
Ling Yu Bing sudah mulai terbawa suasana. Dan sudah tidak perduli lagi dengan sekitarnya. Gadis cantik itu hanya ingin menghilangkan rasa aneh yang ada di tubuhnya.
Dan Ia pun mulai membiarkan kedua penjaga Paviliun Merah itu berbuat sesuka hati mulai dari menggaruk, merabah dan meremas sekujur tubuhnya.
" Hehe... Enak bukan di bantu gini!"
" Pasti Enaak. Bohong kalau tidak enaaak! Kamu harus terima kasih karena pertolongan kami ini. Hehe..."
" I.. Iya Enaaak! Uhh... Enak sekaliiiii!"
Bahkan saat ini, Ling Yu Bing sudah tidak mengenakan sehelai benang pun yang melekat pada tubuhnya. Gadis cantik itu sudah sepenuhnya dikuasai oleh nafsu birahi.
Kedua Prajurit itu menuntun Ling Yu Bing ke arah ranjang. Dan di baringkannya tubuh molek nan mulus itu pada posisi terlentang. Mereka pun ikut naik dari dua sisi.
"Hehe... Aku tak menyangka hal ini bisa terjadi, ini seperti mimpi!"
Usai berkata Prajurit jaga1 langsung menghisap kuat dada kiri Ling Yu Bing. Ia seperti bayi yang kehausan. Tangan kirinya memainkan pinggul kiri gadis itu sedangkan tangan kanannya membelai area bibir bawah.
"He'em.. Kita bisa menikmati dan merasakan nikmatnya seorang Nona Bangsawan bersama- sama."
Prajurit jaga 2 mengikuti apa yang di lakukan oleh rekannya. Dia langsung ******* dan menghisap kuat dada kanan Ling Yu Bing. Kedua tangannya pun tak ketinggalan memainkan area sensitif gadis itu.
UUHH EMMM
AAHH AENG
Suara itu lah yang keluar dari bibir tipis Ling Yu Bing saat kedua Prajurit jaga mengeksplor tiap jengkal tubuh indahnya.
"Aku yang tua, jadi aku yang duluan memasukinya. Hehe tidak mengapa bukan."
" Mana bisa begitu! Aku juga ingin duluan merasakan gua kenikmatannya. Aku sudah tidak sabar lagi! Lagian dari tadi kau sudah kalah dari awal!" ucap prajurit jaga 2.
Ke dua orang itu lagi bernegoisasi siapa yang lebih dulu merasakan kehangatan mutlak dari Ling Yu Bing.
" Uhh, Baiklah...! Aku mengalah. Nasiiiib! Buruaan."
BLEEES
"Uihh,, Edan! Eunaaak! Sempit dan menyepit...!" ucap Prajurit jaga 2 saat memompa tubuh indah Ling Yu Bing.
UUH UUH
" Ehh, Tapi kenapa tidak kesakitan...!" Prajurit 1 memperhatikan gadis yang sedang di jamah oleh temannya itu.
"Ohh, Kau benar!" Prajurit jaga 2 baru mengalihkan matanya, memperhatikan ular Pitonnya yang sedang keluar masuk gua nikmat itu. Dia baru menyadari kalau tidak jejak darah setetes pun pada miliknya.
EMMM UUHH..
"Haha... Ternyata aku bukan yang pertama untuknya. Nona ini sudah tidak suci lagi."
"Uih, pantas saja reaksinya seperti itu. Dia sudah terbiasa dijamah dan disentuh laki-laki."
PLOOK PLOOK
Begitu dahsyatnya penyatuan mereka berdua sampai menimbulkan bunyi. Dan itu membuat Prajurit 1 makin tidak tahan lagi akan hasratnya.
" Sudaaah! Cabut segera ulat pendekmu itu. Sekarang giliranku...!"
Prajurit jaga 2 langsung menyambar ucapan rekannya. " Sebentar lagi! Nanggung ini... Kurang dkit..!"
Prajurit jaga 2 langsung mempercepat lagi tempo permainannya. Dia makin brutal dalam menggagahi Ling Yu Bing. Tak lama kemudian dia menegang dan kemudian....
CROOOT CROOT
Lelaki itu telah menanamkan benih unggulnya pada Ling Yu Bing. Kemudian dia langsung bangkit dan posisinya langsung di gantikan oleh Prajurit jaga 1.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...