Ling Ling

Ling Ling
Bab 86



Selesai berbicara, Yuan Long melangkahkan kakinya keluar kedai makan. Begitu kakinya berada di luar kedai makan, dia mengedarkan aura untuk mencari keberadaan Ling Ling.


Tak berapa lama kemudian Yuan Long dengan mengandalkan Aura yang bercampur angin menemukan keberadaan dari Ling Ling. Seketika itu juga, Yuan long langsung menghilang dari pelataran kedai makan.


Yuan Long muncul tidak jauh dari Ling Ling yang sekarang ini sedang berbaur dengan orang - orang merayakan Festival Bunga.


***********


Pavilium Roseling


Tabib Hang yang mengetahui kalau Ling Ling dan kedua pelayan pribadinya yaitu Ling Chi dan Ling Yun, saat ini tidak ada di dalam kediaman Ling, mereka keluar dari kediaman Ling ketika matahari hampir ada di atas kepala.


Mereka saat ini sedang merayakan festival Bunga. Dan tabib tua tabib Hang memanfaatkan kesempatan yang ada ini untuk bisa menemui Ling In Chuan.


Tabib Hang masuk ke dalam kamar Ling In Chuan dan bertemu dengan dua pelayan yang memang di tugaskan oleh Ling Ling untuk merawat dan menjaga Ling In chuan.


"Eh... Tuan Tabib! Ada keperluan apa Tuan Tabib datang ke sini? Bukankah tuan Tabib Hang sudah tidak mengobati Nona Ling In Chuan lagi. Kalau tidak salah , sekarang Tabib Hang hanya merawat Tuan Ling In Wurong saja!" ucap Pelayan satu penasaran sama tabib tua Tabib Hang yang saat ini muncul di kamar Ling In Chuan.


"Maaf tuan Tabib Hang, Nona Ling In Chuan sekarang ini ada dalam perawatan Nona Muda Ling. Dan beliau berpesan kepada kami, kalau Nona Ling In Chuan tidak boleh konsumsi obat lain, selain obat itu pemberian dari dirinya!" ucap pelayan Dua bersungguh - sungguh.


Mendengar apa yang diucapkan oleh dua Pelayan cantik itu, tabib tua tabib Hang menarik nafasnya panjang dan menghembuskan nafasnya dengan sangat kasar.


" Aku datang ke sini bukannya mau merawat Ling In Chuan atau pun memberinya obat. Aku datang ke sini karena saudara kalian berdua saat ini ada di luar kediaman Ling. Mereka ingin bertemu dengan kalian. Mereka ingin mengajak kalian untuk merayakan Festival Bunga walaupun tidak keluar dari kediaman Ling."


"Apaaaa? Benerkah itu! Ohh... Aku ingin bertemu, tapi..." ucap pelayan satu begitu gembira mengetahui saudaranya datang. Kemudian dia mengingat kalau dirinya tidak bisa meninggalkan tugasnya karena sekarang ini lagi bekerja.


"Aku akan menemui mereka sekarang! Maaf tuan tabib Hang! Bisakah saya menitipkan Nona Ling In Chuan sebentar saja!"


Mendengar ucapan pelayan itu, Tabib Hang seketika itu tersenyum senang. Akhirnya, ada kesempatan yang memang di harapkannya. Kesempatan nyata itu kini terbentang di depan matanya. Tabib tua Tabib Hang tidak akan melewatkannya apa lagi menyia- nyiakan kesempatan ini.


"Tentu saja bisa.... Temuilah keluarga kalian yang sudah terlanjur datang! Kalian bisa bersenang- senang merayakan Festival Bunga ini. Asal sebelum Nona Ling kembali, kalian sudah ada di dalam kamar ini!" ucap Tabib Hang kepada dua pelayan itu.


Mereka berdua menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan usulan dari tabib tua Tabib Hang. Dan tanpa membuang waktu lagi, mereka berdua langsung meninggalkan kamar Ling In Chuan.


Matanya bertemu dengan kedua mata Ling In Chuan yang melotot dan ekspresinya tidak suka melihat kehadiran Tabib tua Hang ada di sekitar tubuhnya.


Sementara tabib Hang memandangnya dengan sangat mesum. "Hehe... Akhirnya kita bisa bertemu kembali! Apa kau tidak kangen padaku! Hihi... terutama pada kejantananku!"


"Ka...Kau mau a…,apa? Jang...jangan mendekat!" ucap terbata- bata Ling In Chuan.


"Ohh... Kau sudah bisa berbicara? Luar biasa... Ini kejutan! Aku tidak menyangkahnya. Ternyata Nona Ling bisa menyembuhkanmu!"


"Per....Pergi dari si…, sini! A..ku tidak ma...,mau melihatmu!"


"Haha... Sayangnya aku tidak mau. Aku kangen padamu. Kangen berada di atas tubuhmu dan aku juga ingin mandi keringatmu lagi! Hihi..." ucap tabib tua Hang sambil tangannya membelai pipi Ling In Chuan.


"Jang...Jangan, jangan! A...Aku tidak ma.., mau!" ucap Ling In Chuan bersamaan dengan tangan tabib tua Hang berpindah dari pipi ke dua gunung kembar Ling In Chuan.


Tabib tua tabib Hang menekannya dengan lembut kemudian meremasnya secara perlahan, lama - lama gerakannya makin cepat dan tekanannya pun makin kuat.


"A... Aku mohon hen..., hentikan! Su... sudah cukup!" Ling In Chuan memohon pada tabib tua itu untuk menghentikan perbuatan cabul yang di lakukan kepada dirinya.


Ling In Chuan memang sudah bisa berbicara. Tapi masih belum bisa menggerakkan badannya sama sekali. Dan tahap untuk bisa menggerakkan badannya kembali akan dimulai Ling Ling dua hari lagi.


"Hehe... kenapa berhenti? Ini baru dimulai! Kita juga harus merayakan Festival Bunga! Makanya aku sengaja khusus datang ke tempatmu! Mumpung Nona Ling tidak ada di tempat jadi kita bisa bersenang-senang! Hihi..."


"To...tolong, to..., tolong!" Teriak Ling In Chuan dengan segenap tenaga yang dimilikinya.


Teriakan dari Ling In Chuan tidak membuat tabib tua tabib Hang ketakutan tapi tertawa terbahak- bahak.


"Haha... Haha.... Haha..! Walaupun kau berteriak sangat kencang tidak akan ada yang datang menolongmu!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...