Ling Ling

Ling Ling
Bab 120



Ling Ling terkejut dengan alasan yang di pakai oleh Juan Long untuk membenarkan tindakan yang telah di lakukannnya. Bisa-bisanya pemuda tampan itu menggunakan perbuatannya sebagai alasan bentuk dari wujud cinta kasihnya.


Bukannya cara itu di gunakan untuk tindakan dan perbuatan yang menutupi nafsu mesum saja. Memangnya Ling Ling anak kecil apa, bisa dibohongi dan ditipu dengan cara seperti itu.


Karena tidak ingin memperpanjang urusan, langsung saja Ling Ling meninggalkan Yuan Long yang masih berdiri menatap dirinya dengan intens.


"Hai... . Mau ke mana? Urusan kita belum kelar? Jangan pergi dulu!"


Ling Ling tetap melangkahkan kakinya tidak mengindahkan seruan dari Yuan Long. Karena kalau diteruskan bisa-bisa dirinya lah yang akan rugi besar.


********


Paviliun Roseling


Ling Ba Tin sudah lama tidak melihat kondisi dari Ling In Chuan. Sejak dirinya dilarang oleh Ling Ling untuk mendekati anak dari kepala cabang Ling Kota Shan Shan itu.


Dia sangat kangen dengan gadis itu, teramat sangat merindukan, terutama pada ekspresi dari gadis cantik itu saat dirinya berada di bawa rengkuhan kejantanannya.


Apalagi saat mengetahui kalau temannya sich tabib tua Tabib Hang bisa mengulang kembali menaburkan benihnya pada Ling In Chuan. Dia sedikit tidak rela, kalau dirinya juga tidak bisa mengulang kembali keasyikan yang perna dirinya rasakan itu.


Kini lelaki tua itu berada tepat di depan pintu kamar Ling In Chuan. Tanpa mengetuk pintu, dia langsung saja membuka pintu kamar itu.


KRIIIIEEET


Begitu pintu kamar itu terbuka Ling Ba Tin langsung saja nyelonong masuk ke dalam kamar. Dia melihat ada dua orang pelayan yang sedang melayani gadis cantik yang masih berada di atas ranjang.


"Eheeem"


Kedua Pelayan cantik yang melayani Ling In Chuan langsung menoleh ke asal suara. Mereka terkejut melihat kepala pelayan keluarga Ling sudah berada di dalam kamar.


Mereka begitu berkonsentrasi merawat dan melayani gadis cantik itu sehingga mereka tidak menyadari ada orang masuk ke dalam kamar. Andaikan Ling Ba Tin tidak bersuara mereka tidak akan pernah mengetahuinya.


"Tuan Ling Ba Tin?" Ucap kedua gadis pelayan cantik itu secara bersamaan.


"Tinggalkan tempat ini! Aku mau bicara berdua dengan majikan kalian!" perintah Ling Ba Tin kepada kedua pelayan itu.


Kedua pelayan cantik tidak segera meninggalkan kamar, sesuai dengan apa yang di perintahkan. Mereka masih saja berada di sisi kanan dan kiri ranjang Ling In Chuan.


Bagaimana mungkin mereka berdua bisa meninggalkan Ling In Chuan karena ini sudah menjadi tugas yang harus dijalankan oleh keduanya. Dan itu perintah langsung dari Ling Ling. Nona muda keluarga Ling pusat.


"Maaf Tuan Ling Ba Tin, kami tidak mungkin meninggalkan nona Ling In Chuan sendirian!"


"Kami berdua mendapat tugas khusus untuk selalu berada di sisi Nona Ling In Chuan!"


Mendengar jawaban yang diberikan oleh kedua gadis pelayan itu membuat Ling Ba Tin seketika itu juga mukanya memerah karena kemarahan mulai bangkit dalam hatinya. Beraninya pelayan rendahan semacam mereka melawan perintah darinya.


" Dasar tidak tahu diri! Beraninya kalian melawan perintahku? Apa Kalian berdua sudah bosan hidup?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...