Ling Ling

Ling Ling
Bab 59



Ling Ba Tin melihat Ling Ling menutupi tubuh telanjang Ling In Chuan dengan hanfu. Ling Ba Tin berpikir keras, kenapa Ling Ling mau membantu dan menolong Ling In Chuan.


"Nona Ling, Anda sampai mau ikut campur dan bersediah menolong Ling In Chuan pasti memiliki tujuan? Rasanya mustahi, bila Anda turun tangan tanpa ada maksud?" Tanya Ling Ba Tin pada wanita cantik yang ada di hadapannya.


"Hem... Kau ingin tahu? Haha.. Aku bukan dirimu, yang melakukan sesuatu harus menguntungkan diriku! Tapi... Baiklah aku akan memberitahu alasanku? Dengarkan baik - baik, pasang telingamu! AKU DAN DIA SAMA- SAMA PEREMPUAN! " jawab Ling Ling.


"Sekarang juga kau!" ucap Ling Ling sambil menelunjuk Ling Ba Tin. " Dan Juga Kau!" Ling Ling menelunjuk juga Tabib Hang. "Keluar dari kamar ini! Dan jangan lupa rapikan baju kalian itu!"


("Kau pasti senang bukan akan kemalanganku? Kau pasti bahagia aku menderita! Kalau ingin tertawa akan nasib sialku tertawa....") ucap Ling In Chuan dalam hatinya pasrah.


Tabib Hang dan Ling Ba Tin meninggalkan kamar Ling In Chuan. Sekarang tinggal Ling Ling dan Ling In Chuan di dalam kamar. Ling Ling memandang intens pada gadis yang berbaring tak berdaya di atas ranjang.


"Apa yang kau lakukan di masa lalu jujur saja aku belum memaafkanmu! Tapi apa yang kau alami ini sebagai seorang wanita aku tidak bisa diam saja." Ling Ling mulai berbicara kepada Ling In Chuan.


"Uhh... Aku tidak menyangkah nasibmu jadi sepert ini! Sudah jatuh tertimpah tangga juga. Apes benar nasibmu...! Aatau kah ini karma atas semua kesalahan yang telah kau perbuat!"


Dalam kondisi lumpuh! Kau Ling In Chuan malah di perkosa. Dan yang memperkosamu bukan satu orang melainkan tiga orang. Satu masih muda dan dua orang lainnya sudah tua!" ucap Ling Ling matanya menatap mata gadis yang berbaring tak berdaya itu.


Ling Ling menarik nafas kemudian kembali berbicara, " Tiap hari kau di paksa, suka tidak suka merasakan dua kejantanan. Ya... Walau tua, aku rasa mereka ganas dan sangat liar menyentuhmu. Melihat dari bekas yang di tinggalkan di seluruh badanmu itu."


"Kelihatannya mereka sangat suka, suka sekali berada di atas tubuhmu! Kau telah jadi budak nafsu mereka! Ling In Chuan kalau diam saja maka bersiaplah kau akan punya anak dengan salah satu dari mereka berdua! Kau akan jadi ibu dari anak Habib Hang atau anak dari Ling Ba Tin?"


("Dan kau pikir aku sudi dan rela bila jadi seorang ibu! Mengandung anak dari tua bangka! Aku sudah gila bila menginginkan itu terjadi! Kalau bisa aku ingin bebaaaas!") kata hati Ling In Chuan memandang lekat mata Ling Ling.


"Apakah kau ingin bebas? Apakah dirimu ingin terlepas dari cengkraman Ling Ba Tin serta Tabib Hang, Ling In Chuan?" tanya Ling Ling kepada gadis tak berdaya di hadapannya itu.


Ling Ling kembali berkata setelah beberapa saat ingin mengetahui perubahan dari ekspresi wajah Ling In chuan, "Atau Kau lebih suka berada dalam pelukan pria - pria tua itu? Kau menyukai kejantanan mereka?"


Ling Ling melihat jelas perubahan raut wajah Ling In Chuan yang tidak suka bahkan jijik ketika Ling Ling bertanya kemungkinan menyukai perbuatan bejat yang di lakukan Tabib Hang dan Ling Ba Tin.


"Aku tanya sekali lagi Ling In Chuan? Jawab pertanyaanku dengan kau mengedipkan matamu sebanyak tiga kali! Mana yang kau pilih!"


" Kau ingin selalu ada Ling Ba Tin dan Tabib Hang di sisimu bila malam tiba?" Ling Ling melihat kedua mata Ling In Chuan yang tak berkedip sama sekali.


Ling Ling kembali mengulang pertanyaannya, " Apa kau ingin bebas dan terlepas jadi budak Nafsu kedua lelaki tua bangka itu?"


Ling Ling memandang lurus mata Ling In Chuan, yang akan memberinya reaksi sebagai jawabannya. Dan Ling In Chuan mengedipkan matanya sebanyak tiga kali.


"Jadi kau ingin bebas? Aku bisa membantumu? Tapi tidak ada yang gratis Ling In Chuan, harus ada timbal baliknya?" ucap Ling Ling pada Ling In Chuan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...