Ling Ling

Ling Ling
Bab 73



Setelah mendengar apa yang telah di ucapkan oleh Tuan Muda Jiang Fuyan. Tatapan sinis dan mencemooh terlihat jelas dari wajah cantiknya Ling Ling.


"Kalau aku tidak mau! Dan tetap menginginkan ke dua pelayanku bersama dengan diriku! Kau mau apa?" ucap Ling Ling kepada Jiang Fuyan.


Tiba-tiba saja Tang Ta Thing ikut nimbrung ngomong, " Bukan hanya Nona Ling! Aku juga menginginkan kedua pelayan ini ikut! Apakah kau akan melarangku?"


Jiang Fuyan terdiam tidak langsung menjawab apa yang di tanyakan oleh Tang Ta Thing. Tak lama kemudian dia pun berbicara, " Maaf saja aku tetap tidak mengizinkan. Untuk mereka sekali tidak ya tetap tidak. Dan keputusanku ini tidak akan berubah!"


" Hem... Sayang sekali, aku tidak peduli! Kau setuju atau tidak setuju!" ucap Ling Ling kepada Jiang Fuyan. " Kalian berdua ayo masuk, saatnya kita makan!" ucap Ling Ling kepada dua pelayan cantiknya Ling Chi dan Ling Yun.


Jiang Fuyan memberi isyarat kepada kedua pengawalnya agar menghalangi Ling Chi dan Ling Yun. Mana mungkin dirinya membiarkan harga dirinya di injak-injak oleh Ling Ling. Apalagi disaksikan oleh teman dan banyak pengunjung Paviliun Bunga.


Ketika Ling Yun dan Ling Chi bergerak kedua tangan mereka langsung saja di pegang erat oleh ke dua pengawal Jiang Fuyan.


Ling Ling yang melihatnya jadi naik pitam, "Rupanya ucapanku, kalian anggap angin Lalu. Bila itu mau kalian, jangan salahkan aku!"


Tubuh Ling Ling di selimuti aura, kemudian dia mengubah angin yang berhembus menjadi pisau angin dan di arahkan langsung menyerang kepada ke dua pengawal Jiang Fuyan.


WHUUUS WHUUS


SREET JLEEP


Pisau angin mulai mengiris, menggores, menusuk dan merobek bagian tubuh dua pengawal Jiang Fuyan. Darah merembes dari bagian yang terluka akibat pisau angin.


" Brengseek!! Keparat! Dasar Rubah betina! Rupanya kami tidak perlu sungkan lagi. Jangan salahkan kami bila bertindak kasar!" ucap pengawal Jiang Fuyan sangat marah.


Keduanya melompat kemudian berlari ke tempat Ling Ling berada. Pengawal 1 langsung saja melepaskan tinjunya menuju perut Ling Ling. Melihat tindakannya Ling Ling mencibir mereka. Dengan santai Ling Ling menghindari serangan itu mundur dua langkah ke belakang.


BUUK TAAP----


BRAAAAAK


"Pantas saja kau berani! Kau pun sombooong, ternyata kamu memiliki kemampuan. Tapi.. Untuk melawan kami, Haha... Kemampuanmu itu belumlah cukup. Masih terlalu dini! Masih butuh beberapa tahun lagi! Sayang sekali! Hehe..." ucap pengawal 1 penuh dengan percaya diri.


"Ohh... benarkah begitu, aku rasa tidak! Kau akan lihat buktinya. Jangan bilang aku tidak pernah memperingatkanmu! " ucap Ling Ling kepada kedua pengawal Jiang Fuyan.


" Haha .. lakukanlah! Buktikan setiap ucapanmu! Jangan hanya besar mulut!" ucap pengawal 2 kepada Ling Ling.


" Nona Ling hati-hati! Lawanmu adalah para jawara yang telah memenangkan Turnamen adu bakat di kota Shan Shan." kata Tang Ta Thing memperingatkan kepada Ling Ling.


Ling Ling yang mendengar, apa yang telah diucapkan oleh Tang Ta Thing hanya tersenyum. Karena Ling Ling tidak takut sama sekali.


" Jangan kuatir aku bisa mengatasinya! Cukup kau melihat pertunjukan ini. Ini akan menjadi tontonan yang menarik."


Tanpa membuang waktunya, Ling Ling segera saja mengedarkan aura pada seluruh tubuhnya. kemudian berinisiatif menyerang duluan.


Kedua pengawal tentu saja tidak tinggal diam. Mereka pun segera mengedarkan aura pada tubuhnya. Mereka memasang kuda-kuda siap menghadapi serangan yang datang dari Ling Ling.


" Ayo saudaraku kita tundukkan Rubah betina ini! Ayo.. Kita tunjukkan! Tiada guna dan sia-sia bila melawan kita!" ucap pengawal 2.


Ling Ling langsung saja menciptakan pisau angin dan di arakan pada pengawal Jiang Fuyan. Dan pengawal 1 yang langsung menghadang serangan itu.


" Teknik Pagar Angin!" Sebuah teknik yang mampu menciptakan pagar Aura mengelilingi tubuh sebagai pertahanan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...