
"Kuda gagah tendang pintunya! Berlarilah kencang ke taman! Ketika berada di taman makanlah tumbuhan yang ada di taman!" Ling Ling memerintah Kuda Hitam.
Setelah mendengarkan semua perintah dari Ling Ling, Kuda Hitam segera bertindak Dia mendekati pintu dan menendang berkali - kali pintu kandang hingga jebol.
BRAAK BRAAK BRAAK
Begitu pintu kandang telah rusak Kuda Hitam yang gagah itu kemudian berlari kencang ke arah taman.
Ling Ling diam - diam mengikuti kuda dari jauh, untuk memastikan apa semua perintahnya dipatuhi dan di laksanakan oleh Kuda Hitam yang gagah itu.
Di taman terjadi huru - hara di sebabkan oleh Kuda Hitam. Banyak pelayan menghalau Kuda Hitam keluar meninggalkan taman , tapi kuda itu tidak mau pergi dan memakan apa saja yang berada dekat dengannya.
Ling Ling puas akan hasilnya, kuda itu telah sepenuhnya di kuasai dan di kendalikan olehnya. Yang belum adalah berbagi penglihatan dengan binatang. Apa yang di lihat binatang yang di kendalikan, maka dia juga akan melihatnya.
Ling Ling segera meninggalkan tempat itu dan kembali ke Pavilium Homeling Karena matahari sudah tenggelam menandakan sore telah tiba.
Sesampainya di Pavilium Homeling Ling Ling langsung disambut oleh Ling Yen. " Syukurlah Nona sudah Kembali! Tuan Ling In Wurong mengirimi Nona pakaian juga perhiasan untuk menghadiri jamuan makan malam!"
Ling Ling memperhatikan hadiah dari Ling In Wurong, disentuhnya pakaian itu. " Hanfu yang sangat indah! Warnanya juga sesuai sama kulitku! Kainnya juga Halus! Jahitannya sangat rapi! Modelnya pun sangat bagus!"
"Nona, Maaf! Apa Nona tidak curiga? Ling In Wurong kan tidak perna baik sama Nona selama ini! Kenapa tiba - tiba jadi baik?" Tanya Ling Chi kepada Ling Ling karena begitu penasaran.
"Jelas ini semua adalah jebakan! Mereka sedang memang perangkap padaku?" Ucap Ling Ling kepada Ling Chi dan Ling Yen.
"Kalau begitu Nona tidak usah datang! Nona cari alasan apa gitu untuk menghindarinya?" ucap Ling Yen mulai kwatir.
"Kenapa harus menghindar? Kenapa harus takut? Yang benar itu ya menghadapi mereka!" Ungkap Ling Ling kepada pelayannya.
"Jadi Nona tetap datang walau tau ini adalah tipu muslihatnya? Waduh Nona... Ini sama aja dengan menyerahkan nyawa !" Ling Yen panik.
"Haha... Kalian tenang saja! Aku tidak mungkin menyerahkan nyawaku! Aku juga masih ingin hidup! Dimana pertemuannya? Dimana diadakan perjamuannya?" Tanya Ling Ling kepada Ling Yen dan Ling Chi yang masih tidak rela bila dia mengikuti perjamuan itu.
"Pertemuannya akàn di adakan di Kediaman Keluarga Dong! Perjamuannya di selenggarakan di sana Nona!"
"Kalian siapkan aja keperluan mandiku, karena malem ini harus cantik dan menarik! " Ucap Ling Ling pada pelayannya.
Segera Ling Chi dan Ling Yen melaksanakan perintah yang diberikan oleh Ling Ling tanpa menolak apalagi berdebat. Setelah semua persiapan telah rampung mereka memberiahukan kepada Ling Ling.
Ling Ling berendam di bak mandi sambil mengingat- ingat tentang Keluarga Dong dari ingatan pemilik tubuh asli.
"Keluarga Dong! Tidak ada Nona di keluarga Dong ini semuanya adalah Tuan Muda! Kali ini jebakan apa yang mau dipakai dan terapkan oleh Ling In Wurong untuk mencelaikaiku dengan memakai tangan Keluarga Dong. Sayangnya yang mereka hadapi bukan Ling Ling pemilik tubuh ini tapi aku Ling Ling dari jaman Modern. Tiap tindakan akan ada balasan dan perhitungannya." ucapan Ling Ling dalam hatinya.
Tak terasa waktu cepat sekali bergeser dari sore menjadi malam. Ling Ling bersiap meninggalkan Pavilium Homeling untuk menghadiri perjamuan makan malam.
"Nona hati- hati! Jaga diri Anda? Jangan lupa waspada disana? Kami berdoa semoga Nona baik -baik aja di sana nanti!" Ucapan tulus dari dua pelayannya menghangatkan hati Ling Ling.
Ling - Ling sampai di Kediaman Dong sekitar satu jam dengan mengendarai kereta kuda yang telah di persiapkan oleh Ling In Wurong.
"Pelayan antarkan Nona cantik ini ke tempat perjamuan!" ucap Penjaga Satu kepada pelayan.
"Mari Nona! Silahkan ikuti saya!" Pelayan segera mengantarkan Ling Ling ke tempat perjamuan makan malam.
Begitu sampai tempat tujuan, suasana jadi sepi. Semua mata memandang, memperhatikan dan melihat Ling Ling.
"Akhirnya tamu kehormatan kita telah sampai! Wakil dari Keluarga Ling! Nona Ling Ling!" ucap pemuda tampan berbaju biru menyeringai.
"Nona Ling, selamat datang dikediaman kami! Silakan duduk dan cicipilah hidangan yang telah kami persiapkan!" ucap Tuan muda pertama Dong San tersenyum lebar.
"Nona Ling, kamu cantik sekali! Kamu akan menjadi bintangnya malam ini! Hehe..." ucap pria gemuk sambil menjilat bibirnya.
Ling Ling melihat sekitarnya yang hadir semuanya laki-laki dan hanya ada lima wanita yang hadir dalam perjamuan ini termasuk dirinya. Sedangkan wanita cantik yang hadir duduknya terpisah. Duduknya di tengah di apit laki- laki.
Ling Ling tidak bodoh, dia tahu untuk apa dirinya di undang. Beraninya mereka...
"Terima kasih atas undangannya! Tentu saja aku akan mencicipi hidangan yang ada! Mana mungkin aku akan mengecewakan Tuan rumah yang begitu baik padaku?" ucap Ling Ling mencibir.
Mereka semua tersenyum dan saling lirik ketika Ling Ling menyantap hidangan yang telah mereka persiapkan.
Tak menunggu lama Ling Ling Mengakhiri santapannya. Dan sebuah tangan tiba tiba menyentuh dan meremas paha Ling Ling.
Tangan yang berani menyentuh itu dia pelintir hingga terdengar bunyi...
KRAAK KRAAK
Pemuda itu menjerit kesakitan dan begitu pegangan Ling Ling lepaskan, tangan itu sudah tidak bisa digerakkan lagi karena pada pergelangan bahu remuk dan itu belum cukup sebuah tamparan keras lima jari membekas merah di kanan kiri pipinya yang cabi dan seteguk darah muncrat bersamaan dua gigi copot terlempar di meja
PLAAK PLAAK
"Apa yang kau lakukan? Beraninya kau? Kau harus membayar tindakanmu ini?" ucap pemuda itu sangat marah dan merasa dipermalukan.
"Aku remukkan tulang tanganmu! Aku tampar wajah jelekmu! Itu bayaran dari kelancangan tanganmu! Itu harga yang masih murah untuk dirimu!" ucap sarkas Ling Ling.
Pemuda itu tidak terima dia langsung menyerang Ling Ling, tapi sebuah tendangan mendarat di perut dan pemuda itu menabrak meja perjamuan.
BRAAAK
"Tidak mungkin, kau hanya sampah! Kau orang tidak berguna! Dan bagaimana kau bisa melawan diriku? " ucap pemuda itu.
"Lancang benar kau Ling Ling merusak jamuan makan Keluarga Dong? Kau berani menyinggung Keluarga Kami?" ucap Dong San kepada Ling Ling.
" Kenapa tidak? Kau menabur dan memberi obat perangsang di makanan yang harus aku makan! Siapapun yang berbuat keji padaku akan mendapat balasannya! Siapapun yang berbuat jahat padaku akan menerima akibatnya! Siapapun yang mengusikku akan memperoleh bayarannya!"
******