
Ling Ling mulai meningkatkan lagi daya serangnya, apa lagi melhat pertarungan yang lain sudah selesai. Sekarang saatnya Ia mengakhiri pertarungannya dengan Ling Lo.
"Teknik Api Prahara !" Gumam Ling Ling sambil menebaskan pedangnya.
Pedang yang di selimuti api itu seketika berkobar membesar. Hawa panas menyengat seketika itu terasa di sekeliling Ling Ling dengan radius 25 meter.
WHUUUUUUS
" Gawaat!" Ling Lo merasa terancam oleh serangan yang di lancarkan Ling Ling. Segera saja dia mengerahkan seluruh kemampuannya guna menghadang serangan itu.
" Teknik Pukulan Braja Sakti!" Teriak Ling Lo saat serangan Ling Ling akan mendekat.
Api berkobar itu melesat dengan ganas dan sangat cepat mulai ada di depan matanya. Ling Ho langsung memukulkan Toya kesayangannya menghadang serangan.
WHUUUUS BRRRR
Serangan api berkobar seketika itu terbelah ketika bersentuhan dengan serangan Toya Ling Ho. Mengakibatkan Api makin membumbung tinggi dan menyebar dari dua sisi.
" APAAAA! OHHH.. TIAAAAK!" Teriak Ling Lo panik dan takut mulai di rasakannya.
Serangan Api berkobar itu tetap melaju ke tempat Ling Lo berada. Tak lama kemudian api berkobar menyelimuti dan menggulung Ling Lo.
AAHHH.... BLAAAAAR
Teriakan nyaring Ling Lo kesakitan terdengar dari dalam kobaran api. Tak lama kemudian terjadi ledakan besar di dalam api berkobar. Ling Ho seketika itu juga tewas, tubuhnya meledak menjadi abu.
Kalau Ling In Chuan keadaannya baik- baik saja akan sangat mencurigakan. Sedangkan Ling Ling butuh mata - matanya tetap berada di sisi musuhnya.
Tepat saat pertarungan berakhir Nyanya Ling Chan Hu datang bersama dengan kepala pelayan Ling Lissun beserta Ling Sauyi pelayan setianya.
Nyonya Ling Chan Hu kaget akan adanya Ling Ling. Dia tidak menyangkah biang kerok kerusuhan yang terjadi di Paviliun utama adalah gadis sampah yang paling di benci olehnya.
" Lancaaang! Beraninya kau membuat onar di Pavilium utama! Kau tidak tahu aturannya, iya! Dasar sampah..! Tidak heran bila kau tidak mengerti." Sarkas Ling Sauyi.
"Berbuat onar! Membunuh pengawal. Kau harus mendapat hukuman! " Ucap Ling Lissun dengan mata melotot pada Ling Ling.
"Haha... Siapa yang bikin onar? Ini semua karena dia ." Ling Ling menelunjuk Ling Yu Bing. "Dia menghalangiku! Melarangku! Dan Untuk pembunuhan ini. Aku terpaksa melakukannya karena untuk membela diri."
Ling Ling menjedah ucapannya ingin melihat reaksi mereka. Di pandanginya Nyonya Ling Chan Hu dan Ling Lissun tanpa ada rasa takut. Ia pun melanjutkan ucapannya.
"Aku datang mau menanyakan apakah Paviliunku sudah di persiapkan?" Ling Ling tersenyum semrik melihat reaksi mereka. "Aku mau Paviliun Mawar, Paviliun buatan ayahku yang khusus di buat untukku, yang sekarang ini di pakai oleh Ling Yu Bing."
" Apaaa? Kau mau Paviliun Mawar! Jangan mimpi, aku tidak akan memberikannya padamu. Kau tidak layak memakainya."
"Haiii Sampah Ling Ling! Pavilium itu sudah menjadi milikku. Dari dulu, sekarang hingga nanti tetap milikku."
Ling Yu Bing tidak akan perna menyerahkan apa yang sudah menyadi miliknya, apa lagi itu Pavilium terbaik di Kediaman keluarga Ling. Dan tentu saja Ling Chan Hu akan mendukung, karena yang terbaik harus menjadi milik putri kesayangannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...