Ling Ling

Ling Ling
Bab 145



"Untung..., Nona peka dengan racun! Sehingga kita semua selamat, terhindar dari marah bahaya." ucap Ling Chi yang di angguki oleh Ling Yun.


Ling Ling mengepalkan kedua tangannya dan juga berusaha menahan emosinya setelah mengetahui semua itu. Siapa orang yang ada dikediaman Ling ini yang bermaksud mencelakainya.


"Ini memang di sengaja mau mencelakai kita! Apa maksud dan tujuannya kita akan segera mengetahuinya? Karena pelakunya pasti akan datang menghampiri kita!" ucap Ling Ling dengan penuh keyakinan.


" Begitu pelakunya datang, kita akan membuat perhitungan dengannya, nona Ling!" kata Ling Chi penuh emosi.


"Harus.. Kita harus memberinya pelajaran! Mana bisa kita diam saja diperlakukan seperti ini! Aku Tidak terima!" ucap Ling Yun sambil menaruh buah pomelo. "Untung tadi Nona Ling Ling menginginkan buah Pomelo. Aku memetiknya lumayan banyak. Ya buah pomelo-lah yang akan kita makan, untuk mengganjal perut, dari pada keroncongan karena kelaparan."


Ling Ling, Ling Chi dan Ling Yun mau tidak mau terpaksa malam ini hanya makan buah pomelo. Buah pomelo adalah buah yang berbentuk bundar dan memiliki kulit yang tebal berwarna kuning kemasan dan warna buahnya juga kuning.


"Menurut nona Ling Ling, racun apakah yang dipakai untuk meracuni kita itu? Apakah termasuk racun tingkat tinggi?" Tanya Ling Chi kepada majikannya sambil mengupas buah.


"Racun Pelemahan Otot! Racun tingkat sedang! Siapa pun yang terkena racun ini untuk sementara waktu tidak akan mampu atau bisa menggunakan kemampuannya."


"Ohh.. Bukan racun untuk membunuh! Tapi hanya melemahkan kekuatan! Terus tujuan mereka sebenarnya ingin apa? Bukankah ini sangat mencurigakan sekali!"


"Kau akan mengetahuinya sebentar lagi! Persiapkan saja dirimu! Karena kita kemungkinan besar akan bertarung! Buanglah semua menu hidangan hari ini, kita harus berpura-pura kalau kita sudah mengkonsumsinya!"


Tak perlu diperintah untuk ke dua kalinya, baik itu Ling Chi maupun Ling Yun segera membereskan semua hidangan yang ada di atas meja.


*


*


Satu jam Ling Ling dan kedua pelayan pribadinya menungguh dengan sabar kedatangan orang yang menginginkan mereka bertiga celaka. Menunggu dengan posisi Ling Ling dan Ling Yun duduk sambil bersandar, sedangkan Ling Chi sampai telungkup di atas meja makan. Tak lama kemudian Ling Ling mendengar beberapa langkah kaki mendekat dengan cepat ke tempat dirinya saat ini berada.


Muncul beberapa lelaki tinggi, badan besar, kasar dan bertampang sangar di hadapan ketiga gadis cantik itu. Salah satu dari 5 lelaki itu Ling Ling mengenalinya sebagai penjaga gerbang Keluarga Ling yang memiliki aura gelap. Yang tak lain adalah Tang Talun.


"Wiiiih... Gadis-gadis kediaman keluarga Ling ini benar-benar cantik dan murni! Hehe... Aku tidak sabar ingin rasanya mencicipi! Pasti... Emm !"


"Saudara Tang, yang mana yang bernama Ling Ling yang menjadi target kita untuk segera kita habisi!" Tanya lelaki berhanfu kuning melirik Tang Talun.


"Gadis yang di tengah!" Tang Talun menelunjuk Ling Ling. " Nona pertama keluarga Ling! Dan Gadis yang akan kita jadikan hadiah bergilir untuk rekan- rekan kita."


Mendengar apa yang diucapkan oleh Tang Talun membuat Ling Chi dan Ling Yun seketika itu juga emosinya meledak.


"Bajingaaaan.... Beraninya kau!"


"Brengseeek! Dasar binatang...! Ku bunuh kau!"


Ketika Ling Chi dan Ling Yun mau menyerang Tang Talun terdengar suara Ling Ling. "Kalian lawan yang lain, yang tengah itu biar aku yang melawannya! Kalau kalian yang menyerangnya sama saja kalian hanya menyerahkan nyawa saja sebab Dia bukan tandingan kalian."


Ling Chi dan Ling tidak jadi menyerang Tang Talun mereka mengalihkannya kepada rekan Tang Talun yang memandang kedua gadis itu dengan pandangan mesum.


WHUUUS WHUUUUS


" Kalian tangani dua pelayan cantik itu biarkan majikannya target kita Nona Ling Ling, Hehe aku yang akan melawannya." ujar Tang Talun memberi perintah kepada rekannya sesama Badit Temgkorak Hitam.


"Baiklah saudara Tang, aku pasrahkan buruan cantik kita itu kepadamu! Aku percaya kau sanggup menanganinya."