Ling Ling

Ling Ling
Bab 192



Sedangkan Hu Liwan yang melihat serangannya dapat di hindari dengan mudah langsung saja mengejar dan memburu. Dia kembali lagi menyerang Yuan Jing.


WHUUUUUS BRAAAAK


Serangan yang di lancarkan Hu Liwan lansung di hadang oleh Yuan Jing. Sehingga terjadi benturan yang sangat keras akibat dari dua kekuatan Aura bertemu.


Sadar serangan dan juga kekuatannya dapat di hadang oleh musuhnya, Hu Liwan makin emosi dan marah. Ia pun menambah lagi kecepatan pukulan andalannya.


" Teknik Pukulan Bayangan!" teriak Hu Liwan mengerakkan kemampuan yang di miliki dan di kuasainya.


WHUUUUS WHUUUUS WHUUUUS


Begitu cepatnya pukulan yang diarahkan dan di tujuhkan kepada Yuan Jing, sehingga dalam waktu selama lima menit itu bisa tercipta bayangan pukulan sebanyak lima puluh genggaman tangan.


Melihat banyaknya bayangan pukulan yang datang secara bertubi- tubi tidak membuat Yuan Jing gemetaran, pemuda itu tetap saja santai menghadapinya.


Saat serangan Hu Liwan mendekat dan hampir menyentuh tubuhnya, Yuan Jing segera saja mengambil jimat Array yang ada dalam cincin dimensinya.


Begitu beberapa jimat Array ada di dalam genggaman tangannya, Yuan Jing langsung saja menyebarkannya di sekeliling tubuhnya.


"Jimat Array Pertahanan Aktifkan!" Gumam Yuan Jing lirih.


WHUUUJUS CLIIIIIIIING


Seketika itu juga jimat- jimat yang tersebar itu langsung bersinar. Saat bersinar Jimat Array itu mengeluarkan benang Aura tipis yang saling merangkai satu sama lain, yang perlahan- lahan membentuk sebuah sangkar perlindungan transparan yang sangat tipis tapi kuat terbuat dari energi aura.


BRAAAK BRAAAK BRAAAK


Lima puluh pukulan bayangan itu bertabrakan dengan jimat Array pertahanan. Walau datangnya pukulan itu beruntun tanpa jedah dari pukulan satu dengan pukulan yang lainnya. Tapi tidak mampu menggoyahkan apa lagi menghancurkan sangkar perlindungan yang terbuat dari jimat Array.


Hu Liwaan tidak terima mendengar apa kata Yuan Jing. Tangannya terkepal kuat hingga berdarah, sebab kuku- kuku jari tangannya sampai menempus telapak tangannya.


" Brengsek! Aku tidak terima ini. Aku tidak mau dipermalukan seperti ini. Terpaksa aku harus menggunakan pil iblis. Tidak ada jalan lain kalau aku harus memenangkan pertarungan ini." ucap Hu Liwan dalam hati penuh tekad.


" Ck, Somboooong! Jangan senang dulu. Kau yang memaksaku menggunakan kekuatan ini. Jangan salahkan aku!"


Usai berkata Hu Liwan langsung menepuk kantong penyimpanannya. Ia mengambil sebuah pil berwarna hitam sebesar biji kelengkeng. Hu Liwan segera memasukkan pil hitam itu masuk ke dalam mulutnya.


Begitu pil Iblis bersentuhan dengan lidah langsung saja lumer. Seketika itu juga kasiat dari pil hitam itu terserap oleh tubuh Hu Liwan. Tak Berapa lama kemudian keluar asap hitam dari ubun- ubun atau bagian puncak kepala dari pemuda itu.


Saat asap hitam menghilang, perlahan - lahan terjadi perubahan pada tubuh Hu Liwan. Badannya membengkak, warna kulitnya menjadi kemerahan, giginya taringnya memanjang dan meruncing, matanya merah, wajahnya berubah mirip seekor binatang. Wujudnya Hu Liwan saat ini sungguh sangat menyeramkan.


"Apa yang baru saja ditelannya? Kenapa bisa jadi begitu?" tanya salah seorang penonton berjubah hijau kepada teman yang berdiri di sampingnya.


" Mengerikan! Sungguh sangat mengerikan! Tubuhku sampai ngeri melihat perubahannya!" ucap penonton berambut putuh.


"


" Ohh Tidak.... Saudara Hu Liwan menggunakan Pil Iblis." Gumam Hu Bing mulai tegang dan panik melihat perubahan yang terjadi pada Hu Liwan dari barisan penonton.


Hu Bing tahu kalau saat ini teman baiknya itu terpaksa menggunakan Pil Iblis. Karena Dia juga memilikinya di dalam kantong penyimpanannya. Semua anggota Klan Hu di bekali dengan satu pil iblis buat jaga- jaga. Dan pil hitam itu akan di pakai hanya saat kondisi sangat terdesak saja. Yang pasti itu berhubungan dengan nyawa. Walau secara instan dapat langsung meningkatkan kekuatan beberapa tahap akan tetapi resikonya juga sangat tinggi, siapa pun yang menggunakan pil itu maka kultivasinya tidak akan bisa berkembang lagi ke depannya.


AAAARRRR WHUUUUS


Hu Liwan menggeram seperti seekor binatang, dengan kekuatannya yang meningkat mengakibatkan adanya tekanan yang bisa di rasakan penonton. Ia mulai menerapkan kuda-kuda siap memulai pertarungan.


Sedangkan Yuan Jing yang melihat lawannya berubah segera mengambil pedang dari dalam cincin dimensi nya.