
Pelayan itu berusaha menyakinkan Ling Ba Tin kalau dirinya akan menjaga rahasia itu dengan nyawanya.
"Baik, aku pegang kata - katamu ini? Kalau kamu berani, bukan hanya nyawamu yang melayang tapi keluargamu pun akan ikut membayarnya!" Ling Ba Tin mengancam pelayan yang gemetar ketakutan itu.
"Sekarang kamu bersihkan tubuh Nona Ling In Chuan! Pakaikan dia hanfu dan wewangian yang terbaik!"
Setelah memerintahkan pelayan wanita itu, Ling Ba Tin langsung meninggalkan kamar Ling In Chuan. Pelayan wanita itu menjadi lega dan tenang ketika tidak ada Ling Ba Tin di dalam kamar.
Pelayan wanita itu membersihkan tubuh Ling In Chuan yang penuh dengan tanda kepemilikan Ling Ba Tin di sekujur tubuh putih mulus itu.
"Malang benar nasibmu Nona Ling In Chuan! Di saat berkabung seperti ini kamu juga mengalami pelecehan oleh orang yang menjadi kepercayaan ayah Anda! Apakah ini yang di sebut dengan karma? Anda terlalu banyak menyakiti hati orang lain?" kata pelayan itu kepada Ling In Chuan.
"Apa? Karma? Apa jangan- jangan yang di bilang pelayan ini benar ? Mungkinkah itu. Jadi Ini adalah hukuman untukku! Bayaran atas dosa - dosaku. Tidak, tidak, tidak.." ucap Ling In Chuan dalam hati perpukul telak jiwanya.
Pintu kamar Ling In Chuan di buka dari luar. Saat itu lah Tabib Hang masuk langsung mendekat ke ranjang. Tabib tua tabib Hang membawa nampan dengan segelas ramuan di letakkan di sisi Ling In Chuan.
Pelayan itu bergegas meninggalkan Tabib Hang dengan Ling In Chuan berdua dalam kamar. Tabib Hang dengan senyum mesumnya berkata, "Kau pasti capek banget! Semalaman pasti di pakai oleh Tuan Ling Ba Tin! Jangan kwatir aku membawakanmu ramuan yang mengembalikan staminamu."
Tabib Hang memeriksa kondisi Ling In Chuan. Dia menggelengkan kepala berulang kali saat melihat begitu banyaknya tanda kepemilikan Ling In Chuan. Apalagi di area gunung kembar hampir tidak ada tempat yang bersih. Begitu juga dengan area hutan lebat sampai lecet.
"Gila.... Sih tua Ling Ba Tin sebegitu ganasnya memainkanmu! Kamu pasti di hajar kenikmatan habis - habisan olehnya! Aku tak nyangkah Si Tua Ling sekuat dan seperkasa itu." ucap Tabib Hang.
"khusus hari ini aku tidak mengambil jatahku menabur benih dalam rahimmu! Dan mulai besok aku tidak akan menggunakan ramuan penundah kehamilan lagi! Aku jadi tertantang siapa dari kami berdua yang balal memberimu keturunan! Siapa dari kami yang pantas di sebut pejantan tangguh! Hehe..."
ucapan Tabib Hang bagaikan petir di siang Hari oleh Ling In Chuan! Dia kaget dan terkejut tabib Hang justruh punya pikiran seperti itu.
"Tidak, tidak, tidak tarik kembali ucapanmu itu tua bangka..! Kau harus membatalkan niatmu Itu tua bangka..! Dirimu tidak boleh melakukan hal itu! Aku tidak mau mengandung anakmu maupun anak dari Ling Ba Tin! Kau gila...! Sudah cukup kau memberiku penderitaan! Jangan di tambah lagi...! " kata Ling In Chuan panik dalam hati.
Ling In Chuan benar- benar ketakutan bila yang di rencanakan tabib Hang terwujud dan terjadi dalam kehidupannya. Dirinya tak akan mungkin bakal memiliki masa depan lagi walau sakit yang di deritanya akan sembuh.
Ling In Chuan berharap itu hanya omong kosong tabib Hang karena mungkin dia kecewa tidak bisa bercinta karena jijik bekas Ling Ba Tin. Makanya dirinya asal bicara sebagai pelampiasannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...