Ling Ling

Ling Ling
Bab 39



Selesai berbicara dengan anaknya Ling In Wurong menyerahkan Ling In Chuan pada Tabib Hang dan melinggalkan kamar itu dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya.


Tabib Hang mendekat membawakan obat kepada Ling In Chuan dan berbicara dekat telingahnya dengan senyum mesumnya, "Kau pasti bahagia kakakmu pulang! Kau harus menyambutnya dengan perayaan ! Hehe.. Perayaan mandi keringat sampai pagi! Tunggulah sebentar, aku akan menutup pintunya dulu. Hihi... Setelah itu kita bisa langsung membuat perayaannya."


"Tabib tua bangka keparat ! Aku tidak mau dan sudi kamu sentuh! Aku begitu jijik kamu jamah ! Brengseeeek tunggu saja kesembuhan diriku, akan aku balas sakit hati ini ribuan kalinya." ucap Ling In Chuan sayangnya tidak ada yang bisa mendengar.


Tabib Hang mencium bibirnya sebelum meninggalkan Ling In Chuan. Setelah pintu tertutup Tabib Hang kembali lagi ke sisi Ling In Chuan dengan tersenyum menyeringai.


Tanpa berkata langsung saja tabib Hang menyentuh Ling In Chuan. Bibirnya menguasai wajah Ling In Chuan dan tangannya aktif meraba dan meremas dan juga mulai menaggalkan apa yang di pakai oleh Ling In Chuan.


Malam itu Ling In Chuan di pakai oleh tabib Hang sampai puas dan sesuai apa yang dikatakannya pada gadis cantik itu. Tabib Hang mengulang terus perbuatannya sampai hari hampir pagi.


"Hehe ... Kau benar - benar nikmat! Aku tidak perna merasa bosan dan juga puas di atas tubuhmu! " ucap Tabib Hang ke pada Ling In Chuan.


Tabib Hang merasa beruntung bisa menikmati gadis cantik masih muda, berumur belum genap 20 tahun, dan juga memiliki status lebih tinggi dari dirinya.


Dan Ling In Chuan bisa pakainya bukan hanya sekali tapi berulang- ulang, kapanpun dirinya menghendaki maka saat itu juga dia bisa melepaskan hasratnya dengan sesuka hati. Bermain lembut apapun kasar tidak masalah.


*******


Pelataran Kediaman Keluarga Ling


Mentari baru saja menunjukkan sinarnya tapi di kediaman keluarga Ling sudah banyak pelayan dan penjaga hilir mudik di pelataran kediaman keluarga Ling.


Mereka di paksa kerja lebih keras lagi, karena kedatangan Ling Yuyu hari ini. Tidak ada yang boleh libur apa lagi sampai santai.


"Jangan lupa kau lihat juga didapur, Apa semua makanan yang di sukai oleh Nona Ling Yuyu sudah di masak? Jangan sampai ketika Nona sudah tiba makanannya belum matang!" ucap Ling Ba Tin pada salah seorang pelayan wanita yang di percayanya.


"Itu sudah aku lakukan! Harus sempurna, kalau tidak Tuan Ling In Wurong bisa marah - marah pada kita! Parahnya, kita semua bisa - bisa gaji kena potong sebagai hukumannya!" ucap wanita gendut itu.


"Baguuus, sebelum kedatanganya semua sudah beres itu jauh lebih baik!" ucap Ling Ba Tin Mengangguk puas.


Waktu terus berlalu kini matahari tepat di atas kepala tapi tanda - tanda Ling Yuyu datang belum juga nampak. Ling In wurong mondar mandir tidak tenang.


Keluar masuk gerbang kediaman keluarga Ling sudah puluhan kali Ling In Wurong lakukan. Hanya sekedar melihat arah jalan yang akan di lalui oleh Ling Yuyu.


" Benarkan Ling Yuyu pulang sekarang?" Pertanyaan yang keberapa kalinya di tanyakan oleh Ling In Wurong pada Ling Ba Tin.


"Nona Ling Yuyu pulang , Tuan!" jawab Ling Ba Tian pelan sambil menghela nafas.


Sudah kesekian kalinya Ling Ba Tin menjawab dan menjelaskan pada majikannya itu. Tapi seolah masuk telinga kanan keluar telinga kiri sehingga tidak terekam dalam otaknya.


Ingin sekali Ling Ba Tin masuk meninggalkan Ling In Wurong di pelataran. Tapi dia tidak berani melakukan itu walau perutnya keroncongan karena lapar.


Ling Ba Tin dan lebih dari sebagian pelayan juga penjaga belum ada yang makan dari pagi, karena mereka sibuk membantu dan mengerjakan tugasnya biar cepat selesai. Sehingga bisa santai dan istirahat.


Kondisi Ling Ba Tin , pelayan dan penjaga tak ubahnya sudah jatuh tertimpah tangga juga. Sudah kerja keras pagi hingga malam tapi perut masih juga kelaparan.


"Tuaaaaaan.... Nona Ling Yuyu telah tiba! Sekarang keretanya hampir sampai gerbang!" ucap penjaga menghadap kepada Ling In Wurong dengan terburu- buru sampai nafasnya tersengal - sengal.


" Saat tiba, cepat suruh Ling Yuyu masuk!" ucapnya kepada penjaga. Dan penjaga itu pun langsung berlari kembali ke gerbang Kediaaman Keluarga Ling.


"Ayo kita sambut dia! Aku tak sabar ingin bertemu dengan dirinya!" ucap Ling In Wurong sambil berjalan ke gerbang. Mau tidak mau Ling Ba Tin mengikutinya di belakang Ling In Wurong menuju ke gerbang.


Tak lama kemudian sebuah kereta mega nan indah berada tepat di depan gerbang Kediaman keluarga Ling. Di dalam kereta itu ada seorang gadis cantik duduk dengan anggun. Para penjaga yang melihatnya segera saja memberi hormat kepada gadis cantik dalam kereta itu.


" Selamat datang kembali di kediaman keluarga Ling Nona Muda Ling Yuyu!" ucap serentak para penjaga keluarga Ling.


"Hem.." itu jawaban yang di berikan gadis cantik itu kepada para penjaga.


Para penjaga sebenarnya tidak perduli dengan jawaban wanita cantik itu. Yang penting bagi mereka adalah Dia sudah datang berarti mereka sebentar lagi bisa mengganjal perut yang sudah keroncongan sejak tadi.