
Ling Nui dan Ling Hui saling pandang, saat mereka berdua melihat Ling In Chuan berlari keluar. Mereka berdua juga melirik Ling Ling. Tapi gadis cantik yang di lirik itu hanya cuek begitu saja.
Ingin mengejar majikannya, mereka berdua masih takut, karena tidak memiliki kemampuan dan kekuataan. Dan yang di kwatirkan mereka itu akan menjadi beban. Mereka juga masihlah traumah dengan apa yang di alami di kamar Ling In Chuan ini.
"Dasar gadis manja! Sungguh tindakan yang sangat ceroboh! Apa dia tidak sadar, kalau situasi di luar masihlah berbahaya!"
"Huhh... Terpaksa kita harus mengejarnya. Gadis itu tidak boleh sampai celaka apa lagi sampai tewas. Jangan lupa, aku membutuhkannya saat menghadapi keluarga Ling Pusat."
Segera saja Ling Ling mengajak kedua pelayannya dan Yuan Jing menyusul Ling In Chuan ke Pavilium Krisanling. Baru empat langka Ling Ling berhenti, Dia memutar tubuhnya berbalik badan. Pandangannya jatuh pada dua pelayan Ling In Chuan yaitu Ling Hui dan Ling Nui yang mengikutinya dari belakang.
"Ling Hui dan juga kau Ling Nui sebaiknya kalian tetap di sini saja. Seperti yang kalian ketahui, di luar situasinya sangat berbahaya, jadi lebih aman nya kalian tetap di sini saja. Ini demi kebaikan kamu sendiri."
Ling Ling berbicara kepada Ling Hui dan Ling Nui agar tidak mengikutinya menyusul Ling In Chuan. Walau Ling Ling menyadari kecemasan dan kekwatiran kedua gadis pelayan itu atas keselamatan majikannya. Dan mereka berdua pastinya, lebih memilih melihatnya dengan mata kepala sendiri dengan begitu bisa tenang.
"Ehh... Tetap tinggal. Tapi Nona Ling? Saya mau ikut! Tinggal di Paviliun Roseling berdua saja, aku dan Ling Yun! Aku takut Nona Ling. Bagaimana bila ada yang datang lagi?"
" Baiklah Nona Ling, saya akan tinggal! Saya juga tidak mau menjadi beban, Anda Nona!"
" Tidak akan ada yang datang lagi! Jangan kuatir! Aku akan meminta kepada Yuan Jing untuk membuat formasi, sehingga selamatan kalian juga tetap terjamin. Apa pun yang terjadi? Jangan keluar dari Paviliun Roseling!"
Tanpa di perintah Ling Ling, Yuan Jing langsung saja menggerakkan tangannya guna membuat suatu formasi. Anak buah Yuan Long ini begitu tanggap.
Tak berapa lama sebuah pola rumit terbentuk dan melayang di udara, selanjutnya pola rumit itu mengeluarkan seberkas cahaya, kemudian..
CLIIIIIING
Seluruh Pavilium Roseling telah diselimuti oleh farmasi. Dengan begini Ling Ling meninggalkan kedua pelayan cantik Ling In Chuan itu dengan tenang. Sedangkan Ling Hui dan Ling Nui jadi merasa aman dan nyaman.
" Ayoooo!" Ling Ling mengajak Yuan Jing, Ling Yun dan Ling Chi segera meninggalkan Paviliun Roseling.
Paviliun Krisanling
Ling In Chuan yang begitu mengkwatirkan kondisi dan keadaan ayahnya. Gadis cantik itu datang ke Paviliun krisanling sambil berlari. Paviliun Krisanling begitu sepi, itu sungguh aneh bagi Ling In Chuan, apa lagi dia tidak melihat ada seorang pun pelayan.
DEEEEG
Detak jantung Ling In Chuan semakin cepat. Kepanikan dan ketakutan kini mulai merayap makin kuat. Langkah kakinya makin di percepat lagi menuju kamar ayahnya Ling In Wurong.
" Ayaaaaah! Ayaah!" Panggil Ling In Chuan berulang - ulang dengan suara keras mampir berteriak. Dia berharap ada yang menjawab panggilannya dan memberitahukan keberadaan ayahnya.
Gadis cantik itu tidak perduli lagi apa pun lagi, bahkan kalau teriakannya itu akan membuatnya dalam masalah. Tak terasa air matanya banjir membasahi wajah cantiknya, gadis cantik itu tidak mampu lagi menahannya kesedihannya.
DEEEG
Dengan tergesa- gesa Ling In Chuan menuju ke kamar Ling In Chuan. Makin dekat kamar makin berdebarlah hatinya. Wajah gadis cantik itu makin pucat saja.
Pintu kamar Ling In Wurong terbuka dan tercium bau amis darah segar dari dalam kamar. Ling In Chuan langsung saja nyolong masuk kedalam. Dan mata Ling In Chuan melotot melihat tubuh Ling In Wurong bersimbah darah di atas peraduannya dan tubuh Ling Ba Tin ada di lantai kamar tak jauh dari ranjang.
"Ayaaaaah!" Gadis itu langsung melompat ke ranjang dan memeluk tubuh Ling In Wurong. "Tidaaaak, tidak jangan tinggalkan aku." Setelah merasakan tubuh Ling In Wurong sudah dingin dan kakuh.
Ling In Chuan menyadari kalau ayahnya telah meninggal. Satu satunya keluarga yang di milikinya kini telah pergi meninggalkan dirinya untuk selamanya. Kini dirinya hidup sendirian saja di dunia. Dan ini pukulan telak bagi batin Ling In Chuan.
Tak berapa lama kemudian Ling Ling, Yuan Jing, Ling Chi dan Ling Yun tiba di kamar Ling In Wurong. Ke empatnya berdiri tidak jauh dari ranjang. Ling Ling melihat kondisi kamar yang sebagian hancur. Terlihat jelas kalau tadi, tempat ini telah terjadi pertarungan hebat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...