
Yuan Jing menghela nafas panjang setelah memenangkan pertempurannya. Tapi tidak ada senyum kegembiraan atau kepuasan yang bisa di lihat dari raut wajahnya. Dengan santainya dia melangkah mendekat ke kelompok Ling Ling.
Bertepatan dengan keluarnya para pengunjung yang semula masih berada di dalam rumah makan Pasti Puas. Mereka keluar dari puing- puing bangunan rumah makan yang hancur.
Ling Ling memberi isyarat kepada Ling Chi. Dan pelayan cantik itu seolah paham apa yang di inginkan oleh majikannya. Bahwa mereka harus memberi ganti rugi yang pantas dan sesuai kepada pemilik rumah makan. Ling Chi mendekat pada seorang paruh baya yang menjaga kasir rumah makan. Yang di ketahuinya sebagai pemilik rumah makan Pasti Puas.
" Tuan pemilik rumah makan inikan. Apakah ini cukup untuk mengganti segala macam kerugian yang di akibatkan oleh rekanku?" Tanya Ling Chi sambil menunjukkan tumpukan koin emas yang ada di tangannya pada lelaki itu.
" Iya Nona..! Ini lebih dari cukup. Terima kasih." Ucap lelaki paruh baya itu sambil menyimpan koin emas itu dalam kantong penyimpanannya, tak lupa dia juga menangkupkan tinju di depan dadanya.
Yuan Jing baru mau sampai di depan kelompok Ling Ling, gadis cantik itu tiba- tiba saja bergerak memimpin semua anak buahnya lewat di hadapan Yuan Jing menuju ke instal kuda di mana kereta kudanya saat ini berada setelah Ling Chi membayar semua kerugian pada pemilik rumah makan.
"Ayo pergi! Kita lanjutkan perjalan ...." Ucap Ling Ling saat melewati Yuan Jing yang berdiri diam di tempatnya, saat melihat Ling Ling dan kelompoknya melangkah mendekat ke arahnya.
Akhirnya Yuan Jing berbalik arah dan melangkahkan kakinya mengikuti teman- temannya. Tak berapa lama kemudian kereta yang di tumpangi Ling Ling, Ling Yun, Ling Chi Ling Yan dan Yuan Jing bergerak meninggalkan kawasan rumah makan melaju menuju ibu kota Shan City.
********
Ibu Kota Shan City
Di Sebuah Pavilium mewah dan megah. Di salah satu ruangannya telah berkumpul tiga orang. Satu pemuda tampan dan dua orang gadis cantik. Mereka adalah Ling In Chuan, Ling Yu Bing dan Pangeran Li Sau Yi.
" Jadi kabar itu benar, kalau gadis sampah itu bakal kembali ke kediaman Ling Pusat." Tanya Pangeran Li Sau Yi matanya fokus melihat ke depan menonton pertunjukan para penari cantik yang melenggak-lenggok menunjukkan bakatnya.
" Iya itu benar pangeran. Saya sendiri yang di utus oleh Ling Ling." Jawab Ling In Chuan dengan cepat.
" Ck, kau memanggil namanya. Nama itu terlalu indah untuknya, yang pantas itu adalah ****** tak berguna." sarkas Ling Yu Bing terlihat jelas gadis cantik itu tidak suka. "Tak sabar rasanya ingin segera bermain- main dengan ****** tak berguna itu." Di buangnya nafas panjangnya dengan kasar.
"Hmm..., kita tidak usah membahasnya. Merusak hari kita saja. Kita ada di sini ini mau bersenang - senang dengan melihat hiburan."
"Ling In Chuan sekarang kau boleh pergi!" Ling Yu Bing memberi isyarat dengan tangannya mengusir gadis cantik itu agar keluar dari ruangannya yang saat ini juga.
Ling In Chuan yang sadar kalau kehadirannya hanya mengganggu dua sejoli yang mabuk cinta itu segera berdiri dan menangkupkan kedua tangannya.
" Nona Ling Yu Bing dan Pangeran Li Sau Yi, saya pergi. Selamat bersenang- senang."
Begitu Ling In Chuan pergi segera saja Pangeran Li Sau Yi membuat gerakan dengan menepuk- nepuk kedua tangannya.
PLOOOK PLOOOK PLOOOK
" Cukup pertunjukannya! sekarang kalian boleh pergi meninggalkan ruangan ini."
Tanpa diminta untuk dua kali oleh pangeran Li Sau Yi para gadis penari itu segera meninggalkan kedua pasangan pemuda itu. Kini dalam ruangan indah dan besar hanya ada Ling Tu Bing dan Pangeran Lu Sau Yi
" Aku kangen sekali padamu Bing' er!" Di pandanginya gadis cantik yang ada di hadapannya itu. " Tidakkah kau merindukan diriku!"
Ling Yu Bing dengan malu - malu menjawabnya, "Sangat rindu. Rindu sekali denganmu Pangeran."
Mendengar jawaban dari wanita yang di incar dan teramat di inginkannya itu, membuat Pangeran Li Sau Yi menarik sudut bibirnya keatas. Puas atas jawaban gadis yang tersipu malu dengan menundukkan wajahnya itu sesuai dengan harapannya.
"Ahh... Benarkah? Apakah kau selalu ingat dan terbayang dengan apa yang perna kita lakukan bersama itu?" Pangeran Li Sau Yi kembali bertanya sambil merubah posisinya, sekarang dia duduk di samping gadis itu bukan lagi ada di depannya.
Dengan ada di samping, tidak ada lagi meja yang jadi penghalang. Dia bisa bebas mendekati dan merayu wanita cantik itu.
"Hmm... I - iya! A- Aku selalu terbayang. Sulit melupakan kejadian itu." Cicit Ling Yu Bing dengan muka merah merona.
Pangeran Lu Sau Yi menyentuh dan mengelus - elus pipi Ling Yu Bing dengan lembut. " Aku senang mendengarnya. Jawaban darimu memberikan aku kebahagiaan."
Gadis itu menengadahkan dan menatap mata elang pemuda tampan yang juga sedang menatap dirinya. Perlahan muka kedua insan yang berlainan jenis itu semakin mendekat, sampai akhirnya kedua bibir saling bertemu, mengecup, ******* dan menghisap.
Entah siapa dari keduanya yang memulai lebih dulu.Tapi yang pasti kedua belah pihak itu menikmatinya. Mereka berdua makin terbawa suasana intim.
" Emm ... Pangeran!" Suara Ling Yu Bing mende- sah karena aktifitas yang di lakukan lawannya. Dia tidak tahan geli yang di rasakan saat tangan Pangeran Li Sau Yi makin berani.
Pemuda tampan itu tangannya seperti bernyawa, merabah, mengelus dan meremas tubuh sintal dan montok gadis cantik itu.
" Kau Bing' er, semakin cantik dan menarik saja bila berekspresi seperti itu. Akuuu sangat sukaa!" Puji rayu Pangeran Li Sau Yi agar Ling Yu Bing makin terena akan permainannya.
Usai berkata Pangeraan Li Sau Yi langsung saja mencecap leher jenjang putih nan mulus Ling Yu Bing. Karena gemas dia meninggalkan jejak kepemilikannya. Tangannya tetap saja bergerak tanpa henti. Apa lagi pada dua gunung kembar yang menjadi tempat favoritnya itu.
"Ohh...Emm... Pangeran Li! Aku pun juga suka kamu! Cinta padamu. Ahh... Jadikan aku ini milikmu." Ling Yu Bing berbicara sambil bibirnya berulang kali mende- sah.
" Uhh.... Bing' er bukankah aku sudah jadi milikmu sejak kau mempersembahkan darah suci padaku."
Pangeran Li Sau Yi membopong tubuh ramping Ling Yu Bing tanpa melepaskan cumbuhannya. Gadis cantuk itu dia turunkan hati- hati ke atas ranjang besar yang ada di sudut ruang. Pemuda itu mulai menarik tali hanfu yang di kenakan gadis cantik yang sudah memasrahkan diri padanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...