
"Haha...Kita bisa bersenang - senang! Tempat ini tak kalah dari Pavilium Nikmat. Banyak tersediah gadis cantik!"
" Haha kau benar saudara Hang Qiu, kita tinggal pilih! Tidak sabar mendengarnya mendesah di bawaku."
Makin lama Anggota Bandit Tengkorak Hitam yang datang di halaman Pavilium Krisanling makin banyak, bahkan pimpinannya juga ikut hadir.
Mereka semua menatap remeh kelompok Ling Ling. Karena dari segi jumlah saja, kelompok gadis cantik itu hanya 5 orang saja, dan itu terdiri dari satu laki -laki sisanya para wanita cantik yang terbiasa hidup nyaman selama ini. Sedangkan kelompok Bandit Tengkorak Hitam ada 15 orang, itu pun lelaki semua, dengan badan kekar dan berotot.
Mereka pun sangat yakin apa bila dari segi pengalaman dalam pertarungan dan perkelahian, kelompok Bandit Tengkorak Hitam jelas lebih berpengalaman, karena setiap hari itulah yang mereka lakukan.
Bahkan dari segi kekuatan dan kemampuan jelaslah mereka lebih unggul karena kultivasi anggota Bandit Tengkorak Hitam paling rendah adalah warna hijau dan itu pun hanya 4 orang saja, yang lainnya ada di atasnya, bahkan pimpinan Bandit Kultivasinya yang paling tinggi yaitu berwarna unggu.
"Ohh..., ternyata masih ada juga yang lolos dari pengaruh racun yang telah disebarkan lewat makanan serta minuman bagi penghuni kediaman Ling ini." ucap pimpinan bandit Tengkorak Hitam bergerak dari belakang tubuh anak buahnya paling besar, melangkah maju paling depan sendiri.
"Betul pemimpin! Tapi meskipun begitu, tak ada bedanya bagi kita. Lihat saja mereka, hanyalah para perempuan lemah dan hanya satu laki-laki yang harus kita waspadahi, tapi bila dia kita keroyok, hehe..., jelaslah kita yang akan jadi pemenangnya."
"Benar apa kata saudara Lang Lu, pemimpin! Kita sudah takhlukkan para penghuni yang lainnya, sudah dapat dipastikan kalau kediaman keluarga Ling ini dalam kekuasaan kita." Lang Yonbi menyambar ucapan rekannya.
Ling Ling, Ling Chi, Ling Yun, Ling In Chuan dan Yuan Jing yang mendengarkan apa yang telah dibicarakan oleh para penyusup itu, menyadari kalau kelompok ini telah berhasil menduduki kediaman keluarga Ling.
"Siapa kalian? Bagaimana kalian semua bisa masuk? Beraninya kalian mengusik dan menantang kediaman keluarga Ling?" tanya Ling In Chuan dengan diam-diam menepuk kantong penyimpanan untuk mengambil senjata.
Ling Ling langsung menyahuti ucapan Ling In Chuan, "Mereka ini pastilah teman- teman dari penjaga gerbang bajingan yang di bawa oleh Ling Ba Tin."
"Apaaa? Jadi ini ada hubungannya dengan Ling Ba Tin!" Ling In Chuan terkejut dengan informasi yang di sampaikan oleh Ling Ling. Gadis cantik itu mengepalkan tangannya sampai memutih, bahkan badannya sedikit gemetaran menahan luapan emosi, "Apa lagi yang di lakukan tua bangka bajingan itu? Brengseeeek orang tua itu makin menjadi saja!"
Melihat reaksi gadis cantik itu, tidak heran bila Ling Ling bisa memahaminya. Ling In Chuan bakal makin murka setelah mengetahuinya, bahwa ini ada kaitannya dengan kepala pelayan keluarga Ling itu.
" Haha.. haha...Syukurlah tua bangkah brengsek itu sudah mampus!" Ling In Chuan tertawa senang sekali. "Dia memang tidak layak hidup, orang seperti itu memang seharusnya mati, agar dunia ini indah! Tapi sebenarnya aku ingin membunuhnya sendiri dengan tanganku."
" Haha..... Gadis cantik tebakanmu memang benar sekali, ini memang ada hubungannya dengan kepala pelayan Ling Ba Tin." Fang Bi Kang mengakuinya, kalau semua ini memang berkaitan, dia tidak akan menipu mangsa yang di anggapnya sudah ada dalam genggamannya.
"Apakah kau ini Nona Muda Ling Ling?" Tanya Fang Bi Kang sambil menunjuk pada Ling In Chuan.
Gadis cantik itu menggelengkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh pimpinan Bandit Tengkorak Hitam. "Aku bukan Ling Ling. Namaku Ling In Chuan. Gadis itulah Ling Ling!" Ling In Chuan berucap dengan menelunjuk Ling Ling yang ada di samping kanannya.
Pandangan mata Ling Ling bertemu dengan mata Fang Bi Kang, lelaki sangar itu tersenyum dengan bibirnya melengkung ke atas.
"Akulah Nona Muda Ling Ling."
"Ohh... Jadi kamu orangnya. Hehe..."
Yuan Jing langsung bergerak ke depan Ling Ling menutupi gadis itu dari pandangan Fang Bi Kang. Pemuda tampan itu harus melindungi dan menjaga wanita majikannya itu. Sementara Ling Ling yang pandangannya di tutupi oleh Yuan Jing jadi menggertakan giginya.
Ling Ling jadi jengkel dan kesal. Dia tidak butuh bantuan menghadapi para penggangguh yang berani mengusik dirinya. Dia masih sanggup menghadapi mereka semua.
Ling Ling yang mendengar perkataan dari Fang Bi Kang, maju kedepan di sisi sebelah kanan Yuan Jing. Dia tidak mau ada di belakang pemuda tampan itu. Seolah dia takut dan mau sembunyi dari kawanan Bandit.
"Haha... Ling Ba Tin yang bodoh! Dia sangat menginginkan nyawaku, tapi... hehe, bisa -bisanya dia bekerja sama dengan orang sepertimu!" Ling Ling mentertawakan ketotolan kepala pelayan itu.
"Ck, begitulah bila bekerja sama dengan Bandit. Jadi jangan heran, apa bila Senjata makan tuan. Ck, ingin membunuh Nona... tapi lihat, dia sendiri yang mati di tangan Bandit yang di sewanya. Rasaiiiin..."
Ling Chi emosi karena Ling Ba Tin menargetkan nyawa majikannya. Gadis cantik itu segera menepuk kantong penyimpanannya mengambil pedangnya. Dan itu juga yang di lakukan oleh Ling Yun. Kini semua gadis cantik itu telah memegang sebila pedang dalam genggamannya.
Fang Bi Kang memberi i isyarat kepada anak buahnya untuk segera melakukan serangan kepada lima orang yang ada di hadapannya itu. Karena dia tidak mau menunggu lagi. Dia harus membersihkan pengganggu dari daerah kekuasaan yang bakal menjadi miliknya itu.
"Seraaaaaang!" Teriakan bersamaan dari kedua kubu yang bertikai.
WHUUUUUUUS
WHUUUUUUS
Yuan Jing langsung bergerak secepat kilat, menerjang dan mengayunkan pedang laras panjang andalannya, membabat 4 anggota Bandit Tengkorak Hitam yang ada di hadannya.
CRAAAAASS
JLEEEEEEEP
AAAHHHH....
Teriakan kesakitan dari para anggota Bandit Tengkorak Hitam saat lehernya tersayat dan dadanya tertikam pedang pemuda tampan itu. Dengan sekali serangan mampu merobohkan dan membunuh musuhnya. Semua itu di sebabkan karena begitu cepatnya serangan yang datang sehingga mereka tidak siap untuk menghindar.
WHUUUUUUUUS
HAAAAP--------
Begitu lawan yang di hadapi terkapar dan tewas, Yuan Jing langsung melompat kesamping, dia segera menyabetkan pedang laras panjangnya pada anggota Bandit Tengkorak Hitam yang lainnya, yang jaraknya tidak jauh dari tempatnya.
TAAAAAANG
Begitu pedang Yuan Jing hampir menyentuh rekannya, seorang bandit yang memiliki kepala pelontoos langsung menghadang laju pedang.
WHUUUUUS
HAAAP-----
JLEEEEEP