Hehe... Rindu ******* dan ekspresi wajahmu saat berada di bawah kungkunganku." Tabib tua Hang menggoda Ling In Chuan sambil terus melangkah mendekat. Jaraknya dengan ranjang sekarang tinggal beberapa langkah saja.
Ling In Chuan tangannya terkepal kuat sampai jari tangannya memutih, beraninya tua bangka itu mengingatkannya atas peristiwa yang menjijikkan itu. Kejadian yang membuatnya sakit hati.
Ling In Chuan juga melihat kalau Tabib tua Hang itu sudah sangat dekat dengan ranjangnya. Secara naluri dia menarik badannya makin ke samping kanan untuk menjauhi tabib tua itu.
"Jangan mendekat! Aku bilang Jangan mendekat! Jauh- jauhlah dariku! Tolooooong. Tol----," Ling In Chuan mau berteriak lagi, tapi sayang tabib tua Hang yang sudah ada di pinggir ranjang langsung melompat dan membungkam mulutnya.
Gadis cantik itu merontah dan berusaha membebaskan dirinya. Ling In Chuan tidak ingat dan juga menyadari, bahwasanya kemampuan yang di milikinya juga sudah kembali seperti semula, saat dirinya sembuh. Tapi karena panik, Ling In Chuan hanya melawan dengan menggunakan kekuatan fisiknya saja.
" Tidak ada gunanya kamu melawanku! Lebih baik kau pasrah dan menurutlah padaku!" Tabib Tua tabib Hang mengunci pergerakan Ling In Chuan.
Ling In Chuan baru menyadari kalau tabib tua Hang itu ternyata memiliki kemampuan, tubuhnya memancarkan aura hijau, yang menunjukkan tingkatannya tak kalah jauh dari ayahnya Ling In Wurong. Tabib tua tabib Hang rupanya bukan tabib biasa.
"Lama tidak bertemu, kau semakin cantik saja! Membuatku jadi tidak tahan! Hmm, tidak sia-sia beberapa hari ini aku diam-diam memperhatikan dan mengamati pergerakan dari kedua pelayanmu dari jauh. Sehingga aku tahu kapan waktunya yang tepat saat aku bertandang ke kamarmu. Dan terbukti! Hihi..."
Setelah berbicara tabib tua tabib Hang langsung saja mengeluarkan sebuah kertas jimat dari kantong penyimpanannya. Dengan mengirimkan kekuatan auranya kertas jimat itu pun bereaksi. Kertas jimat itu bercahaya dan seketika itu juga sebuah kurungan farmasi aura terbentang di dalam kamar. Dan kurungan farmasi itu seperti sebuah kubus yang berdiameter 5 meter.
Tabib tua Tabib Hang seketika itu juga langsung mendorong tubuh Ling In Chuan. Tubuh itu kini terlentang di atas ranjang dan tabib tua Hang segera menekan tubuh gadis cantik itu dengan menahan kedua tangannya di atas kepala.