Ling Ling

Ling Ling
Bab 76



Ling Ling terenyum, setelah satu lawan tumbang sekarang tinggal satu lagi lawan yang tersisa. Dan Ling Ling merasa tak lama lagi bakal juga bisa menyingkirkan lawannya itu.


" Saudara Pachow !" teriak pengawal 1 memanggil nama rekannya di sela pertarungan.


Pengawal 1 yang melihat rekannya pengawal 2 telah jatuh dan di kalahkan oleh Ling Ling menjadi lebih hati-hati dan waspada. Sebab pengawal 1 tidak mau kalau dirinya bakal di pecundangi oleh Ling Ling. Harga dirinya tidak terima bila hal itu terjadi.


Sebagai salah satu dari 10 besar orang berbakat dan juga jenius yang ada di kota Shan Shan. Akan sangat memalukan bila hal ini diketahui oleh umum. Kalau dirinya di kalahkan oleh gadis biasa saja. Bukan orang terkenal atau yang memiliki kredibilitas yang sangat tinggi di kota Shan Shan.


" Haha... Berikutnya adalah kau! Kamu juga akan mengalami hal yang sama seperti temanmu itu! Jangan kuatir, aku adil dalam memberikan hukuman, bagi orang lancang seperti kalian! Aku tidak sabar ingin mendengar suara merdu darimu yang menjerit kesakitan!" ucap Ling Ling kepada penjaga satu sambil tersenyum semrik.


"Ck, mungkin kamu bisa lakukan hal itu pada temanku tapi padaku jangan harap!" ucap pengawal 1 kepada Ling Ling.


Tanpa banyak kata Ling Ling langsung saja menyerang dengan bergerak zig zag mendekati pengawal 1 yang juga langsung menyambut serangan Ling Ling dengan sangat serius.


Begitu dekat dengan pengawal 1 Ling Ling langsung saja menebaskan pedangnya ke arah perut. Pengawas 1 menangkis serangan dengan menabrakkan pedangnya.


WHUUUS BRAAK


Kemudian tendangan di arahkan pada perut Ling Ling. Melihat datangnya serangan itu Ling Ling secara refleks menghindar ke samping, kemudian dengan cepat menebaskan kembali pedangnya ke arah leher pengawal 1.


WHUUUS TAP----


Dengan sangat lincah pengawal 1 menghindari serangan itu dengan membuang badannya ke samping kanan. Tapi sayangnya Ling Ling sudah memprediksinya, sehingga pedangnya langsung saja menyambut tubuh pengawal 1.


CRAAAASH AAHHH...


Suara teriakan pengawal 1 akibat dada sampai perutnya terkena sabetan pedang. Belum hilang rasa terkejutnya, serangan susulan kembali datang menyerang tubuhnya.


Sabetan pedang melayang kembali hampir mengenai leher pengawal 1 dan di saat itu pula tangan kiri Ling Ling melancarkan serangan dengan sangat cepat menyentilkan jarum. Dan tanpa bisa menghindar sebuah jarum menembus tempurung kepala pengawal 1.


AAHHH.... BRUUK


Melihat ke dua pengawalnya tumbang segera saja Jiang Fuyan mengambil alih pertarungan. Sekarang pertarungan kembali berlanjut antara tuan muda JIang Fuyan dangan Nona Muda Ling Ling.


WHUUUUS


TAP---


Sebuah serangan dari gerakan tinju yang sangat cepat dan kuat melintas hampir 3 inci mengenai dada Ling Ling. untungnya gerak refleks Ling Ling bekerja dengan cepat dan tepat hingga selamat dari serangan itu.


" Jangan berpikir dirimu menang? Karena aku masih ada di sini! Aku masih segar bugar dan aku belum menunjukkan kemampuanku!" ucap Jiang Fuyan pada gadis cantik yang menjadi lawannya itu.


Ling Ling langsung saja mengayunkan pedang yang ada di tangannya untuk membalas serangan tiba - tiba yang di lancarkan oleh Jiang Fuyan.


Melihat apa yang dilakukan oleh Ling Ling. Tentu saja Jiang Fuyan sudah siap, dia memasang kuda-kudanya untuk menghadang serangan yang datang dari Ling Ling. Dia juga mengeluarkan senjatanya dari kantong penyimpanan.


" Aku tetap akan menang! Kalau kau memang ingin aku hajar dan aku beri tanda mata. Maka bersiaplah! Ayo kita lanjutkan lagi pertarungan kita!"


WHUUUS TRAAANG TREEENG


Bunyi benturan dua senjata saling beradu. Energi Aura yang melindungi tubuh keduanya saling bertabrakan, sehingga menciptakan serangan kejut aura.


Angin yang berhembus tak ubahnya sebuah Silet yang menyayat, menggores dan juga melukai orang-orang yang melihat pertarungan tersebut.


" Sudah cukup! Hentikan pertarungan kalian tuan muda Jiang dan Nona muda Ling! Apakah kalian tidak sadar, kalian mengganggu acara festival bunga ini! Bukankah kalian datang ke sini untuk merayakannya!" ucap Tang Ta Thing berusaha melerai mereka berdua. Karena apa yang mereka lakukan telah mengganggu para pengunjung yang lain.


Ling Ling melihat sekitarnya dan benar apa yang di ucapkan oleh Tang Ta Thing kalau ternyata pertarungannya telah di tonton banyak orang. Bilik bilik yang ada di lantai dua, yang semula tertutup sekarang telah terbuka dan orang-orang yang tadinya berada di dalam sekarang berada di luar bilik dan menonton pertunjukannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...