
"Ini Aset masa depanmu! Kenapa malah kau lukai? Aset ini nantinya dipakai untuk mencetak Ling Ling kecil dan Yuan Long Kecil."
"Aset ini sangatkah penting! Teramat sangat penting karena bisa bikin kamu terlena. Nanti akan menjadi primadonamu! Ini bisa bikin kamu ketagihan. Sekali kamu merasakannya kamu akan ingin lagi dan lagi!" Ucap nyerocos Yuan Long.
"Sudah puas ngocehnya? Kalau belum terusin saja bicaranya itu sama tiang! Aku mau istirahat sudah malam saatnya tidur." ucap Ling Ling.
"Hai... Mana boleh tidur? Kau harus tanggung jawab ini harus di obati! Pil saja tidak akan cukup harus keahlian khusus!" ucap Yuan Long tegas.
"Ck, Di obati! Yang benar saja! Aku tidak tahu cara mengobatinya? Cari yang bisa aku mau istirahat ngantuk mataku!" ucap Ling Ling tak peduli.
" Ayolah...Ngobatinya gampang kamu bisa! Melakukannya teramat sangat mudah! Cukup dipegang dan di elus itu obat paling mujarap!" ucap Yuan Long sambil tersenyum berharap.
" Dasar mesuuuum! Keluuuuuar!" teriak Ling Ling emosi kepada Yaun Long.
Gimana Ling Ling tidak emosi, jengkel dan marah kalau Yuan Long memintanya memegang dan mengelus aset pentingnya. Ling Ling tak habis pikir kenapa Yuan Long makin lama makin tak tahu malu, Tingkat mesumnya juga makin menjadi.
Cukup lama Ling Ling Tidak bisa memejamkan matanya. Tapi lama kelamaan dia pun akhirnya bisa terlelap juga.
Tak terasa malam pun sekarang sudah tenggelam dan tergantikan dengan mentari pagi yang bersinar menerobos cendela kamar hingga kamar yang semula gelap sekarang menjadi terang.
Ling Ling membuka kedua matanya sambil menggerakkan badannya kesamping dengan tangan keatas dan kaki saling menyilang.
TOK TOK TOK
Terdengar suara pintu diketuk dari luar. Ling Ling bersuara , " Masuklah tidak dikunci! " Tak lama kemudian Ling Yen masuk ke dalam kamar.
"Maaf Nona, Saya mau menyiapkan segera keperluan Anda mandi dan makanan juga sudah kami di hidangkan di meja makan," ucap Ling Yen kepada majikannya. Setelah mengiapkan semua keperluan Ling Ling mandi pelayan Ling Yen segera undur diri dari hadapan Ling Ling.
Ling Ling langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya dengan berendam sebentar di bak mandi yang penuh dengan bunga lavender.
Tak berapa lama kemudian Ling Ling keluar kamar bertepatan dengan Yuan Long Keluar kamarnya, keduanya beriring - iringan menuju meja makan.
"Bagaimana kemajuan dan perkembanganmu dalam menguasai warisan yang di tinggalkan oleh Burung Phioenix?" tanya Yuan Long kepada Ling Ling sambil menyantap hidangan yang ada di atas meja.
"Aku berhasil menguasai sampai tahap kedua itu pun baru semalam aku bisa sempurna. Aku juga langsung menggunakan dan mempraktekan tahap kedua!" ucap Ling Ling menjawab pertanyaan yuan Long.
" Hem... Jadi yang sudah kau kuasai dari warisan Pioenix adalah pertama bahasa binatang yang membuat dirimu bisa bicara dengan semua binatang tanpa terkecuali."
" Ke dua menakhlukan serta menguasai binatang itu berarti kamu bisa memerintah binatang dan tidak ada binatang yang bisa menolak perintahmu itu. juga artinya kamu bisa mengambil alih pendengaran dan penglihatan binatang apa pun yang kamu kehendaki."
" Jadi tinggal tahap ketiga yang belum kau kuasai yaitu mengendalikan dan menguasai api! Dan tahap ini yang paling sulit! Kalau kau butuh bantuanku bilang saja!" ucap Yuan Long kepada Ling Ling dengan bersungguh - sungguh.
"Aih... Aku bisa, Dan aku tidak butuh bantuanmu! Sebab aku tahu ujung - ujungnya kalau minta bantuanmu, kamu pasti minta imbalan aku mencium dirimu." Jawab Ling Ling penuh keyakinan.
"Haha... Haha...! Bagaimana kamu bisa tahu? Memangnya terlihat jelas apa? Kamu bisa baca pikiranku Ling' er!" ucap Yuan Long berbinar.
"Ck, Tidak usai pakai acara baca pikiran itu semua sudah terlihat dari sifat mesummu itu..." ucap Ling Ling.
********
Keluarga dari pelayan Ling Raylan telah diseret ke halaman Pavium mereka dalam posisi terikat dan berlutut baik tua maupun muda. Mereka di hadapkan pada Ling In Wurong.
"Jangan salahkan aku bila bertindak kejam pada kalian salahkan anggota keluarga kalian yang telah berani kurang ajar telah menodai Ling In Chuan yang sedang sakit!" ucap Ling In Wurong.
Ling Raylan di bawa kehadapan mereka dengan kondisi terluka parah. Dan diminta untuk meyaksikan hukuman yang harus diterima keluarganya karena ulahnya.
Tak lama kemudian suara Ling In Wurong terdengar, " Siksa mereka semua!" Mendengar perintah dari majikannya semua penjaga langsung menyiksa semua orang yang terikat itu.
BRAAK AUUUCH BUUK AAHH..
AUUCH CROOZ AAUUCHH..
Pukulan benda tajam dan tendangan telah mendarat di tubuh mereka. Teriakan rintihan sakit terdengar jelas dan nyaring dari mereka yang menerima siksaan.
Yang paling muda setelah mendapatkan siksaan jatuh tak bergerak tapi masih saja menerima siksaan. Entah kondisinya mati ataukah pingsan.
Rahlan yang melihat anggota keluarganya di siksa tidak tahan, dia menyambar pedang salah satu penjaga dan menusukkan pedang didadanya hingga tembus. Dia roboh ketanah bersimbah darah, dia melakukan bunuh diri.
Tak lama kemudian dua orang penjaga menyeret seorang gadis cantik ke hadapan Ling In Wurong. "Tuan kami berhasil menemukan dan menangkap adik dari pelayan itu yang bersembunyi?" ucap penjaga 1.
"Bunuh mereka semua! Dan untuk gadis ini aku berikan dia kepada kalian!" perintah Ling In Wurong kepada para penjaganya dan langsung berjalan meninggalkan halaman.
"AMPUN TUAN! Ampuni saya! Tolong maafkan saya!" ratapan ketakutan gadis cantik.
" Haha... Haha ... Kita yang nangkap berarti kita yang duluan yang menikmatinya!" ucap penjaga 1 kepada temannya .
"Siip... Hehe kebetulan aku semalam lagi kepengen tapi tidak punya uang untuk pergi ke rumah nikmat! Sekarang masih pagi langsung bisa menuju gua ternikmat.
Kedua penjaga itu langsung dengan kasarnya menarik gadis itu menuju barak penjaga. Setelah sampai di dorongnya gadis itu masuk barak. Kedua penjaga langsung nenarik dan merobek hanfu yang di pakai gadis cantik itu.
"Tidaaaak! Jangaaan! Lepaskan! Hentikan! Aku mohon! Biarkan aku!" ucap gadis malang itu.
Kedua penjaga itu tidak peduli, mereka tetap melakukan aksinya. Kini gadis cantik itu telanjang dan kedua penjaga buruh- buruh melepas pakaian yang dipakainya.
Keduanya menyeringai seperti serigala yang melihat kelinci. Keduanya langsung menerjang gadis polos itu dari depan dan belakang.
HIK HIK HIK...
Gadis itu menangis sambil berusaha melepaskan diri dari kebusan kedua penjaga. Kekuatan yang dimilikinya dapat dengan mudah di patahkan oleh kedua penjaga.
Sekarang dia tertangkap kedua tangannya ditarik kebelakang dan di pegang erat penjaga 1 sedangkan penjaga 2 tangannya sedang bergrilya meremas apa saja yang dapat di remas.
Penjaga 1 tidak mau ketinggalan akan aksi pe jaga 2 dia pun mulai menjulurkan lidahnya menyilat apa saja dalam jangkauannya.
*******