
Sementara Ling Ling yang melakukan perjalanan dari Kota Shan Shan menuju Ibukota Shan City telah menempuh jarak ratusan kilo meter.
Tak terasa sudah 30 hari atau satu bulan penuh telah berlalu. Sekarang ini Ling Ling dan juga rombongannya telah sampai di perbatasan ibu kota Shan City.
Di pintu gerbang Ibu Kota ada dua penjaga yang memeriksa dan mengatur boleh tidaknya orang masuk ke dalam ibu Kota Shan City.
Siapa pun yang ingin masuk ibu kota haruslah berbaris dengan rapi dan tertib serta tidak boleh saling serobot. Ada dua barisan yang cukup panjang. Baik itu orang maupun kereta kuda harus urut sesuai dengan waktu kedatangan.
Setiap orang di wajibkan untuk membayar bila ingin masuk. Dan apa bila tidak sanggup terpaksa harus kembali. Untuk masuk setiap orang harus menunjukkan giok idintitasnya. Kalau hilang atau tidak punya harus mengurus kembali. Dan para penjaga gerbang kota bisa membantu, tapi harus membayar dengan harga lumayan tinggi atau mahal.
" Ada berapa orang?" Tanya penjaga gerbang dengan tegas dan keras, saat kereta kuda rombongan Ling Ling mulai mendekat.
" Ada 5 orang total semuanya Tuan. Dua orang duduk di depan kereta dan 3 orang lagi yang berada di dalam kereta." Jawab Ling Yan dengan sangat cepat.
Seorang penjaga gerbang memeriksa benar tidaknya ucapan dari sais kereta itu. Untungnya, Ling Ling sebelumnya telah membuka tirai kereta sehingga penjaga gerbang bisa langsung melihat isi kereta.
" Tunjukkan identitas kalian?" Penjaga gerbang itu bertanya kembali pada rombongan Ling Ling.
Segera saja Ling Yan menunjukkan giok identitas lima orang yang di bawanya kepada penjaga. Dan penjaga itu melihatnya sebantar kemudian Mengangguk- anggukkan kepalanya. Setelah merasa bahwa giok identitas itu asli, Ia kembali menyerahkannya pada Ling Yan.
"5 orang berarti 15 Koin emas yang harus di bayar!" Ucap penjaga gerbang pada rombongan Ling Ling.
Segera saja Ling Chi menepuk kantong penyimpanannya dan memberikan 15 koin emas itu pada Ling Yan yang di depan. Agar Ling Yan menyerahkan Koin tersebut kepada Penjaga gerbang Ibukota Shan City.
Begitu penjaga mendapatkan membayaran pajak masuk, segera saja menyuruh rombongan Ling Ling meneruskan perjalanannya.
Ling Yan langsung mengendalikan kereta kuda yang di bawanya meninggalkan tempat itu. Kereta kuda di pacu agak pelan karena banyaknya orang yang lalu lalang.
"Ling Yan carilah lebih dulu rumah makan yang merangkap juga sebagai penginapan. Kita akan istirahat di situ. Baru besok pagi ke kediaman Ling."
"Aih... Aku nanti pasti akan tinggal di sana, tapi untuk sementara kita akan tinggal dulu di kediaman Ling. Karena ada yang harus aku kerjakan."
Ling Ling memang sengaja kembali ke kediaman keluarga Ling. Karena memang Ia ingin memberi perhitungan dan pelajaran serta juga mau menuntut haknya. Sudah saatnya paman peserta dengan keluarganya itu harus membayar hutangnya.
Mereka juga harus merasakan penderitaan dan kesakitan sama seperti yang di alami oleh Ling Ling. Sesuai dengan janji yang diberikan oleh Ling Ling modern kepada pemilik tubuh yang saat ini di tempatinya.
Ling Yun dan Ling Chi yang belum perna sama sekali meninggalkan kota kelahirannya kota Shan Shan, menjadi terbelalak dengan pemandangan pemandangan yang bisa di lihatnya dari cendela kereta.
" Ehh.... Saudari Chi lihat." Antusiasnya Ling Yun menunjuk - nunjuk beberapa bangunan di sepanjang jalan. " Itu, itu, itu juga!"
"Wooow, Ternyata beda sekali ya dengam Kota Shan Shan, Di sini kita bisa melihat banyak sekali Pavilium besar dan megah, Rumah makan dan kedai banyak pilihan sesuai selerah dan tebalnya kantong kita. Penginapan juga bisa pilih sesuai dengan kenyamanan. Bahkan tersedia banyak toko hanfu, toko serba ada yang menyediakan segala keperluan rumah, toko obat, juga tempat hiburan."
"He'em jauh lebih indah di luar dugaan. Pantas saja banyak yang suka tinggal di ibukota. Kalau seperti ini siapa yang tidak tahan."
Ling Ling hanya tersenyum mendengar obrolan kedua pelayan pribadinya itu. Dia malah malas melihat pemandangan di keluar.
Tak lama kemudian kereta kuda yang di tumpangi Ling Ling beserta rombongannya berhenti di sebuah penginapan yang merangkap sebagai kedai makan.
" Nona Ling, kita sudah sampai." Ucap Ling Yan sambil mengikat tali kereta pada tiang besar.
Ling Ling, Ling Chi dan Ling Yun segera keluar dari kereta. Kemudian Ling Ling memimpin kelompoknya memasuki penginapan.
"Ling Chi, segera kamu pesankan 5 kamar. Tiap orang memiliki kamarnya semdiri. Dan jangan lupa pesankan juga makanan yang bisa mengganjal perut."
Ling Chi langsung menuju kasir penginapan. Gadis itu harus memesan kamar dan makanan sesuai dengan apa kata majikannya. Sedangkan Ling Yun, Ling Yan, Ling Ling dan Yuan Jing segera menuju tempat kursih yang kosong.