
Waktu cepat sekali berlalu tak terasa cahaya mentari pagi menerobos masuk lewat celah-celah jendela menyinari bilik yang Ling Ling tempati.
Gadis cantik itu mengerjap - erjapkan matanya sejenak, kemudian Ia mulai menggerakkan badannya ke kanan dan ke kiri. Setelah itu bangun, bersamaan dengan suara ketekukan pintu.
TOOOK TOOOK TOOOK
Pintu kamaar di ketuk dari luar. Dan Ling Ling sudah tahu siapa yang mengetuk pintu kamarnya. Pastilah salah satu pelayan pribadinya. Ling Ling memusatkan aura pada dua jarinya kemudian menggerakkannya dengan pelan.
WHUUUUS KLAAAK
" Masuklah....!" Ucap Ling Ling agak keras agar orang yang ada di luar pintu mendengarnya.
Pintu terbuka dari luar dan masuklah Ling Yun dengan membawa ember air di kedua tangannya. Gadis itu akan mempersiapkan segala keperluan mandi Ling Ling.
" Nona semuanya sudah siap! Silahkan..."
Ling Ling turun dari ranjang kemudian dia melangkahkan kaki masuk kedalam bilik yang di sekat. Begitu Ling Ling masuk bilik yang di sekat, Ling Yun pun bergegas meninggalkan kamar itu.
Di dalam bilik yang di sekat itu, ada sebuah bak mandi besar yang telah terisi air penuh dengan taburan kelopak bunga mawar. Tanpa membuang waktu langsung saja gadis itu membasuh tubuhnya.
***********
Alam Atas Di Istana Kristal Blue
Seorang pemuda tampan duduk sendirian di gazebo taman. Tangannya tak henti memberi makan aneka macam ikan Aura di dalam kolam.
Tidak berapa lama kemudian, munculah seorang gadis cantik mendekati pemuda tampan itu. Keceriaan terlihat jelas dari raut wajahnya, senyum mengembang selalu menghiasi wajah cantiknya. Gadis itu datang dengan membawa sekeranjang kue.
Yuan Ying menawarkan kue buatannya. Gadis itu menginginkan kalau Yuan Long mencicipi makanan ringan yang dibawanya itu.
" Terima kasih...!" Ucap Yuan Long tanpa melirik gadis itu. Pemuda itu masih tetap fokus sama beragam ikan Aura.
" Buka mulutnya, ini aku suapin...!" Yuan Ying mengarahkan satu kue Bulan kepada Yuan Long yang ada di sebelahnya.
Yuan Long mengangkat tangannya menolak suapan dari Yuan Ying. Tapi gadis itu tidak mengindahkan penolakan pemuda itu. Tangannya tetap mengarahkan kue itu menyentuh bibir Yuan Long.
" Ayoo cicipilah, Ini sangat enaaaak, renyah juga. Teganya kau tidak menghargai jerih payahku." Yuan Ying cemberut dengan mengkerucutkan bibirnya
Yuan Long menghela nafas, sebenarnya dia sudah mulai membatasi diri dengan menjauhi gadis yang ada di hadapannya ini. Setelah dia tahu bahwa gadis ini adalah kandidat yang dijodohkan kepada dirinya oleh para leluhur. Karena dia tidak ingin memberi harapan, apalagi di hati dan pikiran Yuan Long hanya ada satu wanita saja.
Dengan terpaksa Yuan Long mengambil kue itu dari tangan Yuan Ying kemudian dia mulai memakan kue itu. Mata Yuan Ying berbinar, senyum licik terlihat sekilas saat kue itu di makan.
" Heem, Aku sudah mau makannya. Dan iya, kue buatanmu memang sangat enak."
Selesai bicara Yuan Long langsung menuang arak dalam guci ke mulutnya . Mungkin karena haus arak dalam guci langsung kandas.
Bertepatan dengan itu, Yuan Long merasa tubuhnya kepanasan. Padahal mentari tidak panas menyengat bahkan agak berawan. Tapi kenapa dirinya kegerahkan.
Yuan Long menghibas- hibaskan tangannya. Karena sudah tidak tahan, mulai melonggarkan hanfu yang di kenakannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...