
Tabib Hang yang memperhatikan raut wajah Ling In Chuan yang berubah menjadi pucat pun mendekat. Dengan senyum mesumnya , yang tak perna hilang dari wajah tuanya, yang mulai menunjukkan adanya keriput.
"Kenapa kau terlihat seperti ketakutan Ling In Chuan? Dari matamu aku pun melihat adanya kepanikan! " tanya tabib Hang kepada gadis cantik yang terbaring itu.
"Bagaimana aku tidak takut dan panik akan rencana yang mau kau lakukan, tua bangka! Kau menghendaki aku hamil! Aku tidak sudi , tidak rela dan tidak terima mengandung benih kalian berdua! Dasar gilaaaaa!" ucap dalam hati Ling In Chuan protes pada tabib tua tabib Hang.
Tabib Hang seperti berpikir sebentar sebelum dirinya menarik kesimpulannya . "Oohh... Aku tahu apa penyebabnya? Itu pasti karena aku memutuskan ingin punya anak denganmu! Hihi... sayangnya keputusanku tidak akan berubah."
"Lihat lah Ling Ba Tin, baru pertama kali menyentuhmu saja, sudah meninggalkan jejaknya padamu. Dan itu di ketahui seorang pelayan. Keperkasaannya telah di tunjukkan terang - terangan tanpa harus di tutupi. "
" Sedangkan aku, sudah lama bercinta denganmu. Tapi tidak ada jejak yang tertinggal, makanya aku juga mau menunjukkan kejantanan dan keperkasaanku dengan menghamilimu."
"Aku tidak sudiiiii! Aku tidak mau anak darimu! Tidak perlu menunjukkan kajantanan dan keperkasaanmu! Tiap saat dan tiap waktu kau selalu naik di atas tubuhku dalam tempo yang lama itu sudah menunjukkan bahwa kau, tua bangka adalah pejantan tangguh!" dalam pikiran Ling In Chuan.
"Aku jamin, Aku pasti bisa hamilmu! Kau Ling In Chuan akan menjadi ibu dari anakku! Setiap aku akan menjamah tubuhmu, aku akan memberimu ramuan penyubur kandungan! Benih- benihku jelas akan tersimpan dalam rahimmu. Dan aku akan memastikan benihku aman di dalam sana." ucap tabib tua Tabib Hang bersungguh- sungguh.
Tabib Hang bertekad menjadikan Ling In Chuan ibu dari anaknya. Karena tabib tua Tabib Hang ingin juga meninggalkan jejak sentuhannya pada Ling In Chuan. Dengan adanya anak yang hadir maka sangat jelas, jejak yang di tinggalkan dirinya untuk Ling In Chuan.
...****************...
Pavilium Homeling
Bersamaan sinar mentari yang menerobos masuk kamar Ling Ling, Hal itu juga yang di jadikan alasan Yuan Long untuk memasuki kamar Ling Ling.
Yuan Long mendekat dan duduk di pinggir ranjang. Perlahan tangannya menyentuh wajah cantik Ling Ling.
Di belai dan di elusnya pipi Ling -Ling. Merasakan ada yang menyentuh wajahnya, perlahan kedua mata Ling - Ling terbuka.
Matanya ngerjap -ngerjap berusaha beradaptasi dengan pencahayaan yang ada di sekitarnya.
"Ck, Gadis muda bangun kesiangan! Itu tidak baik Ling Ling. Yang boleh bangun siang itu seharusnya aku! Ayo bangun!"
Yuan Long protes Ling Ling mau meneruskan bobok cantiknya. Tapi Ling Ling tidak memperdulikannya. Tak lama kemudian Terdengar lagi suara Yuan Long di telinga Ling Ling.
" Kalau kamu tidak bangun juga, maka jangan salahan aku!" Yuan Long langsung mengangkat tubuh Ling Ling dan melesat cepat ke kamar mandi.
JEBUR BYUUUUR
AAAA...
Yuan Long masuk bak mandi bersama dengan Ling Ling. Kedua kini basah kuyup, Yuan Long tersenyum melihat gadis cantik yang ada di depannya yang mulai tampak mengerikan.
" Yuan Loooong! Keterlaluan kamu! Awas kamu ya!" Ling Ling langsung saja menyerang Yuan Long.
BUUUK DUUK PLAAK
Ling Ling benar- benar marah kepada pemuda tampan itu. Pukulan demi pukulan mendarat telak pada tubuh Yuan Long.
"Auhh.., Auhh..., Auhh..!" Suara kesakitan Yuan Long yang di hajar Ling Ling. " Sudah, sudah cukup Ling Ling badanku sakit semua."
Yuan Long sama sekali tidak membalas dan juga tidak menghindar setiap serangan yang di lancarkan oleh Ling Ling.
"Kau memang pantas mendapatkannya! Ini semua juga akibat ulahmu! Kalau kau tidak kelewatan, aku juga tidak akan bertindak kejam!" ucap Ling Ling bersungguh - sungguh kepada Yuan Long.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...