Ling Ling

Ling Ling
Bab 131



Mereka yakin bakal bisa menakhlukkan kediaman Keluarga Ling. Para anggota Bandit Tengkorak Hitam itu pun, setelah selesai membahas rencananya, langsung berpesta pora dengan menenggak puluhan guci arak yang sebelumnya telah di persiapkan.


"Fu Liang, bawa kemari para penghibur yang telah kamu sewa! Kalau hanya minum arak saja terasa kurang lengkap!" Kata Fang Bi Kang sambil melirik tangan kanannya itu, agar segera bergerak memanggil mereka, karena dirinya sudah tidak sabar untuk bersenang - senang.


"Baik Pemimpin! Saya akan panggil! Hehe.. Saya juga ingin segera berolah raga tubuh! Apa lagi ada barang yang paling baru! Laris manis, untung bisa di ajak ke tempat ini!"


Segera saja Fu Liang bangkit dan meninggalkan ruang batu tempatnya berunding. Tak lama kemudian dia kembali lagi dengan membawa 7 wanita muda nan cantik.


" Kau ikutlah denganku! Tugasmu menyenangkan Pimpinan kami! Awas..., kalau sampai dia kecewa dengan pelayananmu!" Fu Liang menarik tangan gadis cantik hanfu hijau, di antarkannya gadis cantik itu kehadapan Fang Bi Kang.


"Aih... Jangan kuatir, aku jamin bakal puas! Bahkan dia tidak akan melirik gadis lain lagi." ucap gadis hanfu hijau itu sampil tersenyum dan mengerlingkan matanya dengan genit.


Begitu melihat kecantikan dan keindahan yang ada di hadapannya, para anggota Bandit Tengkorak Hitam yang lain itu dengan tidak sabar, langsung saja menarik dan mendudukkan wanita- wanita cantik itu dalam pangkuannya masing- masing.


"Saudara Fu Liang, ini luar biasa! Para penghibur yang kau bawa hari ini , semuanya adalah maskot terbaik di Rumah Nikmat! Pelanggannya biasanya kebanyakan orang- orang kaya, tapi hari ini mereka kau giring pada kami! Haha..."


" Kau memang terbaik! Tak heran Pimpinan menugaskanmu!"


"Haha..., sempurnalah sudah pesta kita ini! Ayo cantik, aku akan membawamu ke surga! Hehe..."


Satu persatu anggota Bandit Tengkorak Hitam memeluarkan pendapatnya, meluapkan kebahagiannya bisa menikmati harinya.


"Ehh... Hehe nakal banget tangannya! Sabar dikit...! Jangan langsung, tidak akan seru..!"


"Aku tidak sabar cantik! Ayo...! Apa kau tidak kasihkan. Lihat sudah berdiri. Aku tidak tahan lagi."


BREEEEEET


Terdengar suara hanfu salah satu gadis cantik yang duduk di pangkuan salah satu anggota Bandit telah di robek, menunjukkan ketidak sabaran untuk menuntaskan hasrat.


"Saudara Tang Yu Labing! Kalau kamu sudah puas dengan pasanganmu jangan lupa nanti kita tukar pasangan. Hehe... Biar enak bisa merasakan dua lubang kenikmatan. Dan kita juga bisa tahu siapa dari keduanya yang paling enak di pakai." seru Fu Yudeng pada teman yang berada di samping kirinya itu.


"Haha... Boleh, boleh, boleh! Kita akan pesta sampai pagi! Kenapa juga harus dua lubang kenikmatan. Kita bisa menghajar 7 gadis cantik ini silih berganti. Bukan Begitu pimpinan..! Teriak Tang Yu Labing meminta persetujuan pimpinannya.


"Ahh... Tuan! Geli...Enaak , terus jangan berhenti!" Ucap Lirih gadis cantik yang ada di kungkungan Fang Bi Kang.


Tak perlu menunggu waktu lama, ruangan itu akhirnya mulai terdengar tawa, *******, rintihan dari belasan orang yang ada di tempat itu tanpa henti.


"Emm....Hehe.... Ahh....Huh...!" ucapan - ucapan ambigu mulai terontar silih berganti dari tiap pasangan yang memadu gairah.


**********


Kediaman Keluarga Ling


Di Paviliun Krisan Ling tempat Ling In Wurong, saat ini tabib tua Tabib Hang dan Kepala pelayan keluarga Ling, yang tak lain Ling Ba Tin sedang menghadap lelaki paruh baya yang sedang berbaring sakit di atas ranjang.


"Tuan Maaf bila saya mengecewakan! Saya tabib Hang tidak bisa lagi mengobati putri Tuan! Semua ini di sebabkan oleh Nona Ling Ling. Dia melarang saya merawatnya. Maaf bila sekarang saya baru berani mengungkapkannya." Tutur kata Tabib tua Tabib Hang mengadu kepada Ling In Wurong.


Mendengar apa yang di sampaikan oleh tabib tua Hang, wajah Ling In Wurong terkejut. Dia tidak meyangkah kalau Ling Ling masih tidak melepaskan anak gadisnya, padahal Ling In Chuan tidak berdaya. Berita ini jelas membuatnya marah dan tidak terima.


Dia melirik Ling Ba Tin yang ada di sebelah kiri tabib Hang. Ling In Wurong meminta penjelasan dari kepala pelayan keluarga Ling yang menjadi orang paling di percaya. Apa lagi dengan adanya fakta, sudah lama kerja di keluarga Ling Cabang ini, dan juga sudah menunjukkan keloyalan dan kesetiaannya.


"Apa yang di ucapakan oleh tabib Hang itu benar Tuan. Asal Tuan Ling In Wurong tahu, saya juga di larang oleh Nona Ling Ling mendekati Paviliun RoseLing. Entalah saya tidak tahu,apa yang di inginkannya?" Gumam Ling Ba Tin membeberkan fakta kalau dirinya memang tak di ijinkan oleh Ling Ling.


Sayangnya Ling In Wurong tidak tahu bahwa Ling Ling telah mengambil alih perawatan Ling In Chuan. Bahwa orang yang di percayahinya itu justru adalah orang yang memanfaatkan keadaan. Bagaimana Ling In Wurong bisa tahu hal itu kalau tidak ada yang memberi tahunya, sedangakan Tabib tua Hang dan Ling Ba Tin jelaslah tidak akan membocorkan hal tersebut.


"Ap- Apa? Bera-beraninya? Ga-gadis i-itu su-sudah keter- keterlaluan! Ha-harus di be-beri pela- pelajaran!" Kata Ling In Wurong yang terbata -bata.


Ling Ba Tin tersenyum semrik, memang inilah yang dia inginkan, kepercayaan penuh dari Ling In Wurong untuk menangani Kediaman Ling cabang kota Shan Shan secara menyeluruh. Agar dirinya punya akses kepada harta keluarga Ling, sebab dia memerlukannya untuk membayar Bandit Tengkorak Hitam yang di sewanya.


"Kami berdua setuju memberinya pelajaran dan hukuman, Tuan! Tapi maaf... kami memerlukan biaya untuk melakukan semua itu! Kalau kami melawannya sendiri kami tidak mampu, jujur saja kami berdua sudah berusaha dan mencoba belum lama ini tapi gagal."


Tabib tua Tabi Hang pun menimpali apa yang di ucapkan oleh rekannya, "Kita harus memakai tenaga orang lain untuk menangani Nona Ling Ling ini. Orang yang sudah jelas kemampuan dan juga kekuatannya. Agar apa yang kita harapkan bisa terwujud! Tapi minta bantuan orang seperti itu jelas biayanya sangat tinggi!"


"Masa-masalah bi-biaya, kali-kalian jang-jangan kua-kuatir, a-aku yang a-akan mem-ba-yar-nya!" Ling In Wurong berucap kepada dua orang tua yang ada di hadapannya itu.