Ling Ling

Ling Ling
Bab 23



Ling Ling tidak peduli dan mau tahu dengan dokumen yang terbakar. Ling Ling segera meninggalkan ruang kerja Ling In Wurong tanpa peduli dengan kepanikan yang terjadi akibat ulahnya. Dan Ling Ling merasa pelajaran itu cukup membuat ketar ketir Ling In Wurong .


"Wanita rendahan keparaaaat! Bagaimana bisa dia membakar semua dokumen penting? Dia pasti sengaja melakukannya?" Ucap Ling In Wurong dengan tubuh gemetar penuh amarah.


"Saya heran dengan para Tuan Muda Dong? Kenapa mereka tidak mampu menangani seorang wanita sampah seperti dirinya? Apakah mereka telah terperdaya oleh kecantikannya?" ucap Ling Ba Tin kepala pengurus pelayan.


" Mungkin saja! Dasar rubah betina! Harapan kita tinggal Ling Yuyu. Aku berharap segera tiba! Moga tidak ada yang menghambat dia di dalam perjalanannya. Dengan begitu kita bisa segera membuat perhitungan?" Ucap Ling In Wurong.


*******


Pavilium Homeling


Ling Ling Yang baru saja mau membaringan tubuhnya yang lelah di pembaringan terkejut saat merasakan ada tangan menyentuh pundaknya dengan lembut. Dan keterkejutannya menghilang saat mendengar suara...


"Kamu capekkan? Biarkan aku memijatmu? Semua kelelahanmu akan hilang dan badanmu akan terasa segar kembali!" ucap Yuan Long kepada Ling Ling.


" Lepaskan tanganmu dari pundakku! Aku tidak butuh pijatan!" ucap Ling Ling sambil menyingkirkan tangan Yuan Long dari pundaknya.


"Siapa bilang kamu tidak butuh pijatan? Kau itu membutuhkannya! Bukannya tenagamu cukup terkuras setelah menggerakkan badan sebentar di kediaman Dong?" ucap Yuan Long dan kembali tangannya menyentuh pundak Ling Ling dan memijatnya.


Ling Ling kaget mendengar apa yang di ucapkan oleh Yuan Long. "Jadi kamu memata - mataiku? Aku tidak suka bila privasiku di usik? Bukannya kamu sudah pergi dari sini kenapa kembali?" Ucap Ling Ling sambil membalik badan melihat mata pemuda tampan yang ada di hadapannya.


Yuan Long pun Menjawab, " Bukannya sudah perna aku katakan di mana ada Ling Ling maka di situ juga ada Yuan Long! Aku pergi sebentar karena ada urusan begitu selasai ya aku kembali! Lagian walau aku pergi bukan berarti aku meninggalkanmu sepenuhnya."


"Apa maksud perkataanmu itu? Jelaskan semua padaku?" Ling Ling bertanya pada Yuan Long yang memandangnya sambil tersenyum.


" Aku mengirim orang untuk mengawasi dan menjagamu selama aku pergi! Karena sekarang aku disini... Ya dia pergi sekarang!" ucap Yuan Long tanpa beban.


Ling Ling terbelalak akan tingkah laku pemuda tampan yang ada di depannya yang memutuskan segalanya seenaknya saja.


"Jadi selama ini firasatku benar. Kalau selama ini ada yang mengawasi!? Yuan Long sudah cukup kegilaanmu!"


"Bukan gila tapi bentuk kepedulianku kepada dirimu? Kamu juga kenapa melepas musuhmu Tuan Muda keluarga Dong? Seharusnya kamu tuntaskan agar suatu saat tidak menjadi duri dalam hidupmu!" Ucap Yuan Long menasehati Ling Ling.


"Biarkan aku memelukmu sebentar! Aku sangat merindukanmu! Aroma bau tubuhmu membuat aku kangen!"


"Lepaskan? Aku tidak mau? Yuan Looong lepaskaaaan!"


Yuan Long melepas pelukannya dan tangan kanannya merapikan rambut yang ada di wajah Ling Ling dan mengelus pelan pipinya. Kepala Yuan Long mendekat dan tangan kanan itu sudah berada di tengkuk Ling Ling menekan maju. Yuan Long mencium Ling Ling dengan sangat Lembut.


DEG


DEG


Kecupan itu sebentar, Yuan Long langsung pergi tapi sebelum mencapai pintu dia kembali berbicara, "istirahatlah! Dan jangan lupa mimpikan diriku." Kemudian kakinya melangkah keluar kamar Ling Ling menuju kamar sebelah yang menjadi kamarnya selama dirinya ada di Pavilium Homeling.


"Ada apa dengan diriku? Kenapa aku tidak marah Yuan Long menyentuh bibirku? Kenapa Aku tidak berontak saat Yuan Long menciumku? Setelah dia pergi dan datang kembali kenapa terasa ada yang berbeda? Ling Ling sebenarnya Kau kenapa?" pikiran Ling Ling bingung dengan kondisi dirinya.


Ling Ling akhirnya memutuskan segera beristirahat dan menghilangkan semua pikiran yang membuat dirinya kalut. Tapi matanya tidak mau juga terpejam.


Sementara di kamar sebelah Yuan Long senyam senyum sendiri karena ini pertama kalinya Ling Ling tidak marah- marah saat dirinya mencuri ciuman.


"Aku senang karena Ling Ling tidak marah lagi saat aku cium. Aku bahagia karena Ling Ling mulai mengakui keberadaan diriku yang selalu ada untuknya. Aku gembira karena hubunganku dengannya akan baik- baik saja." ucap Yuan Long dalam hati.


Yuan Long merebahkan tubuhnnya sambil membayangkan senyuman Ling Ling yang selalu mampu membuat dirinya terpesona. Dan itu mampu mengantar Yuan Long menuju dunia mimpi.


Kicau burung di pagi hari dan sinar mentari yang masuk lewat celah jendela mengarah tepat ke wajah telah membangunkan Ling Ling yang semalam tidur larut malam.


Saat Ling Ling membuka kedua matanya, di suguhi pemandangan senyum mempesona seorang pemuda yang sangat tampan yang selama ini selalu lengket padanya.


"Pagi...! Akhirnya bangun juga tapi... Hehe sejak kapan kamu suka merias wajahmu dengan riasan mata panda?"


*******