
Matahari tepat di atas kepala saat Ling Yuyu datang untuk melihat kondisi dan keadaan adiknya. Ling Yuyu sekarang sedang berada di dalam kamar Ling In Chuan bertemu dengan tabib tua Tabib Hang.
LIng Yuyu mendekati ranjang Ling In Chuan dan mata kakak beradik itu saling pandang. Dengan perlahan Ling Yuyu duduk di tepi ranjang dan tangannya perlahan membelai rambut hitam adiknya Ling In chuan.
"Tabib Hang, gimana kondisi adik cantikku Ling In Chuan? Anda sudah lama merawatnya kenapa belum ada kemajuan yang berarti?" tanya Ling Yuyu kepada Tabib Hang.
Air mata Ling In Chuan menetes saat tangan kakaknya membelai lembut rambutnya. "Cici Ling Yuyu akhirnya kau pulang! Aku merindukanmu! Tolong aku, Ling Yuyu Cici! Selamat diriku dari Tabib Hang. Aku tidak mau di jadikan pemuas nafsunya lelaki tua itu. Bantu aku menyudahi dan mengakhiri benih tua bangkah tabib Hang yang di taburkan terus di rahimku tiap malam."
"Maaf Nona Ling Yuyu! Kondisinya sangatlah parah. Jujur saja mengobatinya akan memakan waktu. Anda bisa memanggil tabib mana pun, tapi saya jamin jawabannya akan sama dengan saya. Anda bisa mencobanya? Kalau Nona Ling Yuyu meragukan kemampuan saya!" ucap Tabib Hang percaya diri.
"Aku tak meragukan kemampuan Anda! Aku cuman bertanya kenapa prosesnya lama? Aku tidak tega melihatnya!" ucap Ling Yuyu pada tabib tua Tabib Hang.
"Hehe... Mana Mungkin aku mempercepat kesembuhannya. Kalau Ling In Chuan segera sembuh, Aku tidak bisa menikmati tubuhnya. Mana mungkin aku melepaskan kesempatan yang ada di hadapanku. Aku tabib yang sudah tua dan bisa menikmati dan mencicipi tubuh gadis yang masih muda. Gratis tanoa harus membayar juga bisa aku pakai kapanpun aku mau dan inginkan tinggal menyalurkan hasrat saja" Ucap tabib tua Tabib Hang.
"Yang bisa kita lakukan ya bersabar, hanya bersabar...Waktu yang akan menjawab dan membuktikan semuanya, kalau aku bisa menyembuhan Nona Ling In Chuan!" ucap tabib Hang menyakinkan Ling Yuyu.
Ling Yuyu diam tidak mendengarkan apa yang di ucapkan oleh tabib tua itu. Karena dirinya pun tidak tahu harus berbuat apa untuk membantu adiknya, kecuali membalaskan sakit hati Ling In Chuan kepada Ling Ling.
Semua kejadian yang menimpah dan di alami Ling In Chuan berawal dari perempuan sampah yang bernama Ling Ling dan akan diakhiri juga oleh wanita tak berguna Ling Ling itu.
"Kau tenanglah Cici akan membalaskan sakit hati dan dendammu pada perempuan sampah yang terusir itu. Aku tidak akan membiarkan sampah keluarga Ling itu bisa tersenyum lagi! Ling Ling akan membayar 100 kali lipat penderitaan yang telah kau alami!" ucap Ling Yuyu bersungguh- sungguh kepada adiknya Ling In Chuan.
"Lakukan pembalasan yang setimpal , Cici! Kalau bukan karena Ling Ling si wanita sampah. Aku tidak akan mengalami nasib yang begitu sial." ucap Ling In chuan dalam hati.
Ling In Chuan merasa apa yang selama ini dirinya alami, itu semua karena campur tangan dari Ling Ling. Ling In Chuan berpikir, kalau Tabib Hang itu juga bagian dari rencana Ling Ling yang ingin menyakiti dirinya secara perlahan- lahan, karena perna meracuni Ling Ling dan membuang tubuh Ling Ling yang sekarat.
Selesai berkata Ling Yuyu segera meninggalkan kamar Ling In Chuan untuk kembali ke Pavilium Dreamling. Sekarang yang tinggal di tempat itu hanya Tabib Hang dan Ling In Chuan.
Tabib Hang mendekati Ling In Chuan kemudian berkata, "Ternyata kamu tidak kalah cantiknya dengan kakakmu. Kamu hanya kalah kultivasi darinya, tapi kamu punya kelebihan yang tidak di miliki oleh kakakmu, Kamu sudah merasakan dua kejantanan. Hehe... Kejantanan itu yang satu muda dan yang satunya lagi tua yaitu aku."
Usai berkata Tabib Hang tidak menyia - yiakan waktunya. Dia langsung menerkam Ling In Chuan. Karena Tabib tahu Pavilium Roseling sepi, pelayan hanya ada saat pagi dan sore saja.
"Hehe ... Aku beruntung sekali waktu itu bertemu dengan Tuan Ling Ba Tin yang sedang mencari tabib. Sekarang aku bukan hanya dapat uang tapi dapat kesenangan juga."
"Apa? Apa yang kau katakan? Jadi... Jadi ... Wanita sampah itu tidak berkonspirasi denganmu. Tidak ada hubungannya dengan kamu tua bangkah..." Dalam hati Ling In Chuan terkejut mengetahui kebeneran itu.
" Asal kau tahu Ling In Chuan! Aku ketagihan beginian selalu denganmu. Kalau pasienku yang lain hanya 2 sampai 3 kali saja aku pakai. Jangan Kwatir Ling In Chuan, kamu tidak akan hamil olehku karena aku selalu mencampur obat penundah kehamilan pada obat yang harus kamu minum."
********
Pavilium Dreamling.
Ling Yuyu sedang memanggil pelayan wanita yang dulu perna melayani dirinya waktu masih tinggal di Kediaman Keluarga Ling cabang kota Shan Shan.
Tak lama kemudian seorang wanita gendut datang menghampiri Ling Yuyu kemudian wanita itu memberi hormat padanya.
"Nona Muda Ling Yuyu memanggil saya? Apakah ada tugas baru untuk saya? " tanya pelayan gendut itu.
************