Ling Ling

Ling Ling
Bab 139



Ling Nui langsung masuk ke kamar Ling in Chuan yang tidak di tutup. Bersamaan dengan Ling IN Chuan keluar dari kamar mandi di temani Ling Hui.


"Mana penjaganya? Aku mau mayat tua bangkah itu segera di singkirkan! Aku tidak ingin mayat itu Lama disini, hanya merusak pandangan mataku saja." ucap Ling In Chuan kepada Ling Nui.


" Sebentar lagi mereka pasti kesini, Nona! Kita tunggu saja!" Ling Nui menjawab pertanyaan majikannya itu.


Tak berapa lama kemudian beberapa penjaga datang bersamaan dengan kepala pelayan keluarga Ling sih Ling Ba Tin. "Angkat mayat Tabib Hang dan kirim ke kediamannya." Perintah Ling Ba Tin pada para penjaga. Kemudian Pandangannya mengarah kepada Ling In Chuan dan 2 pelayan pribadinya. "Siapa yang membunuh tabib Hang? Jelaskan semuanya padaku?"


Para penjaga itu bergegas mengangkat mayat tabib tua tabib Hang keluar dari kamar Ling In Chuan. Sedangkan Ling Niu dan Ling Hui langsung meninggalkan Ling In Chuan, keduanya segera membersihkan kamar Ling In Chuan tanpa harus di perintah, mereka sadar akan tugas dan kewajibannya.


"Tidak ada yang mau aku ceritakan padamu! Segera tinggalkan kamarku! Aku tidak mau melihatmu?" Sarkas Ling In Chuan tidak menginginkan Ling Ba Tin berada di dalam kamarnya. Sayangnya lelaki tua itu tidak peduli sama sekali.


"Ohh benerkah tidak mau melihatku? Hehe... Sayangnya itu tidak mungkin terjadi, kau akan selalu melihat kehadiranku." ucap Ling Ba Tin sambil matanya tidak perna lepas memandang Ling In Chuan yang duduk bersandar di ranjangnya. Di mata Ling Ba Tin gadis itu dalam keadaan apa pun terlihat segar, cantik dan menggemaskan.


"Ahh.. Jangan bilang tabib tua Hang itu mati di tangan Nona Ling Ling? Kalau dia mati di tangan salah satu pelayanan itu jelas tidak mungkin!" Tebak Ling Ba Tin penuh dengan keyakinan, karena yang bisa dan sanggup membunuh hanya Ling Ling karena dia tahu pasti gadis itu memiliki kemampuan cukup tinggi.


" Ohh... Begitukah? Haha.... Sayangnya bukan Ling Ling yang menghabisi tua bangkah itu! Tapi orang lain!" Ling In Chuan tersenyum senang. "Apakah kau tidak bisa menebaknya? Haha...


Ling Ba Tin memandang gadis itu dengan sangat intens. Melihat senyum dan kepuasan Ling In Chuan. Ling Ba Tin mulai menerkah kalau kematian tabib tua Hang pastilah Ling In Chuan. "Kau yang membunuh Tabib Hang? Itu tidak mungkin!"


" Tidak mungkin? Haha...Kalau Iya, memang kenapa? Apa yang akan kau lakukan padaku?" Tantang Ling In Chuan kepada pelayan keluarga Ling tidak takut sama sekali karena dia juga ingin lihat reaksi Ling Ba Tin.


Jawaban yang di berikan oleh gadis cantik itu membuat Ling Ba Tin sangatlah terkejut. Dia kaget sekali. Rasanya tidaklah mungkin hal itu bisa terjadi. Karena Ling Ba Tin tahu dan semua orang yang ada di kediaman Keluarga Ling jua tahu, kalau Ling In Chuan itu cacat, gadis itu telah lumpuh, mana mungkin bisa membunuh tabib tua Hang. Bergerak saja dia tidak bisa.


"Tidak... Itu jelas tidak mungkin! Mana mungkin hal itu bisa terjadi? Yang benar saja!" Ling Ba Tin masih saja tidak percaya.


"Sayangnya..., memang aku yang menghabisinya! Aku membunuhnya dengan tanganku sendiri!" Ling In Chuan mengangkat kedua tangannya keatas di hadapan kepala pelayan keluarga Ling. " Aku membantainya menggunakan pedang pendek memberian ayahku Ling In Wurong. Pedang yang aku dapatkan sebagai hadiah karena menjadi pemenang adu bakat waktu Festival Bunga."


Ling Ba Tin memandang Ling In Chuan dengan tajam kemudian ia menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan kasar. " Kau... Kau bisa bergerak? Kau membunuh tabib Hang? Kau.., jelas melakukan kesalahan fatal. Apa kau lupa? Tabib tua Hang adalah tabib yang merawat dan mengobati ayahmu! Ayahmu sangat percaya dan nyaman dalam perawatannya!"


" Kesalahan kau bilang?" Ling In Chuan memandang nyalang Ling Ba Tin. "Itu pantas dia terima! Tua bangka itu layak mendapatkannya!"


Ling Ba Tin baru mau membuka mulutnya untuk berbicara tapi Ling in Chuan sudah kembali lagi berucap, "Kami berdua tidak membutuhkan tabib tua bangka Hang itu! Camkan itu?"


"Ayahmu sangat membutuhkan keahliannya dalam meramu obat! Dan kau memang tidak butuh keahlian Tabib Hang membuat obat!" Ling Ba Tin senyam semrik, " Tapi kau membutuhkan keahlian yang lainnya? Hehe..."


"Tutup mulutmu!! " Ling In Chuan berang atas ucapan Ling Ba Tin. "Tua bangka itu sudah mati! Cukup mengganti dengan tabib yang baru! Kota Shan Shan ini besar, yang jadi tabib bukan hanya tua bangka itu saja, masih banyak tabib yang lain yang lebih pandai dan hebat!" Celetuk Ling In Chuan dengan emosi dan melotot kepada lelaki paruh baya itu.


Ling In Chuan mencibir kepala pelayan keluarga Ling itu, Iya tahu betul kenapa Ling Ba Tin ini sangat membela tabib tua tabib Hang. Dan itu bukanlah sebuah rahasia kalau mereka berdua bersahabat baik.


("Jelas saja kau membelanya, kau dan dia sama saja. Sama - sama pengkianat, sama- sama lelaki mesumnya! Dan sama- sama orang yang akan mati di tanganku! Tunggu saja giliranmu! ") Batin Ling In Chuan berkata.


" Tabib memang banyak tapi yang benar - benar ahli itu yang bisa di hitung jari! Tidaak gampang mencari tabib yang terkenal dan ahli mau merawat siang malam menemani Tuan Ling In Wurong yang banyak maunya itu!"


" CUKUP! Diam kau! Pelayan tak tahu diri! Beraninya kau mengkritik ayahku! Dia itu majikanmu! Pelayan Bajingan sepertimu memang tak tahu di untung! Tak tahu balas budi! Orang sepertimu seharusnya dari dulu di singkirkan biar tidak menjadi duri dalam daging!"


Ucapan Ling In Chuan membuat Ling Ba Tin mengepalkan tangannya. Gadis itu telah menyinggung harga dirinya. Dan dia tidak terima begitu saja di rendahkan oleh gadis yang sering di tidurinya itu.


"Haha..., Aku Ling Ba Tin memang pelayan rendahan tak tahu diri. Pelayan rendahan yang telah sering menidurimu! Pelayan rendahan yang telah menaburkan benih berulang kali padamu! Pelayan rendahan yang sudah tua tapi bisa menikmati gadis muda belia anak majikkannya. Hehe..."


"CUKUUUUP! TUTUP MULUTMUUU! BAJINGAN TUA! KU BUNUH KAUUUU...!" teriak Ling In Chua, Gadis itu marah sekali, badannya sampai gemetaran. Dia bangkit dan sekuat tenaga mendekati Ling Ba Tin yang berdiri di pinggir ranjang.