
Hik Hik Hik WAAAAAA
Gadis cantik itu menangis meraung - raung dengan kerasnya atas kemalangan dan kesialan nasipnya. "Bajingan kalian! Lepaskan diriku? Jangan sentuh tubuhku! Aku tidak rela!" Ratap piluh gadis cantik itu.
kedua penjaga tidak memperdulikannya. Mereka asik dengan kegiatannya tak peduli korbannya mau atau tidak yang penting mereka senang dan puas.
"Haha... Ini sungguh menyenangkan! Aku belum pernah main bertiga seperti ini! Ini pertama kalinya! Ternyata bisa membuat diriku makin bersemangat?" ucap penjaga 2 kepada temannya.
"Hehe... Aku sudah pernah, Ini yang ke tiga kalinya tapi... Yang ini lebih mengasikan habise yang diajak masih belum berpengalaman! Kita berdua yang pertama kali menjamahnya. Semuanya masih murni belum tersentuh! Kita berdua benar- benar beruntung!" ucap penjaga 1 bersungguh - sungguh.
Setelah puas meraba dan meremas penjaga 1 kini mulai menghisap pucuk gunung bergantian dengan rakusnya. Sementara penjaga 2 mulai dengan ganas menyibak hutan rimbun gadis cantik yang malang itu.
Gadis cantik itu tidak bisa merontah maupun melepaskan diri. Karena posisinya di tengah kedua penjaga yang mengunci pergerakannya.
********
Pavilium Homeling
Ling Ling dan Yuan Long sudah menghabiskan separuh makanannya ketika Ling Chi dan Ling Yen tergesah- gesah mendekat pada keduanya.
"Nona Ling, saya mohon tolonglah saudarinya pelayan Raylan! Tadi saya tampah sengaja berpapasan saat dirinya di seret oleh dua penjaga ke baraknya!" ucap Ling Chi penuh harap kepada Ling Ling.
"Ya Nona, tolonglah dia! Jangan sampai nasibnya sama seperti saudari perempuan saya. Setelah puas dimainkan dan dijarah mereka langsung membunuhnya," ucap Ling Yen sambil air mata mulai mengalir ke pipinya.
"Dia di bawa ke barak penjaga nasibnya akan lebih mengenaskan dari pada kakak Ling Yen. Dia akan digilir banyak orang. Mereka akan memperlakukannya sangat kasar dan brutal!" ucap Ling Chi sangat mengharapkan Ling Ling mau menolong gadis itu.
Ling Ling dan Yuan Long saling pandang sesaat dan Yuan Long menganggukan kepalanya. Ling Ling kemudian berkata, "Aku tidak suka ikut campur urusan orang lain. Tapi ... Baikkah aku akan menyelamatkan!" ucap Ling Ling.
"Kemarin Ling In Wurong ikut campur dan menyelamatkan Kepala Keluarga Dong anggap saja ini barter kamu menyelamatkan gadis itu!" ucap Yuan Long.
Ling Ling bangkit dan diikuti oleh Yuan Long, kedua langsung menuju barak penjaga, dan kedua pelayan Ling Yen dan Ling Chi ikut mengekor di belakang Ling Ling dan Yuan Long.
Ketika melewati halaman Pavilium Roseling keempat orang itu bisa melihat jelas mayat bergelempangan keluarga dari pelayan Raylan yang belum di singkirkan dan masih kererubuti para penjaga.
Ling Chi dan Ling Yen tegang sekali melihat itu mereka kwatir kalau kedatangan Ling Ling dan Yuan Long terlambat menolong adik Raylan.
Ling Ling dan rombongannya mempercepat langkah kakinya karena tidak mau terlambat menolong adik Raylan. Akhirnya Ling Ling, Yuan Long ,Ling Yen dan Ling Chi tiba di barak penjaga. Tanpa kata terucap dari mulutnya Yuan Long langsung menendang pintu barak penjaga.
BRAAAK
Pintu itu jebol dan mereka berempat melihat pemandangan yang mengiris. Seorang gadis cantik teriak kesakitan dan menangis tersedu- sedu sedang dikungkung , dinikmati dan di jarah paksa oleh dua penjaga Keluarga Ling.
Kedua penjaga terkejut ketika pintu barak ditendang dan jebol padahal mereka tidak menguncinya. Mereka berbuat begitu agar teman- teman penjaga yang lain bila mau masuk ke dalam barak tanpa keduanya harus membukakan pintu.
Dan bila ingin ikut merasakan dan menikmati gadis ini pun mereka harus menungguh sebentar, harus mau antri sampai mereka berdua tuntas melepaskan bisa ularnya pada lubang sempit.
"HAH... Kenapa harus di tendang? Pintu tidak di kunci! Tidak sabaran banget?" ucap Penjaga 1 tanpa melihat kearah pintu dia tetap asik meneruskan kegiatannya.
"Ck, Antri dulu kami berdua belum tuntas ini tinggal sebentar lagi nanggung? Kalian duduk saja menonton kami bermain! Setelah usai baru giliran kalian..." ucap penjaga 2 juga tanpa melihat pintu barak karena konsentrasinya masih tertuju pada gadis cantik yang di nikmatinya.
"Jangan Kwatir semua kebagian! Gadis ini di hadiahkan oleh Tuan Ling In Wurong kepada kita! Jadi bisa terus dipakai dan dinikmati kapan saja kalian mau dan gratiiiis tanpa harus keluar uang seperti ke rumah nikmat." Ucap penjaga 1 kembali bersuara.
"Siapa yang mau nungguh giliran? Siapa yang mau antri? Lepaskan dia?" ucap Yuan Long langsung menarik paksa kedua penjaga dari mengungkung gadis cantik itu.
Yuan Long tidak peduli mau bisanya sudah nyempur apa belum yang jelas tindakan mereka harus segera di hentikan. Dan sebuah selimut di berikannya untuk nenutupi tubuh telanjang gadis cantik itu.
Yuan Long tidak mau mata Ling Ling dan kedua Pelayan ternoda karena lebih lama lagi menyaksikan adegan tersebut. Terlebih permainan itu dilakukan dengan cara satu wanita melawan dua laki- laki.
Yuan Long tidak mau bila itu bisa meracuni pikiran Ling Ling. Dan itu tidak boleh terjadi bahkan membayangkannya saja itu sudah membuat Yuan Long panas.
Kedua penjaga baru menyadari kalau yang masuk barak bukanlah teman mereka tapi orang asing yang tak dikenalnya.
"Brengsek! Siapa kau berani mengganggu kesenangan kami?" tanya Penjaga 1 kepada Yuan Long dengan wajah penuh amarah.
"Bedebah! Orang tak tahu diri dari mana ikut campur urusan kami?" ucap Penjaga 2 marah luar biasa karena permainannya belum tuntas terpaksa di hentikan.
Hik Hik Hik Hik
"Tuan, terima kasih! Terima kasih! Terima kasih atas pertolongannya!" ucap gadis cantik itu kepada Yuan Long sambil membungkukkan badannya dan masih menangis tersedu.
"Oh..., kalian ingin tahu siapa aku? Kalian berdua tidak pantas tahu siapa diriku. Kalian berdua lebih pantas menerima ini?" ucap Yuan Long kepada kedua penjaga itu sambil menendangnya. Tendangan itu biasa saja tapi efeknya luar biasa ke dua penjaga itu dikirim terbang dan menabrak tiang penyangga barak.
Keduanya penjaga itu memuntahkan seteguk darah segar dan ada bagian yang patah saat tertabrakan dengan tiang penyangga barak. Mereka berdua merusaha bangkit dari terlentangnya dan berdiri dengan susah payah. Kedua penjaga itu tidak ada yang berinisiatif memakai baju mereka masih saja telanjang seperti bayi baru lahir saja.
Ling Ling mendekati gadis cantik yang memakai selimut untuk menutupi tubuhnya itu. Ling Ling menyerahkannya hanfu cantik untuk di kenakan gadis itu.
"Terima kasih, Nona! Terima kasih! " ucap Gadis cantik itu yang segera mencari tempat untuk bisa mengenakan hanfu menutupi tubuhnya.
***********