
Mendengar apa yang di ucapkan oleh lelaki kekar bertampang sangar, Ling Ling menyadari dengan pasti kalau mereka memang ingin membuat masalah dengan dirinya. Dan berebut tempat duduk hanya di jadikan sebagai alasan saja.
Dan Ling ling bukanlah orang yang berhati malaikat, yang akan membiarkan orang yang telah berbuat jahat pada dirinya, tanpa ada balasan sama sekali. Harus ada bayaran yang setimpal atas perbuatan yang di tanam mereka.
" Enyah kalian berdua dari hadapanku! Kalian telah mengotori pandangan mataku saja!" Hardik Ling Ling pada ke dua orang bertampang kasar dengan mengibas- ibaskan tangannya.
"Apaaa? Beraninya kau mengusir kami! Yang seharusnya pergi dari tempat ini adalah kalian."
Langsung saja sebuah serangan mengarah kepada Ling Ling yang menanggapinya dengan santai sekali.
WHUUUS
Ling Ling sama sekali tidak menghindar, di sambutnya serangan itu dengan mengarahkan tangan kirinya membentur serangan yang telah di lancarkan oleh lelaki tampang sangar.
BRAAAK
Bunyi yang terdengar akibat dari dua benturan telapak tangan saling beradu dengan sedikit Aura. Ling Ling langsung saja melakukan serangan balasan dengan mengerahkan tendangan kaki kirinya kepada lelaki yang ada di depannya.
WHUUUUS
Lelaki bertampang sangar melompat ke samping menghindari tendangan dari Ling Ling. Sehingga serangan dari Ling Ling mengenai tempat kosong.
TAP------
Ling Ling kembali lagi mengirimkan tendangan yang mengandung Aura dengan gerakan yang lebih cepat lagi dan lebih ganas lagi.
WHUUUUUS
Lelaki kekar bertampang sangar berusaha untuk menghindari serangan Ling Ling dengan mundur dua langkah ke belakang tapi sayang, gerakannya kurang cepat sehingga tendangan itu mendarat tepat pada perut lelaki kekar bertampang sangar satu.
BUUUUUK
BRAAAAAK
Tendangan itu mampu mengirim lelaki kekar bertampang sangar itu menabrak salah satu meja kedai makan hingga hancur.
"Brengseeeek! Aku akan membunuhmu! Beraninya kau mempermalukan diriku? Akan Aku cincang tubuhmu!" Teriak lelaki tampang sangar satu tidak menerima kena tendangan dari Ling Ling, apalagi banyak orang yang menonton dan melihat kejadiaan itu. Malu dan marah itulah yang saat ini di rasakan olehnya.
"Ck, bukan kau yang akan membunuh tapi akulah yang bakal mengirimmu segera bertemu dengan dewa kematian! Orang sepertimu tidaak pantas ada di dunia ini hanya mengotori saja." Ling Ling membalas ucapan yang di lontarkan oleh lelaki tampang sangar itu ridak kalah sadisnya.
Ling Ling langsung mengalirkan Aura dalam jumlah besar pada sekujur tubuhnya. Aura kini menyelimuti sekujur tubuh Ling Ling. Melihat apa yang di lakukan oleh Ling Ling langsung saja lelaki tampang sangar satu itu juga tidak mau ketinggalan, Dia mengalirkan Aura pada sekujur tubuhnya.
WHUUUUS
Seketika itu juga angin berhembus sedikit kencang yang terbuat dari aura. Dan Aura itu perlahan -lahan mampu memadat dan akhirnya membentuk pisau pisau Aura.
Pisau- pisau aura itu langsung melesat dengan kecepatan yang tinggi menghujani lelaki bertampang kasar tersebut.
WHUUUUS
"Sial,sial,sial aku harus berhati-hati! Aku tidak boleh ke gegabah melawan gadis ini. Kalau tidak, nyawaku bisa melayang kapan saja, apabila perhitunganku salah ataupun meleset sedikit saja!" gumam lirih lelaki tampang sangar satu sambil menghindari pisau Aura.
Lelaki itu sangat waspada melawan Ling Ling, dia tidak mau berakhir dengan sangat mengenaskan. Harga dirinya tidak menginginkan hal itu sampai terjadi.
WHUUUUS
Sementara itu serangan Ling Ling makin lama makin ganas, terarah dan juga makin cepat. Dan Hal ini justru terbalik dengan kondisi dari lelaki bertampang sangar.
Walau dirinya berusaha menghindari pisau aura tetapi karena begitu cepat dan banyaknya pisau aura yang menyerang membuatnya tidak bisa menghindar.
JLEEEP
JLEEEP
Beberapa pisau Aura menggores dan menancap pada tubuh kekar dari lelaki bertampang sangar.
AAUUUHHH...
Jeritan kesakitan yang berusaha di tahan oleh Lelaki tampang sangar 1, hanfu yang dikenakan sudah mulai terkoyak. Darah mulai merembes keluar dari luka yang diakibatkan oleh pisau-pisau aura.
"Ck Dengan kemampuan seperti ini mau mengalahkan diriku.Wow .. salut aku padamu, karena berusaha merelakan diri menerima rasa sakit yang menyendera tubuhmu, tiap pisau -pisau Aura melukai, menggores dan menancap badanmu. "
Lelaki tampang sangar itu menggeram dan mengepalkan tangannya. Amarahnya mulai berkobar. Dia memandang Ling Ling penuh dengan kebencian dan dendam.
"Ck, begini saja kau sudah sombong! Seolah-olah kau sudah yakin bisa mengalahkan diriku! Ini hanya kebetulan saja kau bisa melukaiku karena aku terlalu meremehkan dirimu.
Sementara Ling Chi saat ini sedang tegang sekali. Melihat pertujukan dan tontonan yang ada di hadapannya. Dia sangat mengkhawatirkan majikan cantiknya itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...