
" Bedebah! Beraninya orang sepertimu mengusir kami berdua!" Emosi pemuda jubah ungu tak terima dengan ucapan dari Yuan Jing. Beraninya pemuda rendahan menantang dirinya.
"Ck, aku tidak Perlu ijin kamu untuk duduk di sini! Siapa kau berani melarangku?" Hu Liwan seketika itu juga langsung berbicara dengan sinis.
Kedua pemuda asing itu tersinggung oleh ucapan Yuan Jing. Dan keduanya balik memandang tajam dan marah kepada Yuan Jing. Tidak terima kehadirannya langsung diusir. Jelas saja itu melukai harga diri keduanya. Dan pastinya mereka ingin memberi pelajaran dan perhitungan pada orang yang telah mengusiknnya.
"Ohh.... Jadi kalian tetap kukuh di sini! Tidak mau pergi! Tidak sadar ya, kehadiran kalian tidak kami harapkan!" Celetuk Yuan Jing makin memperjelas pengusirannya.
"Pergilah...! Tinggalkan kami..! Kehadiran kalian itu sangat mengganggu!" Sarkas Ling Ling.
Kedua orang asing itu hanya menyeringai sama sekali tidak memperdulikan. Kalau mereka tak mengindahkan penolakannya, apa yang bakal bisa mereka lakukan. Dengan kemampuan yang berada jelas di bawah dirinya dan sahabat baiknya itu.
"Hehe... Tidak mau! Kami memang sengaja ikut bergabung karena kamu, Nona Cantik! Juga hihi..., kedua teman kamu yang cantik - cantik ini! Sesuai dengan selera kami!"
"Kami berdua tertarik dan jatuh pada kecantikan kalian. Percayalah kalian akan senang mengenal kami."
Mendengar ucapan kedua orang itu Yuan Jing menjadi murka. Bagaimana mungkin dia membiarkan hal itu terjadi. Dia ada di situ karena tugas dari majikannya untuk menjaga dan melindungi wanita Tuan- nya itu.
Siapapun yang mengganggu dan mengusik wanita Tuan - nya Ling Ling, sama saja dengan menantang dan mengusik dirinya. Yuan Jing seketika itu juga menggebrak meja.
BRAAAAAAAK
Suara bunyi dari meja yang dipukul keras Yuan Jing. Membuat situasi dan suasana menjadi tegang. Mata mereka saling mengunci. Kekuatan Aura mulai dapat dirasakan keluar dari tubuh Yuan Jing, Hu Liwan dan Hu Bing.
Di saat kedua pihak mulai pada tegang, pada saat itu juga pelayan rumah makan Pasti Puas datang dengan membawa semua hidangan makanan yang telah di pesan oleh Ling Ling.
Keadaan yang mencekam itu dapat dirasakan bukan hanya Pelayan cantik itu tapi juga para pengunjung yang lain yang duduknya berdekatan. Tapi tidak ada yang berani mengingatkan dan melerai kedua belah pihak. Karena mereka takut akan terkena imbasnya apa bila ikut campur. Walau hal itu sangatlah mengganggu kenyamanan mereka.
Sedangkan pelayan cantik rumah makan mau tidak mau harus ada di sana, bagaimana lagi itu sudah menjadi tugas dan kewajibannya pelayani semua pelanggannya.
Dengan terpaksa dan penuh ketekadan pelayan cantik itu harus ada di tengah- tengah mereka yang bersitegang. Pelayan cantik itu segera menata hidangan pesanan Ling Ling di meja dengan tangan yang agak gemetaran. Makanan istimewa andalan rumah makan Pasti Puas. Gini teroampang di atas meja. Hidangan yang cepat sekali habis dalam waktu sekejap.
"Silakan menikmati hidangan utama rumah makan kami. Semoga Anda suka dan puas. Kalau ada yang di perlukan lagi,silakan Anda menghubungi saya." Ucap pelayan cantik itu.
Dengan buru- buru pelayan cantik itu segara meninggalkan Ling Ling dan kelompoknya setelah selesai meninggalkan pesannya. Karena tidak mau berlama- lama diantara mereka.
Sedangkan Ling Yun, Ling Yan dan Ling Chi berulang kali menelan salvinanya saat melihat hidangan ada di atas meja. Mereka bertiga tergoda dan berselera ingin langsung mencicipi dan merasakannya hidangan itu masuk mulutnya.
"Wiiih, kelihatannya enak sekali! Haduch, perutku jadi terasa makin lapar saja!" Ling Yun menjilati bibir bawanya dengan mencengkram perutnya.
"Hemmm.... Pasti enak! Melihatnya saja air liurku sudah menetes!"
"Tidak sabar rasanya menyantap ayam bakar asam manis itu! Aromanya hemmm..., harum sekali!"
Melihat apa yang di lakukan oleh Hu Bing seketika itu juga Ling Ling dan Yuan Jing langsung marah. Orang itu berani sekali mengambil makanan tanpa izin pemiliknya.
"Lancaaaang! Dasar tak tahu diri! Beraninya kauuu!"
" Kurang ajar! Siapa yang memberimu izin mengambil makanan kami!"
WHUUUUUS KRAAAK
Tanpa basah- basih Yuan Jing langsung mematahkan tangan Hu Bing yang memegang paha ayam. Gerakan yang begitu cepat tidak bisa diantisipasi oleh pemuda itu.
AAAAAUUUHHHH
Jeritan kesakitan keluar dari mulut Hu Bing. Matanya terbelalak kaget tidak menyangka dan mengira bakal mendapatkan serangan. Apa yang terjadi pada dirinya jelas saja membuatnya sangat marah. Dan bukan hanya Hu Bing tetapi juga Hu Liwan ikutan murka.
Mana mungkin Hu Liwan akan tinggal diam saja melihat rekannya menderita kesakitan, dia pasti akan membalas apa yang dialami oleh temannya itu.
" Kauuuu...! Apa yang kau lakukan? Beraninya mematahkan tanganku!" Teriak Hu Bing.
Hu Bing langsung saja menepuk kantong penyimpanannya guna mengambil pil penahan rasa sakit walau tidak bisa menyambung tulang yang patah. Setidaknya dia tidak akan kesakitan. Begitu pil berada di tangan, Ia langsung saja menelannya.
" Bajingaaan! Kau telah melukai sahabatku. Aku tidak terima.... Aku pastikan kau akan membayarnya dua kali lipat atas apa yang kau lakukan padanya."
WHUUUUUS TAP-------
HAP--------
Hu Liwan langsung menyerang Yuan Jing. Dengan santainya Yuan Jing menghindari serangan yang di lancarkan oleh lawannya. Kemudian meraih tangan Hu Liwan untuk menghentikan serangan yang akan di bangun kembali oleh Hu Liwan. Pemuda itu tidak memandang sebelah mata pada Hu Liwan.
Tapi Yuan Jing tahu kalau kelompoknya sedang kelaparan dan pastinya tidak ingin mengganggu acara makan Ling Ling dan rekan- rekannya itu. Dia akan menggiring pertarungan itu keluar dari rumah makan Pasti Puas.
"Jangan cari ribut di sini! Kau berani, ayo lawan aku di pelataran rumah makan! Aku ingin leluasa bertarungnya. Tak sabar menghajarmu!" Sarkas Yuan Jing sambil berdiri dan melangkahkan kakinya menuju pintu.
" Ck, Siapa yang takut sama kamu! AYOOO...!" Hu Liwan seketika itu juga berdiri dan menyusul Yuan Jing keluar rumah makan. Dirinya telah di tantang mana mungkin dia tidak melayaninya. Kalau tidak di hadapi sama saja menghina nama besarnya sendiri. Namanya akan tercoreng dan di anggap pengecut. Apa lagi seluruh kota Shan Busy kenal dan tahu namanya.
Hu Liwan yang pergi langsung di ekori oleh Hu Bing, pemuda itu ingin melihat dengan kedua belah matanya menyaksikan teman baiknya menghajar kalau bisa langsung menghabisi musuhnya itu.
Semua itu untuk bisa membalas dendam kepada Yuan Jing kaarena telah berani mematahkan tangannya. Walau sekarang tidak merasakan sakit lagi, tetapi tangannya masih belum sembuh.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...