Ling Ling

Ling Ling
Bab 103



Selesai bicara, Yuan Long tiba- tiba menghilang begitu saja dari hadapan Ling Ling.


"Ehh... Kenapa pergi? Katanya lapar? " cicit Ling Ling setelah kepergian Yuan Long.


Tak berapa lama kemudian, tiba-tiba seorang pemuda tampan hadir di hadapan Ling Ling. Pemuda itu mengeluarkan berbagai macam makanan dari dalam cincin dimensinya.


"Aih... Yuan Long! Banyak sekali makanan yang kau bawa! Mana sanggup kita menghabiskan semuanya!"


" Itu masalah gampang! Kalau takut tidak habis, khan kita bisa meminta Ling Chi dan Ling Yun ikut bergabung makan bersama kita."


Ling Ling mulai mencicipi makanan yang ada di hadapannya. Walau selera makannya sudah hilang, tapi kalau dia tidak makan sama sekali, jelas Yuan Long akan protes.


" Apakah kau akan menunda kepergianmu ke ibukota?" tanya Yuan Long kepada Ling Ling.


" Tentu saja tidak, aku akan segera meninggalkan kota Shan Shan satu bulan lagi."


" Ohh...Satu bulan, Terus bagaimana dengan Ling In Chuan? Apakah kau sanggup untuk menyembuhkan Ling In Chuan dalam waktu satu bulan? Kelumpuhan yang dialami oleh Ling In Chuan itu lumayan parah!"


Ling Ling tidak langsung menjawab apa yang ditanyakan oleh Yuan Long. Gadis cantik itu hanya tersenyum saja.


" Baiklah, kalau kamu memang tidak mau untuk menjawab dan mengungkapkannya! Cepat atau lambat, kamu juga yang akan memberitahukan semua kepadaku!" ucap Yuan Long penuh dengan percaya diri.


Selesai makan, Yuan Long langsung kembali lagi ke kamarnya, yang letaknya di sebelah kamar Ling Ling. Meninggalkan Ling Ling seorang diri.


" Hem...Sudah saatnya aku belajar dan menguasai tahap 3 dari teknik warisan Pheonix. Penguasaan akan api! Teknik ini sangat rumit aku pasti membutuhkan waktu tidak sedikit!"


Ling Ling berjalan menuju kamarnya. Sampai kamar dia langsung saja duduk di atas ranjang empuknya. Seketika itu juga dirinya segera saja mengambil sikap Lotus. Dia memejamkan matanya siap larut dalam semedi.


Dengan sangat Khusuk Ling Ling membuka kembali ingatan yang di tinggalkan burung Pheonix yang tertanam dalam ingatannya.


Begitu ingatan itu terbuka, Ling Ling seperti melihat potongan gambar yang silih ganti dengan cepat.


Cukup lama Ling Ling berusaha mengartikan dan juga memahaminya, tapi tetap tidak mampu mengurai satu gambar pun. Makin lama makin pusing bila terus-terusan berusaha untuk menjabarkannya.


Tapi Ling Ling tak mengenal kata menyerah, dia tetap berusaha, baginya ini sebuah tantangan yang harus ditaklukannya.


Andrenalinnya semakin terpacu untuk bisa menguasai teknik ketiga dari warisan pheonix yang ditinggalkan untuknya.


Perlahan-lahan mata Ling Ling terbuka, mata itu mengerjap - ngerjap beberapa kali berusaha untuk menyesuaikan diri dengan keadaan sekitarnya.


"Aih... hari sudah pagi rupanya, ternyata cukup lama juga aku berusaha untuk bisa memahami teknik ketiga dari warisan Pheonix, penguasaan akan api. Ohh... Sayangnya aku gagal, aku belum bisa memahaminya, tapi ini sesuai dengan dugaan aku sich, pasti memerlukan waktu untuk bisa."


Tak lama kemudian Ling Ling mendengar langkah kaki di luar pintu kamarnya.


TOK TOK TOK


Bunyi pintu kamar diketuk dari luar, Ling Ling bisa menebaknya, kalau yang datang itu adalah dua pelayan cantiknya yaitu Ling Chi dan Ling Yun.


Kemudian terdengar suara dari balik pintu kamar memanggil-manggil namanya, "Nona Ling, Nona Ling... "


Ling Ling pun segera saja menjawab panggilan itu, " Buka saja pintunya! Masuk saja. Pintu itu tidak aku kunci."


KRIIEETT


Daun pintu dibuka dari luar oleh dua orang gadis cantik yang langsung saja masuk kedalam kamar. Ling Ling segera saja turun dari ranjang dan melangkahkan kakinya untuk membuka pintu jendela kamarnya.


"Ada apa? Biasanya kalian tidak akan mengetuk pintuku kamarku, hingga aku keluar sendiri dari dalam kamar. Karena yang biasa membangunkan diriku adalah Yuan Long."


Ling Ling berbicara dengan mereka berdua tanpa memandang mereka, Ling Ling masih saja berdiri di depan cendela. Mata Ling Ling fokus melihat hamparan bunga di taman dari cendela kamarnya yang terbuka.


"It-Itu Nona! Para penjaga yang bertugas untuk mengantarkan anggota keluarga Jiang sudah kembali! Tapi..."


" Memangnya ada apa dengan mereka? Apakah telah terjadi sesuatu?" tanya Ling Ling kepada dua pelayan cantiknya.


Ling Chi langsung saja menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh nona mudanya, " Iya Nona Ling, telah terjadi sesuatu yang sangat mengerikan, mereka semua kembali dalam keadaan terluka parah."


"Tidak ada satupun yang kembali dalam keadaan utuh. Entahlah, apa ada di antara mereka yang tewas kami tidak tahu?" Ling Yun juga ikutan menjawab pertanyaan Ling Ling.


Ling Ling yang sebenarnya mengetahui semua kejadian yang terjadi dengan para penjaga kediaman keluarga Ling yang mengantar anggota keluarga Jiang hanya bisa terdiam.


Ling Ling menarik nafas panjang sebelum dirinya kembali berbicara, " Apakah sudah dipanggil kan tabib untuk merawat luka mereka semua?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...